BENCANA ALAM

Kebakaran Hutan Dekat Bandara Arowanop Meluas ke Gunung Watutopabera, Warga Padamkan Api dengan Alat Seadanya

29
×

Kebakaran Hutan Dekat Bandara Arowanop Meluas ke Gunung Watutopabera, Warga Padamkan Api dengan Alat Seadanya

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TEMBAGAPURA, Nemangkawipos.com – Kebakaran hutan di sekitar Bandara Arowanop, Kampung Ainggogim, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, meluas hingga ke Gunung Watutopabera dan sejumlah pegunungan di sekitarnya. Kebakaran yang diduga dipicu pembakaran rumput kering oleh anak-anak itu masih diupayakan untuk dipadamkan secara swadaya oleh warga setempat.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian setelah videonya beredar di media sosial. Kapolsek Tembagapura, Iptu Firman, membenarkan kejadian itu dan menjelaskan bahwa api mulai membakar kawasan tersebut pada Rabu (14/10/2026), di lokasi sekitar 100 meter dari ujung bandara.

“Iya, benar ada kebakaran di sana seperti dalam video yang beredar,” ujar Firman saat dikonfirmasi.

Baca Juga :

Menurutnya, api terus merambat hingga membakar pondok kebun dan rumah kuburan yang berada sekitar 400 meter dari bandara. Kobaran api kemudian meluas ke Gunung Watutopabera serta beberapa pegunungan di sekitarnya.

“Kami khawatir jika angin terus bertiup kencang, api akan semakin membesar dan membakar kawasan pegunungan di sekitarnya,” katanya.

Kepala Distrik Tembagapura, Dev Richard, turut membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa kebakaran dipicu oleh pembakaran rumput kering yang dilakukan anak-anak.

Hingga saat ini, warga masih berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Keterbatasan sarana dan sulitnya memperoleh sumber air menjadi kendala dalam penanganan kebakaran di lokasi tersebut.

“Masyarakat memadamkan api menggunakan dedaunan dan batu, tetapi api masih menyala. Di sana memang cukup sulit sumber air,” ujar Dev.

Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran karena api berpotensi terus meluas, terutama apabila angin bertiup kencang. Warga setempat masih berupaya mengendalikan kobaran api agar tidak semakin merambat ke kawasan pegunungan di sekitar Bandara Arowanop.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *