HUKRIM

Dua Kasus Kekerasan Guncang Dekai, Satu Warga Tewas dan PNS Luka Berat

277
×

Dua Kasus Kekerasan Guncang Dekai, Satu Warga Tewas dan PNS Luka Berat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

DEKAI, Nemangkawipos.com – Dua kasus kekerasan terjadi di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Minggu (11/10/2026) dan Senin (12/10/2026). Insiden tersebut mengakibatkan seorang warga sipil berinisial A (46) meninggal dunia, sedangkan seorang pegawai negeri sipil (PNS) berinisial ET (51) mengalami luka berat. Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Yahukimo telah turun menangani kedua kejadian dan kini mendalami bukti serta keterangan saksi untuk mengungkap pelakunya.

Kasus pertama terjadi di Kompleks Ruko Blok B, Distrik Dekai, Minggu sekitar pukul 18.15 WIT. Berdasarkan informasi awal, sebelum kejadian korban A membantu menurunkan muatan sembako dari sebuah truk. Setelah pekerjaan itu, seorang saksi masuk ke dalam ruko untuk merapikan barang yang telah diturunkan. Tidak lama kemudian, saat memeriksa keadaan, saksi menemukan A tergeletak dalam kondisi terluka.

Korban selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dekai untuk memperoleh pertolongan medis. Namun, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan. Setelah menerima laporan, personel Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Yahukimo mendatangi lokasi kejadian, melakukan penanganan awal, meminta keterangan sejumlah saksi, serta mendatangi rumah sakit sebagai bagian dari proses penanganan perkara.

Baca Juga :

Di tengah penyelidikan, beredar informasi melalui media sosial yang menyebutkan korban A merupakan anggota intelijen aparat keamanan TNI.

Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. Ia menjelaskan bahwa A merupakan warga sipil yang tinggal dan mencari nafkah di Dekai untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

“Informasi yang menyebut korban berinisial A sebagai anggota intelijen adalah tidak benar atau hoaks. Korban merupakan warga sipil yang mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya. Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi dan tidak ikut menyebarkannya,” tegas Yusuf saat ditemui media, Senin (12/10/2026).

Pada hari yang sama, jenazah A diberangkatkan dari Bandara Nop Goliat Dekai menuju Bandara Mozes Kilangin, Timika, menggunakan pesawat carter. Jenazah selanjutnya direncanakan diterbangkan ke Makassar, Sulawesi Selatan, melalui Bandara Sultan Hasanuddin untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Sementara itu, kasus kekerasan kedua menimpa ET (51), seorang PNS, pada Senin pagi di kawasan Perumahan Eselon IV Jalur 3, Distrik Dekai. Berdasarkan keterangan korban, peristiwa bermula ketika dirinya sedang menyapu halaman rumah. Dua orang tidak dikenal yang membawa senjata tajam kemudian mendatangi dan menyerangnya. Saat berusaha melindungi diri, ET mengalami luka terbuka pada pergelangan tangan kiri dan punggung bagian kanan.

ET berhasil selamat dan dibawa ke RSUD Dekai untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Personel gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 dan Polres Yahukimo kemudian mengamankan lokasi, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta memasang garis polisi di kawasan Perumahan Eselon IV Jalur 3 guna mendukung proses penyelidikan.

Yusuf Sutejo menjelaskan, aparat bergerak setelah menerima informasi mengenai kejadian tersebut. Petugas melakukan pengumpulan alat bukti, memeriksa keterangan saksi, dan melaksanakan olah TKP untuk mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab. Ia memastikan penanganan perkara dilakukan secara profesional sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Begitu menerima informasi mengenai kejadian tersebut, personel Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Polres Yahukimo langsung merespons dengan mendatangi TKP. Petugas melakukan pengumpulan alat bukti, meminta keterangan dari para saksi, dan melaksanakan olah TKP. Langkah ini dilakukan untuk mengungkap secara jelas rangkaian peristiwa serta mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab,” ujarnya.

Dalam perkembangan penyelidikan, terdapat dugaan keterlibatan kelompok kriminal bersenjata (KKB) Kodap XVI Yahukimo pimpinan Kopitua Heluka dalam rangkaian aksi kekerasan tersebut. Namun, dugaan itu masih memerlukan pendalaman dan pembuktian melalui penyelidikan. Aparat terus mencocokkan keterangan saksi dengan bukti pendukung untuk memastikan fakta serta mengungkap pihak yang bertanggung jawab.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas dalam penanganan kedua kasus tersebut. Ia menyatakan proses penegakan hukum akan dilakukan secara profesional dan objektif berdasarkan fakta serta alat bukti yang sah.

“Peristiwa ini menjadi perhatian kami karena menyangkut keselamatan masyarakat. Kami berkomitmen memastikan setiap kasus ditangani secara profesional dan objektif, dengan mengedepankan fakta serta alat bukti yang sah. Kami juga mengajak masyarakat tetap tenang dan bersama-sama menjaga situasi keamanan di Yahukimo agar tetap kondusif,” tegas Faizal.

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menambahkan bahwa penyelidikan masih berlangsung dengan mendalami keterangan saksi dan mencocokkan berbagai informasi pendukung. Menurutnya, langkah tersebut diperlukan untuk memperjelas rangkaian kejadian sekaligus memastikan identitas pihak yang terlibat berdasarkan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Yahukimo terus melanjutkan penyelidikan terhadap kedua kasus tersebut. Aparat mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi, serta turut menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Yahukimo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *