HUKRIM

TPNPB Klaim Bertanggung Jawab atas Penembakan Sopir di Jalur Trans Wamena-Nduga

31
×

TPNPB Klaim Bertanggung Jawab atas Penembakan Sopir di Jalur Trans Wamena-Nduga

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

WAMENA, Nemangkawipos.com – Kelompok yang mengatasnamakan TPNPB Kodap III Ndugama Darakma mengklaim bertanggung jawab atas penembakan seorang sopir di jalur Trans Wamena-Nduga, Papua Pegunungan, Selasa (15/9/2026) sekitar pukul 09.25 WIT.

Klaim tersebut disampaikan melalui siaran pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB yang beredar di sejumlah grup WhatsApp pers pada Selasa (15/9/2026) dan dikaitkan dengan Panglima TPNPB Kodap III Ndugama Darakma, Egianus Kogeya.

Dalam pernyataan tersebut, kelompok itu menyebut korban sebagai seseorang yang mereka tuduh sebagai agen intelijen militer pemerintah Indonesia. Namun, tuduhan tersebut merupakan klaim sepihak dari TPNPB dan belum terverifikasi secara independen.

Baca Juga :

Media lokal juga memberitakan adanya klaim TPNPB mengenai penembakan seorang sopir di jalur Trans Wamena-Nduga pada waktu yang disebutkan tersebut.

Dalam siaran persnya, TPNPB juga mengeluarkan pernyataan yang mengancam warga pendatang yang bekerja sebagai sopir taksi maupun pengemudi ojek di sejumlah jalur wilayah Papua Pegunungan.

Kelompok tersebut meminta warga yang disebut sebagai “imigran Indonesia” menghentikan aktivitas di sejumlah ruas jalan, antara lain Wamena-Nduga, Wamena-Tolikara, Wamena-Yalimo hingga Wamena-Jayapura.

TPNPB bahkan menyatakan akan melakukan tindakan kekerasan terhadap warga yang tetap melintas apabila ultimatum tersebut tidak dipatuhi.

Pernyataan tersebut juga menyebut kawasan Wamena, Habema, Nduga hingga Mumugu sebagai wilayah yang menurut kelompok tersebut harus dikosongkan dari warga pendatang.

Ancaman tersebut merupakan pernyataan dari kelompok bersenjata dan tidak dapat dijadikan dasar hukum untuk melarang warga sipil melakukan aktivitas atau menggunakan fasilitas umum.

Dalam pernyataan yang sama, TPNPB meminta aparat keamanan melakukan evakuasi terhadap korban penembakan serta kendaraan yang disebut telah dibakar.

Kelompok tersebut juga meminta warga Papua tidak terlibat dalam proses evakuasi korban yang dilakukan di jalur Trans Wamena-Nduga.

Hingga berita ini diterbitkan, informasi mengenai identitas korban, kondisi korban, serta kronologi lengkap kejadian masih memerlukan konfirmasi dari aparat keamanan dan pemerintah daerah.

Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya perhatian aparat terhadap keamanan di wilayah Papua Pegunungan.

Sebelumnya, Satgas Operasi Damai Cartenz mengidentifikasi dua orang berinisial PN dan KT sebagai anggota kelompok bersenjata yang masuk dalam DPO kepolisian dan diduga terkait penembakan tiga ASN Dinas Pertanian Jayawijaya pada 9 September 2026. Polisi juga menyebut keduanya diduga memiliki keterkaitan dengan penembakan dua warga sipil pada Festival Budaya Lembah Baliem pada Agustus 2026.

Rangkaian kejadian tersebut membuat aparat meningkatkan pengamanan di wilayah Wamena dan sekitarnya serta melakukan pengejaran terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan bersenjata.

Sementara itu, klaim TPNPB mengenai penembakan sopir pada 15 September masih perlu ditindaklanjuti melalui penyelidikan aparat untuk memastikan identitas korban, kronologi kejadian dan pihak yang bertanggung jawab.

Masyarakat juga diimbau tidak mengambil tindakan sendiri dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar situasi keamanan tidak semakin memanas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *