BENCANA ALAM

Tutup IFRC 2026 di Timika, Kepala Basarnas Tekankan Kesiapan Personel untuk Selamatkan Nyawa

225
×

Tutup IFRC 2026 di Timika, Kepala Basarnas Tekankan Kesiapan Personel untuk Selamatkan Nyawa

Sebarkan artikel ini

Caption: Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, saat menyampaikan sambutan pada penutupan Indonesian Fire and Rescue Competition (IFRC) 2026 di Rimba Papua Hotel, Timika, Kabupaten Mimika, Sabtu (31/10/2026). Ia menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi dan kesiapsiagaan personel fire and rescue untuk mendukung operasi penyelamatan jiwa.

Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Kesiapan menyelamatkan nyawa manusia harus menjadi ukuran utama keberhasilan tim fire and rescue, bukan sekadar meraih kemenangan dalam kompetisi. Pesan tersebut ditegaskan Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, saat menutup Indonesian Fire and Rescue Competition (IFRC) 2026 di Rimba Papua Hotel, Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Sabtu (31/10/2026).

Dalam sambutannya, Mohammad Syafii menegaskan bahwa IFRC 2026 bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan wadah strategis untuk meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan kesiapsiagaan personel fire and rescue dalam menghadapi berbagai situasi kedaruratan.

Menurutnya, penyelenggaraan IFRC memiliki peran penting dalam mendukung peningkatan kapasitas potensi Search and Rescue (SAR), khususnya dari sektor pertambangan, energi, dan industri yang memiliki risiko kedaruratan tinggi.

Baca Juga :

Ia menjelaskan, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan, Basarnas merupakan lembaga pemerintah yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pencarian dan pertolongan. Dalam menjalankan tugas tersebut, Basarnas juga melibatkan berbagai potensi SAR sebagai unsur pendukung untuk memberikan pelayanan pencarian dan pertolongan kepada masyarakat.

“Kami memandang IFRC sebagai wadah penting untuk menguji kemampuan, berbagi pengalaman, memperkuat kolaborasi, dan meningkatkan profesionalisme personel fire and rescue, khususnya dalam mengantisipasi kedaruratan di sektor pertambangan, energi, dan industri berisiko tinggi,” ujar Kepala Basarnas.

Ia menambahkan, potensi dan kemampuan yang dipertandingkan dalam IFRC 2026 merupakan sumber daya strategis yang dapat mendukung pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan yang dikoordinasikan Basarnas.

Kemampuan tersebut dinilai penting, terutama ketika menghadapi keadaan darurat akibat kecelakaan, bencana, maupun kondisi lain yang membahayakan keselamatan manusia.

Pada kesempatan itu, Kepala Basarnas turut memberikan apresiasi kepada seluruh peserta, observer, praktisi fire and rescue, serta pihak penyelenggara yang telah mendedikasikan waktu dan kemampuan untuk menyukseskan kompetisi tersebut.

Ia menilai, keberhasilan IFRC tidak hanya diukur dari prestasi atau posisi yang diraih peserta, tetapi juga dari pengetahuan, pengalaman, keterampilan, dan budaya keselamatan yang diperoleh selama kompetisi untuk diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan kerja masing-masing.

“Keberhasilan kita bukan tentang siapa yang menjadi juara, tetapi tentang seberapa siap kita menyelamatkan jiwa ketika pertolongan dibutuhkan. Karena setiap jiwa yang kita selamatkan adalah investasi yang tidak ternilai bagi bangsa dan negara,” tegasnya.

Lebih lanjut, Basarnas berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kapasitas potensi SAR melalui pembinaan dan sertifikasi sesuai tugas serta kewenangannya.

Kepala Basarnas juga mengajak kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, relawan, serta media untuk memperkuat sinergi dalam meningkatkan kemampuan tanggap darurat nasional.

Menurutnya, kolaborasi seluruh pihak diperlukan agar penanganan keadaan darurat dapat berjalan lebih efektif, terkoordinasi, dan mampu memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat.

Selain peningkatan kompetensi personel, edukasi dan kesiapsiagaan SAR kepada masyarakat juga menjadi perhatian penting. Upaya tersebut, kata dia, perlu dilakukan sejak usia dini melalui edukasi di lingkungan sekolah, perguruan tinggi, hingga masyarakat luas.

Dengan demikian, semakin banyak individu diharapkan mampu mengenali potensi risiko, melakukan tindakan penyelamatan awal, serta merespons keadaan darurat secara tepat.

Menutup sambutannya, Mohammad Syafii menyampaikan ucapan selamat kepada para pemenang sekaligus apresiasi kepada seluruh peserta IFRC 2026 yang telah berpartisipasi dalam kompetisi tersebut.

Ia berharap pengalaman, pengetahuan, dan semangat kolaborasi yang diperoleh selama kegiatan dapat diterapkan di lingkungan kerja masing-masing serta memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Melalui penyelenggaraan IFRC 2026 di Timika, diharapkan semakin terbangun potensi fire and rescue yang kompeten, profesional, dan siap bersinergi dalam mendukung operasi pencarian dan pertolongan demi mewujudkan keselamatan masyarakat Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *