HUKRIM

Kunjungi Timika, Menko Polkam Dudung Tekankan Keselamatan Personel dan Pendekatan Humanis di Papua

168
×

Kunjungi Timika, Menko Polkam Dudung Tekankan Keselamatan Personel dan Pendekatan Humanis di Papua

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI, Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dudung Abdurachman, S.E., M.M., M.H., menegaskan bahwa keselamatan personel, pendekatan humanis, dan sinergi lintas instansi harus menjadi prioritas dalam pelaksanaan tugas pengamanan di Papua.

Penegasan tersebut disampaikan saat memberikan pengarahan kepada personel satuan tugas (Satgas) di Papua dan jajaran Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III dalam kunjungan kerja di Timika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Selasa (27/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung Eme Neme Kangasih, Yonif 754 Mimika, itu menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi antarlembaga serta memastikan pelaksanaan tugas pengamanan berjalan profesional, bertanggung jawab, dan tetap mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.

Baca Juga :

Pengarahan tersebut turut dihadiri Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H.; Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, S.H.; Bupati Mimika, Johannes Rettob, S.Sos., M.M.; Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, S.I.K., M.Si.; Panglima Kogabwilhan III, Letjen TNI Lucky Avianto, S.I.P., M.Si.; serta Kaskogabwilhan III, Marsda TNI Ir. Joko Sugeng Sriyanto.

Hadir pula Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Papua Tengah, Dr. Drs. Petrus Izaach Suripatty, M.Si., Ketua Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Tengah, Agustinus Anggaibak, serta jajaran pejabat TNI-Polri, pemerintah daerah, dan unsur terkait lainnya.

Dalam arahannya, Dudung menekankan bahwa keselamatan personel harus menjadi perhatian utama setiap pemimpin dalam menjalankan tugas. Menurutnya, keberhasilan operasi tidak cukup dinilai dari capaian kegiatan atau jumlah penangkapan, tetapi juga dari kemampuan komandan memastikan anggota yang bertugas di lapangan tetap terlindungi.

“Keberhasilan seorang komandan tidak hanya dilihat dari capaian operasi atau penangkapan, tetapi juga dari bagaimana seorang pemimpin memastikan keselamatan anggota yang berada di bawah tanggung jawabnya,” ucap Menko Polkam.

Ia juga mengingatkan pentingnya kepemimpinan yang berkarakter, berintegritas, dan bertanggung jawab. Para komandan diharapkan tidak hanya memberikan perintah, tetapi juga memahami kondisi anggota, mendengarkan masukan dari personel di lapangan, serta memberikan dukungan kepada anggota dan keluarganya.

Menurut Dudung, kepemimpinan yang baik harus dibangun melalui kepedulian dan tanggung jawab terhadap personel. Dengan demikian, setiap anggota dapat menjalankan tugas secara optimal tanpa mengabaikan keselamatan maupun aspek kemanusiaan.

Selain keselamatan personel, Menko Polkam menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam pelaksanaan tugas di daerah operasi, sejalan dengan arahan Presiden. Ia meminta aparat senantiasa mengedepankan sikap yang baik kepada masyarakat serta menempatkan nilai-nilai kemanusiaan sebagai bagian dari pengabdian kepada bangsa dan negara.

“Sesuai arahan Bapak Presiden, penanganan di daerah operasi harus ditingkatkan dengan pendekatan hati dan sifat kemanusiaan. Selalu berbuat baik kepada rakyat karena prajurit berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan bekerja untuk rakyat. Sikap baik dan pendekatan humanis akan mendorong lebih banyak kelompok yang berseberangan untuk sadar, menyerahkan diri, dan kembali merapat,” tambahnya.

Dudung juga menegaskan bahwa loyalitas personel harus berlandaskan kesetiaan kepada Merah Putih, bangsa, dan negara. Karena itu, ia mendorong penguatan kolaborasi serta koordinasi terpadu antara TNI, Polri, Badan Intelijen Negara (BIN), pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat.

Sinergi tersebut dinilai penting untuk mendukung terciptanya situasi keamanan yang kondusif sekaligus membangun Papua yang harmonis dan sejahtera.

Sejalan dengan arahan Menko Polkam, Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa koordinasi dan sinergi lintas instansi merupakan bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian di Papua.

“Operasi Damai Cartenz-2026 terus memperkuat koordinasi dan sinergi dengan TNI, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan. Dalam setiap pelaksanaan tugas, kami mengedepankan profesionalisme, pendekatan humanis, dan penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan, dengan tetap memperhatikan keselamatan personel serta menjaga kepercayaan masyarakat,” ujar Kaops Damai Cartenz-2026.

Faizal menambahkan, upaya menjaga stabilitas keamanan membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, komunikasi yang baik, kepedulian terhadap masyarakat, serta pelaksanaan tugas yang bertanggung jawab menjadi unsur penting dalam membangun situasi yang aman dan kondusif di Papua.

Menurutnya, sinergi antarlembaga harus terus diperkuat agar pelaksanaan tugas dapat berjalan secara terkoordinasi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Ardiansyah Daulay, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa arahan Menko Polkam menjadi penguatan bagi seluruh personel dalam menjalankan tugas secara profesional, humanis, dan bertanggung jawab.

Ia menilai kerja sama antara TNI-Polri, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat merupakan bagian penting dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus membangun kepercayaan masyarakat di Papua.

“Dalam setiap pelaksanaan tugas, kami berkomitmen untuk mengedepankan pendekatan humanis, menghormati nilai-nilai kemanusiaan, serta mengutamakan keselamatan personel dan masyarakat. Kami meyakini bahwa keamanan yang berkelanjutan tidak hanya dibangun melalui pelaksanaan tugas yang profesional, tetapi juga melalui kepedulian, komunikasi, dan kepercayaan masyarakat. Karena itu, sinergi seluruh pihak perlu terus diperkuat demi mewujudkan Papua yang aman, damai, dan sejahtera,” tegas Wakaops Damai Cartenz-2026.

Melalui pengarahan tersebut, seluruh personel diharapkan semakin memperkuat profesionalisme, menjaga keselamatan dalam pelaksanaan tugas, serta mengedepankan pendekatan yang menghormati nilai-nilai kemanusiaan. Koordinasi yang solid antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat juga diharapkan mampu mendukung terwujudnya stabilitas keamanan serta pembangunan Papua yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *