HUKRIM

Satgas Damai Cartenz Ungkap Dua Video Kekerasan di Papua Merupakan Rekaman Lama

188
×

Satgas Damai Cartenz Ungkap Dua Video Kekerasan di Papua Merupakan Rekaman Lama

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PAPUA, Nemangkawipos.com – Dua video kekerasan yang kembali beredar di media sosial dengan narasi seolah-olah merupakan peristiwa terbaru di Papua dipastikan sebagai rekaman lama berdasarkan hasil penelusuran Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026. Kepolisian mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya maupun menyebarkan konten yang belum terverifikasi karena berpotensi memicu ketakutan dan keresahan.

Penelusuran tersebut dilakukan menyusul beredarnya dua rekaman yang diklaim sebagai dokumentasi aksi kelompok bersenjata. Hasil identifikasi Satgas mengungkap bahwa kedua video tersebut berasal dari peristiwa berbeda yang terjadi pada waktu sebelumnya, tetapi kembali disebarkan dengan narasi dan klaim yang berbeda.

Satgas menilai penyebaran rekaman kekerasan yang disertai klaim serta ancaman tertentu berpotensi membangun ketakutan di tengah masyarakat dan memengaruhi situasi keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Papua.

Baca Juga :

Video pertama berdurasi 1 menit 15 detik memperlihatkan aksi penganiayaan terhadap tiga perempuan. Rekaman tersebut diklaim oleh kelompok TPNPB-OPM sebagai peristiwa yang terjadi di Dekai, Kabupaten Yahukimo, pada Jumat (30/10/2026).

Kelompok tersebut menyebut aksi dalam video sebagai bentuk hukuman terhadap orang-orang yang dituduh sebagai intelijen militer sekaligus balas dendam atas kematian anggota kelompok mereka.

Namun, berdasarkan hasil identifikasi tim Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026, rekaman tersebut diketahui telah lebih dahulu diunggah melalui media sosial Facebook pada Maret 2025. Dengan demikian, klaim yang menyebut peristiwa dalam video itu terjadi pada akhir Oktober 2026 tidak sesuai dengan hasil penelusuran kepolisian.

Sementara itu, video kedua berdurasi 31 detik disebarkan oleh kelompok Kodap III Ndugama Derakma dengan narasi pembunuhan seorang sopir lintas Wamena–Nduga yang dituduh membawa pasokan logistik TNI.

Peristiwa yang diklaim terjadi pada akhir Maret tersebut juga dikaitkan dengan ancaman terhadap masyarakat, termasuk aparatur sipil negara (ASN), tenaga medis, dan warga pendatang agar meninggalkan wilayah tertentu.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., menjelaskan bahwa kepolisian telah melakukan penelusuran terhadap kedua rekaman tersebut untuk memastikan fakta di balik informasi yang beredar.

“Kedua video yang beredar luas itu murni dokumentasi lama dan merupakan bentuk propaganda pihak KKB,” tegas Yusuf saat dikonfirmasi, Sabtu (31/10/2026).

Lebih lanjut, Yusuf menjelaskan bahwa berdasarkan hasil identifikasi, peristiwa pembunuhan pengemudi yang menjadi materi video kedua sebenarnya terjadi pada 20 April 2026.

Korban diketahui bernama Robert Terry alias Sula, bukan Regeny Jems Patty sebagaimana identitas yang disebut dalam narasi yang disebarkan kelompok tersebut.

Menurutnya, penyebaran kembali rekaman lama dengan identitas korban dan waktu kejadian yang berbeda dapat membentuk persepsi keliru serta memicu keresahan di tengah masyarakat.

“Ini adalah bentuk provokasi influencer mereka Sebby Sambom agar masyarakat takut. Tindakan ini murni mencari perhatian dan propaganda murahan,” ujar Yusuf.

Ia menambahkan, masyarakat perlu menyikapi penyebaran konten tersebut secara bijak. Informasi yang tidak terverifikasi, terutama yang berkaitan dengan situasi keamanan, dapat memperbesar keresahan apabila langsung dipercaya dan disebarluaskan.

Karena itu, masyarakat diminta tidak terburu-buru mempercayai maupun membagikan video yang belum jelas sumber, waktu, dan kebenaran peristiwanya.

Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 menegaskan bahwa upaya menjaga keamanan Papua tidak hanya dilakukan melalui langkah pengamanan di lapangan, tetapi juga dengan menelusuri informasi yang berpotensi memicu ketakutan dan keresahan publik.

Masyarakat diharapkan tetap tenang dan menjalankan aktivitas seperti biasa dengan mengutamakan informasi dari sumber resmi serta dapat dipertanggungjawabkan. Apabila menemukan konten mencurigakan yang berkaitan dengan situasi keamanan, warga diimbau melakukan verifikasi dan melaporkannya kepada aparat berwenang.

Melalui langkah tersebut, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga ruang informasi tetap sehat, tidak mudah terprovokasi, serta mendukung terciptanya situasi Papua yang aman, damai, dan kondusif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *