HUKRIM

Kapolda Papua Tengah Turun Atur Lalu Lintas hingga Jadi Pembina Upacara, Pesan Pelajar Jauhi Narkoba dan Bullying

308
×

Kapolda Papua Tengah Turun Atur Lalu Lintas hingga Jadi Pembina Upacara, Pesan Pelajar Jauhi Narkoba dan Bullying

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

NABIRE, Nemangkawipos.com – Memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus membangun karakter generasi muda menjadi perhatian Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini. Senin (19/10/2026) pagi, ia bersama Wakapolda Papua Tengah Kombes Pol. Dr. Gustav R. Urbinas dan sejumlah personel turun langsung mengatur arus lalu lintas di sekitar SMP Negeri 1 Nabire dan SMA Negeri 1 Nabire sebelum Kapolda bertindak sebagai pembina upacara bendera di hadapan para guru dan siswa.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 06.30 WIT tersebut merupakan bagian dari pengaturan lalu lintas atau strong point untuk membantu kelancaran aktivitas masyarakat, terutama para pelajar yang berangkat ke sekolah.

Kehadiran pimpinan Polda Papua Tengah di jalan raya juga menjadi bagian dari upaya memberikan rasa aman di ruang publik sekaligus mendengar langsung keluhan masyarakat. Kegiatan ini sejalan dengan program Quick Wins Kapolri, termasuk upaya mendekatkan pelayanan kepolisian kepada masyarakat dan pelaksanaan program Polisi Peduli Pendidikan (POLIDIK).

Baca Juga :

Usai melakukan pengaturan lalu lintas, Kapolda Papua Tengah melanjutkan kegiatan dengan menjadi pembina upacara bendera di SMA Negeri 1 Nabire. Dalam amanatnya, Jermias menekankan pentingnya pendidikan, kedisiplinan, pembentukan karakter, serta tanggung jawab generasi muda dalam menentukan masa depan Papua Tengah.

“Anak-anakku sekalian yang saya banggakan, kalian adalah generasi penerus bangsa dan harapan masa depan Papua Tengah. Oleh karena itu, manfaatkan masa sekolah untuk belajar dengan tekun, disiplin, menghormati guru dan orang tua, serta membangun karakter yang baik,” ujar Jermias.

Menurutnya, kehadiran Polri di lingkungan sekolah bukan semata-mata untuk menjaga keamanan, tetapi juga memberikan pendampingan dan motivasi agar para pelajar tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, serta bertanggung jawab.

“Melalui kegiatan ini, Polri ingin hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga mendampingi generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, berkarakter, dan bertanggung jawab,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Jermias menyampaikan tiga pesan utama kepada para siswa. Pertama, ia mengingatkan pelajar agar menjauhi narkoba karena dapat merusak kesehatan, menghancurkan masa depan, dan menjerumuskan generasi muda ke dalam persoalan hukum.

“Jangan pernah mencoba narkoba karena rasa penasaran atau ajakan teman. Berani mengatakan tidak terhadap narkoba berarti berani menjaga masa depan sendiri,” tegasnya.

Kedua, Kapolda mengajak para pelajar menghindari kenakalan remaja, seperti tawuran, perkelahian, perundungan atau bullying, konsumsi minuman beralkohol, serta berbagai bentuk kekerasan dan pelanggaran hukum.

Ia menegaskan bahwa keberanian dan kehebatan seorang pelajar tidak diukur dari rasa takut yang ditimbulkan terhadap orang lain, melainkan dari sikap positif, prestasi, dan kemampuannya menghormati sesama.

“Ukuran kehebatan seorang pelajar bukanlah seberapa besar orang lain merasa takut kepadanya. Jangan merasa hebat karena ditakuti, melainkan bagaimana ia menunjukkan sikap yang baik, meraih prestasi, dan menghormati sesama,” pesannya.

Ketiga, Jermias mengingatkan para siswa agar bijak menggunakan media sosial. Para pelajar diminta tidak menyebarkan berita bohong, menghina orang lain, ataupun terlibat dalam perundungan di dunia maya.

“Gunakan teknologi untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi diri,” ujarnya.

Selain memberikan motivasi kepada siswa, Kapolda menyampaikan apresiasi kepada kepala sekolah dan para guru atas pengabdian mereka dalam mendidik generasi muda. Ia menegaskan bahwa perlindungan anak membutuhkan kerja sama antara kepolisian, sekolah, orang tua, dan masyarakat.

“Mari kita perkuat kerja sama antara Polri, sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk melindungi anak-anak kita dari narkoba, kekerasan, dan pengaruh negatif lingkungan,” katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kabid Humas Polda Papua Tengah, Kompol Henry J. Manurung, menjelaskan bahwa pengaturan lalu lintas yang dilakukan Kapolda, Wakapolda, dan personel kepolisian merupakan bagian dari tugas Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Kehadiran personel di sekitar lingkungan sekolah bertujuan membantu kelancaran arus lalu lintas sekaligus memberikan rasa aman bagi para pelajar dan pengguna jalan pada jam masuk sekolah,” tegas Henry.

Ia menambahkan, kehadiran Kapolda di lingkungan sekolah juga menunjukkan perhatian Polri terhadap dunia pendidikan, khususnya dalam memberikan motivasi kepada generasi muda agar menjauhi perilaku negatif dan fokus meraih cita-cita.

“Melalui program POLIDIK, kami ingin membangun kedekatan dengan para pelajar sekaligus memperkuat sinergi dengan pihak sekolah. Pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda merupakan tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Melalui pengaturan lalu lintas dan kegiatan edukasi di sekolah, Polda Papua Tengah berharap kehadiran Polri semakin dirasakan masyarakat, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, tertib, dan mendukung tumbuhnya generasi muda Papua Tengah yang berprestasi serta berkarakter.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *