Internasionalpemerintah kabupaten MimikaPemerintahanSwasta

PT Freeport Indonesia Setor Rp13,48 Triliun ke Papua Tengah dan Delapan Kabupaten

18
×

PT Freeport Indonesia Setor Rp13,48 Triliun ke Papua Tengah dan Delapan Kabupaten

Sebarkan artikel ini

Caption : Foto udara Smelter PT Freeport Indonesia (PTFI) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik. PTFI telah mewujudkan pengolahan dan pemurnian mineral terintegrasi di dalam negeri, mulai dari sektor hulu hingga hilir.

Example 468x60

JAKARTA, Nemangkawipos.com – PT Freeport Indonesia (PTFI) pada 8 April 2026 menyetorkan bagian keuntungan bersih tahun buku 2025 sebesar Rp2,88 triliun kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan delapan kabupaten di wilayah operasional perusahaan.

Setoran tersebut menjadi tambahan dari pembayaran sebelumnya sebesar Rp10,6 triliun yang telah disalurkan sepanjang tahun 2025 hingga 7 Mei 2026. Dengan demikian, total kontribusi PTFI kepada pemerintah daerah mencapai Rp13,48 triliun.

Sementara itu, total kontribusi perusahaan kepada negara tercatat mencapai Rp75 triliun, termasuk dividen sebesar Rp16,9 triliun kepada MIND ID sebagai pemegang saham Pemerintah Indonesia.

Baca Juga :

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, mengatakan perusahaan terus mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam menjalankan kewajiban kepada negara maupun daerah.

“Perusahaan senantiasa mengedepankan transparansi dan akuntabilitas dalam menjalankan kewajibannya kepada negara dan daerah dengan harapan agar dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat,” ujar Tony kepada Nemangkawipos.com, Jumat (8/5/2026).

Dari total Rp2,88 triliun bagian keuntungan bersih perusahaan tersebut, pembagiannya meliputi: Pemerintah Provinsi Papua Tengah menerima Rp720,5 miliar (1,5 persen), Kabupaten Mimika menerima Rp1,2 triliun (2,5 persen) Tujuh kabupaten lainnya masing-masing menerima Rp137,2 miliar dengan total Rp960,4 miliar (2 persen), yakni:
1. Kabupaten Nabire
2. Kabupaten Paniai
3. Kabupaten Puncak
4. Kabupaten Puncak Jaya
5. Kabupaten Dogiyai
6. Kabupaten Deiyai
7. Kabupaten Intan Jaya

Tony menambahkan, nilai kontribusi tersebut masih berpotensi meningkat seiring harga komoditas mineral yang masih relatif tinggi di pasar global.

Menurut Tony, operasional perusahaan saat ini masih berada dalam tahap pemulihan pasca insiden di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC).

“Dengan tingkat produksi yang baru mencapai sekitar 40 hingga 50 persen, perusahaan menargetkan dapat kembali mencapai kapasitas penuh pada awal tahun 2028,” katanya.

Selain kontribusi langsung kepada negara dan pemerintah daerah, PT Freeport Indonesia juga terus menjalankan berbagai program investasi sosial bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Sepanjang tahun 2025, nilai investasi sosial perusahaan mencapai Rp2 triliun dan direncanakan terus berlanjut sekitar 100 juta dolar AS atau setara Rp1,7 triliun per tahun hingga 2041.

“Keberhasilan PTFI sebagai perusahaan adalah ketika masyarakat di sekitar wilayah operasional turut meningkat taraf hidup dan kesejahteraannya. Kami percaya tidak ada perusahaan yang berhasil di tengah masyarakat yang gagal. Karena itu, kami akan terus tumbuh dan berkembang bersama masyarakat hingga selesainya operasi penambangan,” tutup Tony.

Penulis: StendyEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *