organisasi

Ketua DPW Perempuan Bangsa: Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Jadi Upaya Pencegahan Konflik

2
×

Ketua DPW Perempuan Bangsa: Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Jadi Upaya Pencegahan Konflik

Sebarkan artikel ini

Capt: Ketua DPW Perempuan Bangsa, Yuliana Amisim, S.E. (Foto: Stendy)

Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Ketua DPW Perempuan Bangsa, Yuliana Amisim, S.E., menilai pembangunan dan pemberdayaan masyarakat harus menjadi salah satu instrumen penting dalam mencegah terjadinya konflik antarsuku di Kabupaten Mimika.

Menurut Yuliana, konflik atau perang antarsuku tidak selalu muncul hanya karena perbedaan identitas, sejarah, maupun kepentingan. Dalam kondisi tertentu, konflik dapat berkembang ketika masyarakat tidak memiliki cukup aktivitas positif, kesempatan ekonomi, ruang interaksi yang sehat, serta pembangunan yang melibatkan mereka secara langsung.

“Ketika masyarakat hidup tanpa aktivitas produktif dan merasa tidak memiliki masa depan yang jelas, tekanan sosial dan psikologis dapat meningkat. Kekecewaan itu bisa berkembang menjadi iri, kecemburuan sosial, frustrasi, dendam, dan saling tidak percaya,” ujarnya.

Baca Juga :

Ia mengatakan, apabila kondisi tersebut tidak dikelola dengan baik, berbagai persoalan sosial dapat menjadi pemicu yang memperbesar potensi konflik di tengah masyarakat.

Karena itu, Yuliana mendorong pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan menjadikan pembangunan sebagai bagian dari upaya menciptakan perdamaian. Masyarakat, kata dia, tidak boleh hanya ditempatkan sebagai penerima manfaat pembangunan, tetapi harus dilibatkan sebagai pelaku utama.

“Pendidikan, olahraga, kegiatan kepemudaan, pemberdayaan ekonomi, pelatihan keterampilan, kegiatan sosial, serta penciptaan lapangan kerja harus diperbanyak. Ini penting terutama bagi generasi muda,” katanya.

Menurut Yuliana, pemberian ruang kepada masyarakat untuk berkegiatan secara positif dapat mengarahkan energi sosial yang berpotensi menjadi konflik menjadi energi untuk membangun daerah.

“Membangun masyarakat berarti membangun perdamaian. Menciptakan kesempatan berarti mengurangi frustrasi. Melibatkan masyarakat berarti menciptakan rasa memiliki. Dan memberikan masa depan kepada generasi muda berarti mencegah mereka mewarisi konflik,” tegasnya.

Ia berharap pembangunan di Mimika ke depan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat sumber daya manusia, membuka kesempatan ekonomi, serta menciptakan ruang yang sehat bagi masyarakat untuk berkembang.

Dengan demikian, pembangunan diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan, tetapi sekaligus menjadi fondasi bagi terciptanya kehidupan masyarakat yang aman, harmonis, dan damai.

Penulis: StendiEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *