HUKRIM

Kapolda Cup I 2026 Resmi Bergulir, 36 Tim SMP se-Nabire Bersaing Rebut Piala dan Hadiah Puluhan Juta Rupiah

428
×

Kapolda Cup I 2026 Resmi Bergulir, 36 Tim SMP se-Nabire Bersaing Rebut Piala dan Hadiah Puluhan Juta Rupiah

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

NABIRE, Nemangkawipos.com – Turnamen Mini Soccer Kapolda Cup I Tahun 2026 tingkat SMP se-Kabupaten Nabire resmi bergulir di Lapangan Polairud Polres Nabire, Samabusa, Distrik Teluk Kimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Rabu (14/10/2026) siang. Sebanyak 36 tim dari berbagai sekolah ambil bagian dalam kompetisi ini sebagai wadah bagi pelajar untuk mengembangkan bakat, mengasah kemampuan, sekaligus membuka peluang menuju dunia sepak bola profesional.

Turnamen tersebut dibuka langsung oleh Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini. Kegiatan ini turut dihadiri Wakapolda Papua Tengah Kombes Pol. Dr. Gustav R. Urbinas, seluruh Pejabat Utama (PJU) Polda Papua Tengah, delapan Kapolres se-Papua Tengah, serta Wakil Bupati Nabire, Burhanuddin Pawennari.

Dalam sambutannya, Kapolda Papua Tengah menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara, pihak sekolah, guru, pelatih, serta seluruh peserta yang telah mendukung terselenggaranya kompetisi tersebut. Ia menilai turnamen ini menjadi bukti bahwa aspirasi masyarakat, khususnya generasi muda, dapat diwujudkan melalui kolaborasi dan kepedulian terhadap pengembangan olahraga.

Baca Juga :

“Turnamen ini dapat kita laksanakan berkat aspirasi dari masyarakat, khususnya anak-anak muda di wilayah Timur Nabire yang dikomandoi Rexsi Rumakiek. Ini merupakan hal yang luar biasa. Mimpi untuk menghadirkan turnamen seperti ini akhirnya dapat terwujud,” ujar Jermias.

Menurutnya, kompetisi ini merupakan bentuk kepedulian kepolisian dalam memberikan ruang bagi generasi muda, khususnya pelajar usia SMP, untuk mengembangkan bakat dan kemampuan di bidang olahraga sepak bola.

“Turnamen ini adalah wadah kepedulian kepolisian untuk memberikan ruang bagi anak-anak usia emas mengembangkan bakatnya, khususnya di bidang olahraga,” pungkasnya.

Jermias mengaku bangga melihat tingginya antusiasme pelajar yang mengikuti turnamen tersebut. Menurutnya, keikutsertaan 36 tim menunjukkan besarnya minat terhadap sepak bola di kalangan pelajar SMP di Kabupaten Nabire.

“Pesertanya ada 36 tim. Artinya, sekitar 80 persen sekolah di Kabupaten Nabire ikut berpartisipasi dalam turnamen ini. Saya bangga melihat tingginya minat terhadap olahraga sepak bola, khususnya di kalangan anak-anak kita,” katanya.

Ia berharap Kapolda Cup I tidak sekadar menjadi ajang perebutan gelar juara, tetapi juga menjadi sarana pembinaan dan pencarian bibit pesepak bola muda yang berpotensi meniti karier profesional hingga memperkuat Tim Nasional Indonesia.

Jermias mencontohkan Senegal sebagai salah satu negara yang dinilainya mampu mengembangkan potensi pemain muda melalui pembinaan sepak bola. Menurutnya, keberhasilan melahirkan pemain berkualitas harus ditunjang sistem pembinaan yang baik, kompetisi berkelanjutan, serta kesempatan bagi pemain muda untuk terus meningkatkan kemampuan.

“Kita harus belajar dari negara-negara yang berhasil mengembangkan pemain mudanya. Kalau kita menyiapkan wadah yang baik bagi anak-anak kita, memberikan kesempatan untuk berkompetisi dan melakukan pembinaan secara berkelanjutan, saya yakin kita juga bisa melahirkan pemain-pemain profesional. Mengapa kita tidak bisa? Kita pasti bisa, asalkan kita mempersiapkannya dengan baik,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Jermias meminta seluruh peserta menampilkan kemampuan terbaik selama mengikuti kompetisi. Ia juga mengungkapkan telah menjalin komunikasi dengan Papua Football Academy (PFA) di Mimika dengan harapan dapat menghadirkan tim pencari bakat atau talent scouting ke Nabire untuk memantau potensi pemain muda.

“Saya minta adik-adik semua mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Bermainlah dengan sungguh-sungguh, tunjukkan bakat dan kemampuan kalian. Ke depan, saya akan berupaya menghadirkan tim talent scouting dari Papua Football Academy di Mimika ke Nabire untuk melihat potensi anak-anak kita. Siapa tahu, dari turnamen ini ada pemain yang bisa terpilih untuk dibina menjadi pemain profesional,” ungkapnya.

Selain menekankan prestasi, Kapolda juga mengingatkan seluruh pemain agar menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan. Ia berharap kompetisi yang bertujuan membangun prestasi tersebut tidak justru memicu perselisihan antarsekolah maupun antarindividu.

“Adik-adik, saya minta kalian bermain dengan menjunjung tinggi sportivitas. Jangan sampai turnamen ini justru menimbulkan masalah atau perselisihan, baik antarsekolah maupun antarindividu pemain. Kemenangan memang penting, tetapi persaudaraan, kedisiplinan, dan sikap saling menghormati jauh lebih penting,” pesannya.

Jermias turut meminta para wasit memimpin pertandingan secara profesional, adil, dan tegas agar seluruh rangkaian turnamen berjalan aman, tertib, serta lancar.

“Jika ada persoalan di lapangan, percayakan sepenuhnya kepada wasit dan juri,” pesannya.

Sementara itu, Ketua Panitia Turnamen Mini Soccer Kapolda Cup I Tahun 2026, Rexsi Rumakiek, mengaku bangga mendapat kepercayaan untuk menyelenggarakan kompetisi tersebut. Ia secara khusus mengapresiasi kesempatan yang diberikan kepada wilayah pinggiran Nabire, terutama Distrik Teluk Kimi, sebagai lokasi pelaksanaan turnamen.

Menurut Rexsi, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi pelajar dan masyarakat dari sejumlah wilayah di Papua Tengah, termasuk Teluk Kimi, Makimi, Moora, Napan, dan Wapoga.

“Terlaksananya turnamen ini, seluruh anak muda dan panitia merasa sangat bangga, khususnya yang ada di pinggiran Kota Nabire ini. Dengan ini kami sudah sangat diperhatikan dan diberikan kepercayaan. Ini adalah momen yang kami tunggu-tunggu, karena ini sangat penting bagi pelajar dan masyarakat dari sejumlah wilayah, termasuk Teluk Kimi, Makimi, Moora, Napan, dan Wapoga yang ada di wilayah Timur ini,” tegasnya.

Rexsi berpesan agar peserta tidak menjadikan hadiah, trofi, maupun medali sebagai tujuan utama. Ia ingin para pemain memanfaatkan turnamen tersebut untuk menunjukkan kualitas, keterampilan, dan kemampuan dalam mengolah si kulit bundar.

“Ini adalah sejarah. Di mana turnamen tingkat sekolah dapat terlaksana di ibu kota provinsi. Ini belum pernah terjadi, jadi jangan lihat dari total hadiahnya, tetapi tunjukkan kualitas kalian, agar kelak ada di antara adik-adik yang dapat bermain di klub sepak bola Tanah Air,” tegasnya.

Rexsi, yang selama ini memanfaatkan Lapangan Polairud Polres Nabire untuk membina anak-anak usia dini melalui sekolah sepak bola (SSB) yang dibentuknya, berharap pemerintah memberikan perhatian nyata terhadap kebutuhan fasilitas olahraga yang layak.

Ia menyampaikan bahwa kebutuhan utama yang diharapkan bukan bantuan uang, melainkan dukungan pemerintah dalam menyediakan sarana olahraga yang memadai bagi pembinaan generasi muda.

“Mumpung ada perwakilan pemerintah saat ini, ada hal yang ingin kami sampaikan. Kami tidak minta uang, tapi kami minta perhatian dari pemerintah. Tolong perhatikan kami. Kami butuh fasilitas olahraga yang baik dan layak,” ungkapnya.

Menurutnya, ketersediaan fasilitas yang memadai akan mendukung kegiatan latihan dan pembinaan atlet usia dini, sehingga potensi anak-anak di wilayah Nabire dan sekitarnya dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Turnamen Mini Soccer Kapolda Cup I Tahun 2026 tingkat SMP se-Kabupaten Nabire ini memperebutkan piala bergilir, piala tetap, medali, serta piagam dari Kapolda Papua Tengah. Selain penghargaan tersebut, panitia juga menyediakan hadiah uang pembinaan bagi tim yang berhasil meraih posisi empat besar.

Berikut rincian hadiah yang diperebutkan:
• Juara I: Rp25 juta.
• Juara II: Rp20 juta.
• Juara III: Rp15 juta.
• Juara IV: Rp10 juta.

Selain penghargaan untuk tim, panitia juga menyiapkan hadiah individu bagi tiga pemain terbaik, yakni Pemain Terbaik, Kiper Terbaik, dan Top Skor. Masing-masing penerima penghargaan akan memperoleh uang pembinaan sebesar Rp2 juta beserta piala.

Dengan melibatkan 36 tim pelajar, Turnamen Mini Soccer Kapolda Cup I Tahun 2026 diharapkan menjadi ruang kompetisi yang sehat sekaligus memperkuat pembinaan sepak bola usia dini di Kabupaten Nabire dan wilayah Papua Tengah.

Melalui kompetisi ini, para peserta diharapkan tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga membangun disiplin, persaudaraan, dan sportivitas. Dukungan berkelanjutan dari kepolisian, pemerintah, sekolah, pelatih, dan masyarakat diharapkan dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi talenta muda Papua untuk berkembang hingga ke tingkat nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *