HUKRIM

Cegah Tawuran Pelajar, Wakapolda Papua Tengah Ajak Gereja dan Orang Tua Selamatkan Masa Depan Generasi Muda

158
×

Cegah Tawuran Pelajar, Wakapolda Papua Tengah Ajak Gereja dan Orang Tua Selamatkan Masa Depan Generasi Muda

Sebarkan artikel ini

Caption: Wakapolda Papua Tengah, Kombes Pol. Dr. Gustav R. Urbinas, saat menyampaikan pesan kamtibmas dalam kegiatan Minggu Kasih di Gereja GKI Yesus Rubasai, Kampung Kimi, Kabupaten Nabire, Minggu (1/11/2026). Ia mengajak tokoh agama, orang tua, guru, dan masyarakat bersama-sama mencegah perkelahian antarpelajar serta melindungi masa depan generasi muda.

Example 468x60

NABIRE, Nemangkawipos.com – Perkelahian antarpelajar dan pemuda menjadi perhatian Polda Papua Tengah. Untuk mencegah tindakan kekerasan yang dapat merusak masa depan generasi muda, kepolisian mengajak gereja, orang tua, guru, dan seluruh elemen masyarakat memperkuat pengawasan serta pembinaan anak-anak dan remaja sejak dini.

Ajakan tersebut disampaikan Wakapolda Papua Tengah, Kombes Pol. Dr. Gustav R. Urbinas, saat menyampaikan pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) melalui mimbar kegiatan Minggu Kasih di Gereja GKI Yesus Rubasai, Kampung Kimi, Kabupaten Nabire, Minggu (1/11/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Wakapolda didampingi Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Papua Tengah, Ny. Yuhanna Gustav Urbinas. Rangkaian kegiatan diawali dengan ibadah bersama jemaat yang dipimpin Pdt. Ketrina Sawen, dengan pembacaan firman Tuhan dari Roma 10:4-15 tentang “Kebenaran karena Iman”.

Baca Juga :

Usai ibadah, Gustav menyampaikan pesan kamtibmas sekaligus mengajak seluruh jemaat mengambil bagian dalam menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan penuh kasih. Ia secara khusus menyoroti pentingnya melindungi generasi muda dari pengaruh pergaulan negatif dan tindakan kekerasan.

Menurutnya, perkelahian antarpelajar bukanlah bentuk keberanian ataupun kehebatan. Sebaliknya, tindakan tersebut dapat merugikan diri sendiri, keluarga, sekolah, bahkan berujung pada persoalan hukum.

“Anak-anak kita adalah generasi penerus dan masa depan Papua Tengah. Jangan sampai masa depan mereka hancur hanya karena emosi sesaat, kesalahpahaman, ataupun ajakan teman yang mengarah pada tindakan kekerasan,” tegas Gustav.

Ia menjelaskan, pencegahan perkelahian antarpelajar tidak dapat dibebankan hanya kepada pihak kepolisian. Dibutuhkan keterlibatan bersama, mulai dari pengawasan orang tua, pendidikan karakter di sekolah, hingga pembinaan melalui lingkungan keluarga dan gereja.

Karena itu, ia mengajak seluruh jemaat untuk menanamkan nilai-nilai kasih Kristus, kedisiplinan, dan sikap saling menghormati kepada anak-anak serta remaja. Setiap persoalan juga diharapkan dapat diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah, bukan dengan kekerasan.

“Saya mengajak seluruh jemaat untuk menanamkan nilai-nilai kasih Kristus, kedisiplinan, saling menghormati, serta membiasakan penyelesaian setiap persoalan melalui komunikasi dan musyawarah,” ungkapnya.

Kepada para pemuda dan pemudi, Wakapolda berpesan agar menjadi generasi yang takut akan Tuhan, menghormati orang tua dan guru, rajin belajar, serta senantiasa menjaga ikatan persaudaraan.

Ia juga mengingatkan generasi muda agar tidak mudah terprovokasi, baik melalui ajakan secara langsung maupun informasi di media sosial yang berpotensi memicu perkelahian dan permusuhan.

“Saya mengajak generasi muda Papua Tengah agar tidak mudah terprovokasi, baik secara langsung maupun melalui media sosial, yang dapat memicu perkelahian dan permusuhan. Jadilah generasi yang membawa damai, bukan menciptakan pertikaian,” pesannya.

Gustav menjelaskan, kegiatan Minggu Kasih merupakan bagian dari upaya Polri mendukung program prioritas Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto melalui semangat “Polisi Bersama Masyarakat”.

Melalui kegiatan tersebut, Polri berupaya hadir lebih dekat dengan masyarakat, mendengarkan aspirasi jemaat, mempererat hubungan dengan tokoh agama, sekaligus mencari solusi bersama terhadap berbagai persoalan kamtibmas.

Ia kembali mengajak tokoh agama, orang tua, guru, pemuda-pemudi, dan seluruh jemaat untuk bersama-sama membimbing serta melindungi generasi muda dari tindakan kekerasan.

“Kami mengajak para tokoh agama, orang tua, guru, pemuda-pemudi, dan seluruh jemaat untuk bersama-sama membimbing serta melindungi generasi muda dari tindakan kekerasan. Mari jadikan gereja dan keluarga sebagai tempat menanamkan nilai-nilai kasih Kristus, perdamaian, persaudaraan, dan saling menghormati,” ungkapnya.

Wakapolda berharap sinergi antara Polri, gereja, keluarga, dan seluruh elemen masyarakat dapat terus diperkuat sehingga upaya pencegahan perkelahian antarpelajar berjalan secara berkelanjutan.

“Mari kita wujudkan Papua Tengah yang aman, damai, dan penuh kasih demi masa depan generasi muda yang lebih baik,” tutup Wakapolda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *