Masyarakat

Miris! Warga Wacakam Gali Kolam Tampung Air Hujan, Ibu-Ibu Terpaksa Isi Botol dengan Air Keruh

286
×

Miris! Warga Wacakam Gali Kolam Tampung Air Hujan, Ibu-Ibu Terpaksa Isi Botol dengan Air Keruh

Sebarkan artikel ini

Caption : Kondisi memprihatinkan warga Kampung Wacakam, Distrik Jita, Kabupaten Mimika. Dalam rekaman video terlihat warga menggali kolam untuk menampung air hujan, sementara seorang ibu terpaksa mengisi botol dengan air berwarna kuning akibat kesulitan mendapatkan air bersih saat musim kemarau. Foto: Tangkapan Layar Video Warga.

Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Kesulitan mendapatkan air bersih masih dialami masyarakat Kampung Wacakam, Distrik Jita, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Di tengah musim kemarau yang menyebabkan sumber air mengering, warga terpaksa mencari air seadanya. Bahkan, dalam sebuah rekaman video yang diterima redaksi Nemangkawipos.com, terlihat seorang ibu mengisi botol menggunakan air berwarna kuning, sementara warga lainnya menggali kolam untuk menampung air hujan.

Kondisi memprihatinkan tersebut terekam dalam video yang diterima redaksi Nemangkawipos.com pada Minggu malam (1/11/2026). Rekaman itu memperlihatkan perjuangan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari, terutama untuk minum dan memasak.

Dalam video itu, sejumlah warga terlihat menggali kolam yang nantinya digunakan untuk menampung air apabila hujan turun. Selain itu, tampak seorang ibu sedang mengisi botol dengan air berwarna kuning dari sumber air yang tersedia di lokasi.

Baca Juga :

Melihat kondisi tersebut, salah satu warga Kampung Wacakam, Sakarias, menyampaikan permohonan kepada Pemerintah Kabupaten Mimika agar segera memberikan perhatian dan pelayanan air bersih bagi masyarakat.

“Saya minta air, tahun ini susah. Bantuan dari Mimika coba layani saya ka. Kebutuhan air bersih sangat penting,” ungkap Sakarias dalam rekaman video tersebut.

Persoalan air bersih di Kampung Wacakam semakin menjadi perhatian karena Pemerintah Kabupaten Mimika sebelumnya telah membangun fasilitas penampungan air bersih di kampung tersebut. Namun, berdasarkan informasi yang disampaikan, pembangunan fasilitas itu belum selesai dan penampungan dilaporkan masih mengalami kebocoran.

Akibatnya, masyarakat hingga kini belum dapat memanfaatkan fasilitas tersebut untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Padahal, sarana itu diharapkan menjadi salah satu solusi untuk membantu warga mendapatkan akses air bersih, terutama untuk keperluan minum dan memasak.

Warga berharap dinas teknis terkait segera turun ke lapangan untuk memeriksa kondisi bangunan penampungan, memastikan penyebab kebocoran, serta menuntaskan pekerjaan yang belum diselesaikan oleh pihak pelaksana proyek.

Selain meminta penyelesaian pembangunan penampungan air bersih, masyarakat juga berharap pemerintah mempertimbangkan pembangunan sumur bor sebagai sumber air alternatif yang dapat diandalkan.

Menurut aspirasi warga, penampungan air hujan belum cukup menjawab kebutuhan masyarakat, terutama ketika musim kemarau berlangsung dan hujan sulit turun. Karena itu, keberadaan sumur bor dinilai perlu dipertimbangkan agar masyarakat memiliki akses terhadap sumber air yang lebih memadai.

Warga meminta Pemerintah Kabupaten Mimika melalui dinas terkait tidak hanya melihat persoalan ini dari laporan, tetapi juga turun langsung untuk memastikan kondisi yang sebenarnya dialami masyarakat Kampung Wacakam.

Mereka juga berharap pihak pelaksana proyek bertanggung jawab menyelesaikan pekerjaan pembangunan penampungan air sesuai peruntukannya, sehingga fasilitas yang telah dibangun dapat segera difungsikan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting bagi kehidupan dan kesehatan masyarakat. Karena itu, warga Kampung Wacakam berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar kesulitan air bersih yang mereka alami tidak terus berulang setiap musim kemarau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *