pemerintah kabupaten Mimika

Kabut Asap Tak Sehat, Bupati Mimika Siapkan Peliburan Sekolah dan Pembelajaran Daring

415
×

Kabut Asap Tak Sehat, Bupati Mimika Siapkan Peliburan Sekolah dan Pembelajaran Daring

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Kondisi kualitas udara di Kabupaten Mimika yang masuk kategori tidak sehat mendorong Pemerintah Kabupaten Mimika menyiapkan langkah perlindungan bagi peserta didik. Bupati Mimika, Johannes Rettob, menginstruksikan Dinas Pendidikan berkoordinasi dengan Bagian Hukum untuk menyusun surat edaran terkait peliburan sekolah secara bertahap dan penerapan pembelajaran mandiri atau daring, dengan rencana pemberlakuan mulai 12 Oktober sesuai surat edaran resmi pemerintah daerah.

Johannes menjelaskan, kebijakan tersebut didasarkan pada hasil pengukuran indeks kualitas udara di Timika, wilayah pesisir, dan pegunungan yang dipantau secara berkala dari jam ke jam maupun dari hari ke hari.

Penyesuaian pembelajaran direncanakan memprioritaskan peserta didik PAUD dan SD melalui peliburan sekolah, sedangkan siswa SMP dan SMA diarahkan mengikuti pembelajaran mandiri atau daring secara bertahap. Langkah ini diharapkan mengurangi paparan kabut asap, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan.

Baca Juga :

Sejalan dengan kebijakan tersebut, RSUD Mimika melalui kampanye “Saat Asap Datang, Kita Siap” mengingatkan masyarakat terhadap bahaya asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Paparan asap dapat memicu iritasi mata dan tenggorokan, batuk, gangguan pernapasan hingga infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Asap mengandung partikel halus PM2.5 dan PM10 serta gas berbahaya seperti karbon monoksida. Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit kronis, termasuk asma dan penyakit paru-paru, perlu mendapat perhatian khusus.

Masyarakat diimbau memantau kualitas udara melalui Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) atau sumber resmi, membatasi aktivitas di luar ruangan, serta menjaga udara di dalam rumah. Warga disarankan menutup pintu dan jendela ketika asap masuk ke permukiman, menghindari asap rokok maupun pembakaran di dalam rumah, menggunakan masker yang sesuai apabila harus beraktivitas di luar, serta menghindari aktivitas fisik berat hingga kualitas udara membaik.

Pemerintah dan tenaga kesehatan juga mengingatkan warga agar tidak mengabaikan gejala gangguan kesehatan selama kabut asap berlangsung. Kesulitan bernapas memerlukan pertolongan medis segera. Orang tua diminta membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila mengalami kesulitan bernapas, mengantuk tidak seperti biasanya, atau menolak makan dan minum. Langkah ini penting agar dampak paparan asap dapat dikenali dan ditangani sedini mungkin.

Pemkab Mimika mengajak sekolah, keluarga, dan seluruh elemen masyarakat mematuhi imbauan kesehatan, melindungi kelompok rentan, serta ikut mencegah kebakaran hutan dan lahan. Melalui koordinasi lintas perangkat daerah dan dukungan masyarakat, pemerintah berharap risiko gangguan kesehatan akibat penurunan kualitas udara dapat ditekan, dengan keselamatan anak-anak dan masyarakat sebagai prioritas utama.

Penulis: Stendi Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *