Masyarakat

Darah Sipil Kembali Tumpah di Kali Kabur Tembagapura, Pemuda Muslim Mimika Kecam Kekerasan

2
×

Darah Sipil Kembali Tumpah di Kali Kabur Tembagapura, Pemuda Muslim Mimika Kecam Kekerasan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Situasi keamanan di wilayah Kali Kabur, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, kembali memanas setelah insiden penembakan yang menewaskan dan melukai sejumlah warga sipil yang diduga merupakan pendulang tradisional.

Peristiwa tersebut memicu kepanikan di tengah masyarakat. Ratusan warga dilaporkan memilih meninggalkan lokasi dan mengungsi ke tempat yang dianggap lebih aman karena takut menjadi korban kekerasan bersenjata.

Suasana duka menyelimuti kawasan pegunungan Mimika. Tangisan keluarga korban pecah saat proses evakuasi dilakukan aparat keamanan dari lokasi kejadian.

Baca Juga :

Hingga kini, kronologi pasti insiden tersebut masih belum diketahui secara jelas. Namun berdasarkan keterangan warga, korban diduga merupakan masyarakat sipil yang sedang beraktivitas di sekitar area pendulangan.

Tokoh Pemuda Muslim Mimika, Arfini Letsoin, mengecam keras aksi kekerasan yang kembali menjadikan warga sipil sebagai korban konflik.

β€œIni bukan lagi soal politik atau ideologi, ini soal kemanusiaan yang sudah mati. Rakyat kecil hanya ingin makan, bukan ingin mati tertembus peluru. Jangan jadikan tanah ini sebagai panggung sandiwara berdarah,” tegas Arfini Letsoin, Sabtu (9/5/2026).

Menurutnya, konflik berkepanjangan di wilayah pegunungan Papua hanya meninggalkan trauma, rasa takut, dan penderitaan bagi masyarakat yang tidak terlibat langsung dalam pertikaian.

Meski aparat keamanan dilaporkan telah melakukan evakuasi dan memperketat pengamanan di sekitar lokasi, situasi di Tembagapura disebut masih berada dalam status siaga.

Peristiwa ini kembali memunculkan pertanyaan serius terkait perlindungan terhadap masyarakat sipil di wilayah konflik. Di saat warga hanya berusaha mencari nafkah untuk bertahan hidup, mereka justru berada di tengah ancaman kekerasan bersenjata yang terus berulang.

Pemuda Muslim Mimika juga mengimbau seluruh pihak agar menahan diri serta mengedepankan penyelesaian damai demi keselamatan masyarakat sipil.

Masyarakat diminta tetap waspada terhadap informasi yang belum terverifikasi dan mengutamakan keselamatan diri serta keluarga.

Peristiwa di Kali Kabur menjadi pengingat bahwa keamanan dan kemanusiaan harus menjadi prioritas utama di Tanah Papua. Ketika warga sipil kembali menjadi korban, maka sesungguhnya rasa kemanusiaan sedang dipertaruhkan.

Penulis: StendyEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *