DPR

Reses di Hoeya, Anggota DPR Papua Tengah Soroti Belum Beroperasinya Lapangan Terbang

2
×

Reses di Hoeya, Anggota DPR Papua Tengah Soroti Belum Beroperasinya Lapangan Terbang

Sebarkan artikel ini

Caption: Anggota DPR Papua Tengah Komisi IV bidang Infrastruktur dan Sumber Daya Alam, Peanus Uamang, saat memberikan keterangan kepada Nemangkawipos.com terkait tindak lanjut aspirasi masyarakat Distrik Hoeya mengenai belum beroperasinya lapangan terbang yang telah selesai dibangun. Dalam agenda reses tahap II, Peanus menegaskan pemerintah terus berupaya mempercepat proses operasional bandara melalui pemenuhan persyaratan administrasi dan pelaksanaan uji coba pendaratan (test landing), guna membuka akses transportasi, pelayanan kesehatan, pendidikan, dan aktivitas ekonomi masyarakat Hoeya. Foto: Stendy.

Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Anggota DPR Papua Tengah dari Komisi IV yang membidangi infrastruktur dan sumber daya alam, Peanus Uamang, menindaklanjuti aspirasi masyarakat Distrik Hoeya terkait belum beroperasinya lapangan terbang yang telah selesai dibangun di wilayah tersebut.

Kepada Nemangkawipos.com, Rabu (24/6/2026) Peanus menjelaskan bahwa persoalan tersebut menjadi salah satu keluhan utama yang disampaikan masyarakat saat dirinya melaksanakan agenda reses tahap II di Distrik Hoeya.

“Saat saya berkunjung ke Distrik Hoeya dalam rangka reses, masyarakat mempertanyakan mengapa lapangan terbang yang sudah selesai dibangun hingga saat ini belum juga beroperasi. Mereka ingin mengetahui kendala yang menyebabkan bandara tersebut belum dapat digunakan,” ujar Peanus.

Baca Juga :

Menindaklanjuti aspirasi tersebut, Peanus mengaku langsung mendatangi Dinas Perhubungan Kabupaten Mimika setibanya di Timika untuk memperoleh penjelasan mengenai perkembangan proses operasional bandara tersebut.

Menurutnya, berdasarkan penjelasan dari Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Mimika, pemerintah sebenarnya telah berupaya melakukan uji coba pendaratan (test landing) pesawat beberapa waktu lalu. Namun, pelaksanaan uji coba tersebut terkendala faktor cuaca yang tidak mendukung.

“Dari penjelasan Dinas Perhubungan, upaya test landing sudah pernah dilakukan sebanyak dua kali, tetapi gagal karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan. Selain itu, masih ada beberapa dokumen dan persyaratan aset yang harus dilengkapi melalui otoritas bandara yang berkedudukan di Merauke, Papua Selatan,” jelasnya.

Peanus mengatakan, setelah seluruh persyaratan administrasi dan teknis terpenuhi, pemerintah akan kembali melakukan uji coba pendaratan dengan persiapan yang lebih matang.

Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam terhadap persoalan tersebut dan terus berupaya agar bandara di Distrik Hoeya dapat segera difungsikan untuk melayani masyarakat.

“Harapan masyarakat adalah akses penerbangan ini dapat segera dibuka. Pemerintah juga memiliki harapan yang sama karena kehadiran bandara sangat penting untuk mendukung mobilitas warga dan membuka akses ekonomi di Distrik Hoeya,” katanya.

Menurut Peanus, Dinas Perhubungan Kabupaten Mimika berencana melakukan kunjungan lapangan ke Distrik Hoeya dalam waktu dekat guna memastikan kesiapan fasilitas bandara menjelang pelaksanaan test landing berikutnya.

Ia menambahkan, keterbatasan akses transportasi selama ini menjadi tantangan besar bagi masyarakat Hoeya. Dalam kondisi tertentu, warga harus menyewa helikopter dengan biaya yang cukup tinggi atau berjalan kaki menuju distrik terdekat.

“Bahkan ada masyarakat yang harus berjalan kaki hingga dua hari perjalanan untuk mencapai distrik terdekat. Karena itu, keberadaan transportasi udara sangat dibutuhkan untuk mendukung aktivitas ekonomi, pelayanan kesehatan, pendidikan, dan kebutuhan masyarakat lainnya,” tutup Peanus.

Penulis: StendiEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *