HUKRIM

Polda Papua Tengah Bentuk Saka Bhayangkara, Wakapolda Siapkan Generasi Muda Jadi Pelopor Kamtibmas

148
×

Polda Papua Tengah Bentuk Saka Bhayangkara, Wakapolda Siapkan Generasi Muda Jadi Pelopor Kamtibmas

Sebarkan artikel ini

Caption: Wakapolda Papua Tengah, Kombes Pol. Dr. Gustav R. Urbinas, saat memimpin apel perdana pembentukan Saka Bhayangkara tingkat Daerah Papua Tengah di Mako Polda Papua Tengah, Nabire, Sabtu (31/10/2026) sore. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan generasi muda untuk membentuk karakter disiplin, kepemimpinan, dan kepedulian terhadap kamtibmas.

Example 468x60

NABIRE, Nemangkawipos.com – Polda Papua Tengah mulai memperluas pembinaan generasi muda melalui Gerakan Pramuka dengan membentuk Satuan Karya (Saka) Bhayangkara tingkat daerah. Program ini diharapkan menjadi wadah bagi anggota Pramuka untuk membangun karakter, kedisiplinan, jiwa kepemimpinan, serta kepedulian terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Pembentukan Saka Bhayangkara tingkat Daerah Papua Tengah tersebut ditandai dengan pelaksanaan apel perdana di Markas Komando (Mako) Polda Papua Tengah, Sabtu (31/10/2026) sore. Apel dipimpin langsung oleh Wakapolda Papua Tengah, Kombes Pol. Dr. Gustav R. Urbinas.

Kegiatan itu turut dihadiri sejumlah pejabat utama (PJU) Polda Papua Tengah, Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Nabire Daniel Maipon, Sekretaris Kwarcab Nabire Zefnath Karubuy, serta para anggota Pramuka Saka Bhayangkara.

Baca Juga :

Dalam arahannya, Gustav menjelaskan bahwa Saka Bhayangkara merupakan wadah pembinaan generasi muda melalui Gerakan Pramuka yang bekerja sama dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Melalui wadah tersebut, para anggota Pramuka diharapkan dapat mengembangkan kemampuan diri sekaligus membangun karakter positif yang bermanfaat bagi keluarga, lingkungan sekolah, dan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, adik-adik diharapkan dapat membentuk karakter yang disiplin, bertanggung jawab, memiliki jiwa kepemimpinan, serta mempunyai kepedulian terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujar Gustav.

Ia menegaskan, apel tersebut merupakan kegiatan perdana dalam rangkaian pembentukan Saka Bhayangkara tingkat Daerah Papua Tengah yang berada di lingkungan Polda Papua Tengah.

“Saka Bhayangkara bukan sekadar kegiatan organisasi, tetapi menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi diri, membangun karakter, serta mempersiapkan diri sebagai calon pemimpin masa depan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakapolda menyampaikan empat pesan penting kepada seluruh peserta apel sebagai pedoman dalam mengikuti kegiatan Saka Bhayangkara maupun menjalani kehidupan sehari-hari.

Pertama, ia meminta anggota Pramuka menanamkan kedisiplinan sejak dini. Hal itu dapat dimulai dengan membiasakan diri hadir tepat waktu, menaati aturan, menghormati pembina, serta melaksanakan setiap tugas dengan penuh tanggung jawab.

Kedua, generasi muda diminta menjaga karakter dan menjauhi berbagai perilaku negatif yang dapat merusak masa depan, seperti penyalahgunaan narkoba, minuman keras, pergaulan bebas, tawuran, serta tindakan lain yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

“Kedua, jadilah generasi muda yang berkarakter. Jauhi narkoba, minuman keras, pergaulan bebas, tawuran, serta segala bentuk tindakan yang dapat merugikan masa depan. Gunakan masa muda untuk kegiatan yang positif dan bermanfaat,” tegasnya.

Ketiga, Gustav mengajak anggota Saka Bhayangkara menjadi pelopor keamanan dan ketertiban masyarakat. Para anggota Pramuka diharapkan mampu memberikan teladan positif, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya menanamkan semangat persatuan, toleransi, dan kepedulian terhadap sesama sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat.

Keempat, Wakapolda mengingatkan pentingnya menumbuhkan rasa cinta tanah air dan semangat bela negara. Menurutnya, generasi muda Papua Tengah memiliki tanggung jawab untuk menjaga persatuan, menghargai keberagaman, serta berkontribusi menciptakan situasi yang aman, damai, dan kondusif di Tanah Papua.

“Kalian adalah calon pemimpin masa depan. Jangan pernah merasa kecil atau tidak mampu. Teruslah belajar, berlatih, berkarya, dan jadilah generasi muda yang membanggakan keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara,” pesannya.

Lebih lanjut, Gustav berharap keberadaan Saka Bhayangkara dapat menjadi tempat bagi para anggota Pramuka untuk menempa diri menjadi pribadi yang disiplin, tangguh, berintegritas, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia menegaskan bahwa pembinaan generasi muda melalui kegiatan kepramukaan merupakan salah satu langkah untuk menyiapkan calon pemimpin masa depan yang memiliki karakter kuat dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.

“Saya berharap Saka Bhayangkara menjadi wadah pembinaan generasi muda untuk membentuk pribadi yang disiplin, tangguh, berintegritas, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” tutupnya.

Melalui pembentukan Saka Bhayangkara tingkat Daerah Papua Tengah, Polda Papua Tengah berharap sinergi antara Polri dan Gerakan Pramuka semakin kuat dalam membina generasi muda serta mendorong lahirnya pelopor keamanan, persatuan, dan kedamaian di Tanah Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *