organisasi

HMI dan GPII Bagikan 150 Masker Gratis, Minta Pemkab Mimika Ambil Langkah Antisipasi Kabut Asap

272
×

HMI dan GPII Bagikan 150 Masker Gratis, Minta Pemkab Mimika Ambil Langkah Antisipasi Kabut Asap

Sebarkan artikel ini

Capt: HMI Cabang Mimika bersama GPII Provinsi Papua Tengah saat membagikan masker gratis kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap dampak kabut asap di Mimika. Foto: Stendy

Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mimika bersama Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Provinsi Papua Tengah membagikan 150 masker gratis kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap dampak kabut asap akibat kebakaran hutan di wilayah Mimika.
<span;>Kegiatan sosial yang berlangsung pada Sabtu (10/10/2026) ini sekaligus menjadi momentum bagi kedua organisasi untuk mendorong pemerintah daerah memperkuat perlindungan kesehatan warga.

Pembagian masker dilaksanakan di Cafe Racing, bersamaan dengan agenda Rapat Koordinasi dan Silaturahmi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mimika bersama organisasi pemuda Islam se-Kabupaten Mimika. Sebanyak tiga pak masker disiapkan, dengan masing-masing pak berisi 50 lembar, untuk membantu masyarakat mengurangi paparan partikel asap ketika menjalankan aktivitas sehari-hari.

Baca Juga :

Ketua Umum HMI Cabang Mimika, Prayoga Romin Saputra, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk tanggung jawab sosial pemuda dalam merespons persoalan lingkungan yang berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Menurutnya, kondisi kabut asap perlu mendapat perhatian bersama karena berpotensi mengganggu kenyamanan dan keselamatan warga, terutama mereka yang beraktivitas di luar ruangan.

Dirinya menegaskan, pembagian masker merupakan langkah bantuan langsung yang perlu diikuti kebijakan antisipatif dari pemerintah. Ia meminta Pemerintah Kabupaten Mimika segera mengevaluasi kualitas udara dan menentukan langkah penanganan berdasarkan kondisi lapangan serta rekomendasi instansi teknis yang berwenang.

“Pembagian masker ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat. Namun, upaya tersebut tidak cukup tanpa langkah serius dari pemerintah untuk melindungi warga, khususnya anak-anak sekolah dan masyarakat yang setiap hari beraktivitas di luar ruangan,” ujar Prayoga.

Ia juga meminta pemerintah mempertimbangkan penyesuaian kegiatan belajar mengajar apabila kondisi udara dinilai membahayakan kesehatan peserta didik. Menurutnya, pembatasan sementara aktivitas sekolah maupun penerapan pembelajaran jarak jauh dapat menjadi alternatif apabila hasil pemantauan menunjukkan bahwa kegiatan tatap muka belum aman untuk dilaksanakan.

Selain sektor pendidikan, HMI mendorong Pemkab Mimika mempertimbangkan kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur dan pekerja yang memungkinkan menjalankan tugas dari rumah. Prayoga menilai kebijakan tersebut perlu disesuaikan dengan tingkat keparahan kabut asap, kebutuhan pelayanan publik, serta hasil kajian instansi terkait.

“Jangan sampai kita menunggu dampak yang lebih serius baru mengambil tindakan. Jika hasil pemantauan dan rekomendasi instansi terkait menunjukkan kondisi udara membahayakan, pemerintah harus mengambil langkah perlindungan. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut kegiatan sosial tersebut, HMI Cabang Mimika bersama GPII Provinsi Papua Tengah berencana melanjutkan pembagian masker ke sejumlah kampus dan sekolah di Mimika. Langkah ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak pelajar dan mahasiswa sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan selama kabut asap masih menjadi perhatian.

Dalam kegiatan tersebut, HMI Cabang Mimika turut menyampaikan apresiasi kepada Rabu Biru Foundation Mimika atas dukungan yang diberikan sehingga pembagian masker dapat terlaksana. HMI dan GPII berharap kolaborasi organisasi kepemudaan dengan lembaga sosial dapat terus diperkuat, disertai pemantauan kualitas udara secara berkala, koordinasi lintas sektor, serta upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan guna mengurangi dampak kabut asap terhadap masyarakat Mimika.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *