HUKRIM

TPNPB Klaim Bertanggung Jawab atas Pembakaran Rumah di Enarotali, Sebut 11 Orang Tewas

33
×

TPNPB Klaim Bertanggung Jawab atas Pembakaran Rumah di Enarotali, Sebut 11 Orang Tewas

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PANIAI, Nemangkawipos.com – Kelompok yang mengatasnamakan TPNPB Kodap XIII Kegepa Nipouda Paniai menyatakan bertanggung jawab atas aksi pembakaran sejumlah rumah di Kota Enarotali, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, pada Senin (7/9/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan melalui siaran pers yang disebut dikeluarkan Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB pada Jumat (11/9/2026). Pernyataan itu kemudian beredar luas melalui sejumlah grup WhatsApp di Papua Tengah.

Dalam siaran pers yang ditandatangani juru bicara TPNPB OPM, Sebby Sambom, kelompok tersebut mengklaim aksi dilakukan oleh pasukan TPNPB Kodap XIII Kegepa Nipouda Paniai, Batalyon 6 Obeigi Kago.

Baca Juga :

TPNPB menyebut pembakaran dilakukan terhadap rumah-rumah yang mereka tuding berkaitan dengan agen intelijen pemerintah Indonesia. Dalam klaim tersebut, mereka juga menyatakan terdapat 11 orang yang meninggal dunia akibat aksi pembakaran.

Namun, klaim mengenai jumlah korban, identitas korban maupun latar belakang rumah yang menjadi sasaran tersebut belum dapat dipastikan secara independen. Karena itu, informasi tersebut masih perlu dikonfirmasi kepada aparat keamanan dan pihak berwenang di Kabupaten Paniai.

Dalam pernyataannya, kelompok tersebut juga meminta TNI-Polri tidak melakukan penangkapan terhadap warga sipil dan menyatakan siap bertanggung jawab atas aksi tersebut.

TPNPB menyebut para korban yang mereka klaim sebagai sasaran merupakan agen intelijen yang selama ini diduga memantau aktivitas kelompok mereka. Mereka juga mengaitkan aksi tersebut dengan konflik bersenjata yang berlangsung di wilayah Papua.

Selain mengklaim bertanggung jawab, kelompok tersebut mengeluarkan peringatan kepada warga pendatang dan warga non-Papua yang berada di wilayah Paniai untuk meninggalkan daerah tersebut.

Mereka juga meminta masyarakat tidak mendekati aparat keamanan serta memperingatkan adanya kemungkinan operasi lanjutan di wilayah Kota Enarotali, Madi dan sekitarnya.

Dalam siaran pers tersebut, TPNPB turut menyebut sejumlah kelompok masyarakat, termasuk ASN, anggota legislatif, pekerja ojek, pedagang dan pelaku usaha, serta meminta mereka menghentikan aktivitas yang dianggap mendukung pemerintah Indonesia.

Pernyataan tersebut mendapat perhatian karena berisi ancaman terhadap kelompok masyarakat sipil. Klaim dan ancaman tersebut perlu disikapi dengan hati-hati agar tidak memicu keresahan maupun aksi balasan di tengah masyarakat.

Hingga berita ini ditulis, informasi mengenai jumlah korban dan kondisi sebenarnya di lokasi kejadian masih membutuhkan konfirmasi dari pihak berwenang. Polisi maupun pemerintah daerah diharapkan memberikan keterangan resmi mengenai kronologi, korban dan kerusakan yang terjadi.

Siaran pers tersebut juga meminta warga yang berada di wilayah konflik untuk menjauh dari aparat militer dengan alasan menghindari kemungkinan menjadi korban dalam konflik bersenjata.

Di bagian akhir, siaran pers mencantumkan nama Jenderal Goliath Tabuni, Letnan Jenderal Melkisedek Awom, Mayor Jenderal Terianus Satto dan Mayor Jenderal Lekagak Telenggen sebagai pimpinan yang disebut bertanggung jawab dalam struktur TPNPB-OPM.

Sementara itu, aparat keamanan masih perlu melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan seluruh informasi terkait pembakaran, jumlah korban serta pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa di Enarotali tersebut.
(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *