HUKRIM

Polisi Identifikasi PN dan KT dalam Video Call, Dua DPO Kasus Kekerasan di Papua Diburu

3
×

Polisi Identifikasi PN dan KT dalam Video Call, Dua DPO Kasus Kekerasan di Papua Diburu

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAYAPURA, Nemangkawipos.com – Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 mengidentifikasi dua orang berinisial PN dan KT yang terlihat dalam cuplikan video call yang beredar di media sosial. Polisi memastikan keduanya merupakan daftar pencarian orang (DPO) yang telah masuk dalam daftar kepolisian.

Identifikasi dilakukan dengan mencocokkan cuplikan video yang beredar dengan data serta ciri-ciri yang telah dimiliki polisi. Hasil pencocokan tersebut kini menjadi bagian dari pengembangan penyelidikan untuk mengetahui keberadaan keduanya.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., mengatakan identitas kedua orang tersebut telah dipastikan setelah dilakukan pengecekan.

Baca Juga :

“Setelah kami sandingkan dengan data yang kami miliki serta ciri-ciri yang ada pada kami, kami memastikan dua orang tersebut merupakan PN dan KT yang masuk dalam DPO kami,” kata Yusuf saat dikonfirmasi media, Jumat (11/9/2026).

Menurut kepolisian, PN dan KT diduga memiliki keterkaitan dengan sejumlah perkara kekerasan di Papua. Keduanya disebut sebagai anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) Kodap III Ndugama pimpinan Egianus Kogoya.

Polisi juga menduga keduanya terlibat dalam penembakan saat Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) di Kabupaten Jayawijaya pada 8 Agustus 2026 yang menyebabkan dua warga sipil mengalami luka tembak.

Selain perkara tersebut, PN dan KT juga disebut memiliki keterkaitan dengan kasus penyanderaan pilot Susi Air, Kapten Philip Mark Mehrtens, di Kabupaten Nduga pada 7 Februari 2023. Pilot tersebut kemudian dibebaskan pada 21 September 2024.

“Keterlibatan dalam kasus penembakan pada saat berlangsungnya Festival Budaya Lembah Baliem dan penyanderaan pilot Susi Air ini merupakan sebuah perkembangan bagi kami. Dari hasil identifikasi ini, kami masih terus melakukan pengejaran untuk mengetahui keberadaan para pelaku,” ujar Yusuf.

Pengembangan terhadap PN dan KT juga dilakukan di tengah penyelidikan kasus penembakan tiga warga sipil yang merupakan ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya di Distrik Muliama pada 9 September 2026.

Dalam peristiwa tersebut, ketiga korban diketahui sedang menjalankan kegiatan kedinasan. Mereka sebelumnya memberikan bantuan ternak anak babi, melakukan pengecekan lahan cetak sawah serta memberikan penyuluhan peternakan.

Saat perjalanan kembali menuju Wamena, kendaraan yang membawa rombongan diduga dihadang kelompok bersenjata dan diperintahkan berhenti.

Ketiga korban kemudian diminta turun dari kendaraan dan digiring ke bagian belakang kendaraan. Tidak lama berselang, terdengar tiga kali letusan senjata api.

Setelah melakukan penembakan, kelompok tersebut kemudian melarikan diri dari lokasi. Dari informasi awal yang diperoleh polisi, para pelaku diduga membawa dua pucuk senjata api laras panjang dan sejumlah parang saat meninggalkan lokasi.

Polisi masih mendalami motif penembakan tersebut, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

Yusuf mengatakan aksi kekerasan tersebut diduga bertujuan mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat serta menimbulkan rasa takut di tengah warga.

“Target mereka adalah mengganggu kamtibmas dan menimbulkan rasa takut di masyarakat. Karena itu, kami terus melakukan pengejaran dan pengembangan untuk mengetahui siapa saja yang terlibat,” ucapnya.

Untuk mengantisipasi gangguan keamanan sekaligus mendukung pengejaran, Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 telah melakukan penebalan personel di Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

Yusuf mengingatkan bahwa masyarakat merupakan pihak yang paling merasakan dampak dari aksi kekerasan dan ancaman keamanan.

Ia mengajak masyarakat tidak mudah terprovokasi serta memberikan informasi kepada aparat apabila mengetahui keberadaan para DPO.

“Selama ini masyarakat justru menjadi pihak yang merasakan dampak dari ancaman dan kekerasan tersebut,” katanya.

Yusuf juga menegaskan, Satgas Operasi Damai Cartenz akan terus melakukan penegakan hukum terhadap pihak yang melakukan ancaman, teror maupun kekerasan terhadap masyarakat.

“Satgas Operasi Damai Cartenz tidak akan ragu memberikan tindakan tegas dan terukur terhadap pihak yang mengancam dan meneror masyarakat. Namun seluruh tindakan tetap dilakukan sesuai dengan prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., mengatakan setiap informasi dan alat bukti yang diperoleh akan terus dikembangkan.

“Setiap informasi yang kami peroleh akan kami dalami dan tindak lanjuti sesuai prosedur hukum. Kami terus berupaya mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dan memastikan proses penegakan hukum berjalan secara profesional,” ujarnya.

Faizal menegaskan aparat tetap mengedepankan prosedur dalam setiap tindakan. Namun, jika petugas mendapat perlawanan saat melakukan penegakan hukum, tindakan tegas dan terukur akan dilakukan sesuai aturan.

Sementara itu, tiga jenazah korban penembakan telah dipulangkan ke daerah asal masing-masing.

Satu jenazah telah dipulangkan pada Kamis (10/9/2026), sedangkan dua jenazah lainnya diberangkatkan pada Jumat (11/9/2026).

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., meminta masyarakat Jayawijaya, khususnya di Wamena, tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, dan tidak menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya,” kata Adarma.

Ia juga meminta masyarakat yang mengetahui keberadaan PN, KT maupun informasi lain yang dapat membantu pengungkapan kasus untuk segera melapor kepada kepolisian.

“Kami menjamin kerahasiaan informasi dan identitas pemberi informasi,” ujarnya.

Selain itu, Satgas mengingatkan petugas dari dinas maupun instansi pemerintah yang akan melakukan kegiatan di lapangan agar lebih dulu berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat.

Koordinasi tersebut dinilai penting agar kegiatan kedinasan di lapangan dapat berjalan dengan aman dan mendapat dukungan pengamanan apabila diperlukan.

Hingga kini, pencarian terhadap PN, KT dan pihak lain yang diduga terlibat masih terus dilakukan. Polisi juga masih mengembangkan hasil olah TKP, keterangan saksi dan bukti lainnya untuk mengungkap secara menyeluruh kasus penembakan tiga warga sipil di Jayawijaya.
(Redaksi)

Penulis: StendiEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *