pemerintah kabupaten Mimika

GEGER DI TIMIKA! Oknum Polisi Diduga Tembak Pria hingga Tewas, Dipicu Dugaan Persoalan Rumah Tangga

581
×

GEGER DI TIMIKA! Oknum Polisi Diduga Tembak Pria hingga Tewas, Dipicu Dugaan Persoalan Rumah Tangga

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Peristiwa penembakan yang menewaskan seorang pria di kawasan Perumahan RR, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Minggu (2/8/2026), menggemparkan masyarakat. Kasus ini menjadi sorotan setelah terungkap bahwa terduga pelaku merupakan seorang anggota aktif Polri berinisial Aipda M, yang bertugas di Polsek Bandara.

Kapolres Mimika, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak, membenarkan bahwa anggota tersebut telah diamankan dan kini menjalani proses penyidikan di Mapolres Mimika.

“Benar, kejadian itu dilakukan oleh anggota kami yang berdinas di Polsek Bandara. Saat ini yang bersangkutan sudah diamankan dan sedang menjalani proses penyidikan sesuai ketentuan yang berlaku,” kata AKBP Alredo kepada wartawan di Mapolres Mimika, Mile 32.

Baca Juga :

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, peristiwa itu diduga dipicu konflik pribadi antara pelaku dan korban. Penyidik mendalami dugaan bahwa perselisihan berkaitan dengan persoalan rumah tangga, termasuk dugaan hubungan korban dengan istri pelaku.

Sebelum penembakan terjadi, pelaku disebut sempat mendatangi korban dan terjadi cekcok yang berujung pada aksi pemukulan. Setelah itu, situasi kembali memanas ketika korban diduga mendatangi pelaku sambil membawa sebilah parang.

Menurut keterangan awal pelaku kepada penyidik, korban mengancam dan mengayunkan parang ke arah mobil yang dikendarainya. Dalam kondisi tersebut, pelaku mengaku berusaha meninggalkan lokasi. Namun karena kendaraan harus mundur terlebih dahulu, ia merasa tidak memiliki ruang untuk menghindari ancaman.

“Pelaku menyampaikan kepada saya bahwa posisi mobil harus mundur terlebih dahulu. Kalau seandainya mobil bisa langsung jalan, kemungkinan dia akan meninggalkan lokasi dan tidak menanggapi korban. Dia merasa kesempatan untuk keluar dari situasi itu tidak ada, sehingga bertindak secara spontan,” ujar Kapolres.

Meski demikian, Kapolres menegaskan bahwa keterangan tersebut masih merupakan pengakuan awal pelaku dan belum menjadi kesimpulan penyidikan.

Saat ini penyidik masih mengumpulkan keterangan para saksi, melakukan pendalaman terhadap hasil olah tempat kejadian perkara, memeriksa barang bukti, serta menunggu hasil pemeriksaan forensik untuk memastikan kronologi dan motif secara utuh.

Usai insiden penembakan, Aipda M tidak melarikan diri. Ia justru langsung menghubungi rekannya di Polsek Bandara, mengakui perbuatannya, kemudian menyerahkan diri kepada kepolisian.

“Setelah melakukan penembakan, pelaku langsung menelepon temannya dan mengakui perbuatannya. Kemudian dia menuju Polsek untuk mengamankan diri sebelum dibawa ke Mapolres Mimika,” jelas AKBP Alredo.

Polres Mimika menegaskan proses hukum terhadap oknum anggota tersebut akan dilakukan secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu sesuai ketentuan yang berlaku.

Kapolres juga mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta memberikan kesempatan kepada penyidik untuk mengungkap fakta secara menyeluruh.

Kasus ini masih dalam tahap penyidikan, sehingga seluruh dugaan mengenai motif maupun kronologi akan dipastikan berdasarkan alat bukti dan hasil proses hukum yang sedang berjalan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *