HUKRIM

Minggu Kasih di Nabire, Kapolda Papua Tengah Ajak Gereja Lindungi Generasi Muda dari Narkoba dan Miras

308
×

Minggu Kasih di Nabire, Kapolda Papua Tengah Ajak Gereja Lindungi Generasi Muda dari Narkoba dan Miras

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

NABIRE, Nemangkawipos.com – Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini mengajak gereja, keluarga, dan seluruh elemen masyarakat memperkuat peran bersama dalam menjaga kedamaian serta melindungi generasi muda Papua dari ancaman narkoba, minuman keras, perjudian, dan berbagai perilaku yang dapat merusak masa depan mereka.

Pesan tersebut disampaikan Kapolda saat mengikuti program Minggu Kasih di Gereja GKI Immanuel Kotalama, Kabupaten Nabire, Minggu (18/10/2026). Kehadirannya didampingi sang istri, Ny. Yanti Rontini, dan disambut Pendeta F. Haay, S.Th., bersama para majelis serta jemaat yang mengikuti ibadah Minggu pagi.

“Saya ingin mengajak kita semua, terutama para orang tua, pendeta, dan tokoh masyarakat, untuk bersama-sama menjaga anak-anak kita. Jangan sampai generasi muda Papua kehilangan masa depannya karena narkoba, minuman keras, perjudian, maupun tindakan yang melanggar hukum,” ungkap Jermias.

Baca Juga :

Kapolda menjelaskan, kehadirannya di tengah jemaat dengan mengenakan seragam Polri merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi dan memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Ia juga mengungkapkan rasa syukurnya karena mendapat kesempatan mengabdikan diri sebagai pimpinan Polri di Papua Tengah, khususnya dalam melayani masyarakat di lingkungan gereja dan wilayah tersebut secara luas.

“Saya mengucapkan syukur kepada Tuhan Yesus, karena hari ini ada anak jemaat GKI yang menjadi pimpinan Polri di Papua Tengah. Saya ingin abdikan diri menjadi berkat bagi masyarakat, khususnya di lingkungan gereja GKI dan umumnya masyarakat di Papua Tengah,” tegasnya.

Menurut Jermias, semangat Polri Bersama Masyarakat harus diwujudkan melalui keterlibatan gereja, tokoh agama, dan jemaat dalam memperkuat persaudaraan, menjaga kerukunan, serta membangun kebersamaan di tengah kehidupan bermasyarakat.

“Kami ingin Polri tidak hanya hadir ketika terjadi masalah, tetapi juga hadir untuk mendengar keluhan masyarakat, berdialog, dan mencari solusi bersama. Dari sini saya ingin sampaikan, Tanah Papua adalah berkat yang harus kita jaga bersama. Mari kita wariskan lingkungan yang baik kepada anak cucu kita,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga mengajak seluruh jemaat terus mendoakan agar situasi keamanan dan kedamaian di Papua Tengah senantiasa terjaga. Dukungan doa dari gereja dan masyarakat diharapkan dapat menguatkan pelaksanaan tugas Polri dalam melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat sehingga kehidupan yang aman, damai, dan penuh kasih dapat terus terwujud di Tanah Papua.

“Mohon dukungan doa dari seluruh jemaat agar saya mampu menjalankan tugas sebagai polisi bisa melayani masyarakat di Papua Tengah,” ujarnya.

Selain mengikuti ibadah dan berdialog dengan jemaat, Kapolda turut membawa bantuan untuk mendukung pembangunan Gedung Gereja GKI Immanuel Kotalama. Bantuan tersebut diserahkan kepada Ketua Panitia Pembangunan untuk diterima dan disampaikan kepada pihak gereja serta jemaat.

Jermias mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus dukungan terhadap pembangunan rumah ibadah.

“Sesuai dengan tema hari ini, berkat saya berikan sebagai bagian dari penyertaan Tuhan dan keselamatan, sehingga dalam kesempatan ini kami membawakan sedikit berkat untuk membantu pembangunan gedung gereja,” tandasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kabid Humas Polda Papua Tengah, Kompol Henry J. Manurung, menjelaskan bahwa program Minggu Kasih merupakan salah satu bentuk implementasi semangat Polri Bersama Masyarakat.

Program tersebut bertujuan mempererat hubungan antara Polri dan jemaat gereja melalui komunikasi, silaturahmi, serta penyampaian aspirasi masyarakat secara langsung.

“Melalui program Minggu Kasih, kami ingin semakin dekat dengan masyarakat, mendengar aspirasi jemaat, serta membangun kebersamaan dalam menjaga keamanan dan kedamaian di Papua Tengah,” ungkap Henry.

Melalui kegiatan ini, Polda Papua Tengah berharap sinergi antara kepolisian, gereja, keluarga, dan masyarakat semakin kuat, terutama dalam melindungi generasi muda dari pengaruh negatif, menjaga kerukunan, serta menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi seluruh masyarakat.

Penulis: Stendi Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *