Masyarakat

Kemarau Panjang Picu Kekeringan dan Kebakaran, Intelektual Puncak Ajak Warga Berdoa

3
×

Kemarau Panjang Picu Kekeringan dan Kebakaran, Intelektual Puncak Ajak Warga Berdoa

Sebarkan artikel ini

Capt: Kondisi halaman rumah warga di Puncak, Papua Tengah, tampak dipenuhi butiran es setelah hujan es melanda wilayah tersebut. Dampak cuaca ekstrem turut memengaruhi kondisi tanaman dan lingkungan masyarakat. Foto: Stendy

Example 468x60

PUNCAK, Nemangkawipos.com – Kondisi kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, mulai berdampak terhadap lingkungan dan tanaman masyarakat.

Intelektual Puncak Papua Tengah, Nopi Tabuni, S.IP, mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan berdoa agar kondisi alam segera kembali normal.

Menurut Nopi, kemarau panjang membuat hutan dan alang-alang menjadi kering sehingga mudah terbakar. Kondisi tersebut juga berdampak terhadap tanaman yang menjadi sumber pangan masyarakat.

Baca Juga :

“Mari kita berdoa agar alam diatur sesuai dengan hukumnya sendiri, karena siapapun tidak bisa mengatur hukum alam. Kami sebagai umat hanya bisa memohon kepada Sang Pencipta agar semuanya dikembalikan seperti biasa. Tuhan tetap sayang kita semua,” ujar Nopi, Sabtu (22/8/2026).

Ia menjelaskan, kondisi kekeringan membuat berbagai jenis tanaman masyarakat mengalami kerusakan. Tanaman seperti ubi dan keladi disebut mengalami kelayuan akibat kondisi panas dan kekeringan.

“Kebakaran ini akibat dari kemarau panjang. Hutan dan alang-alang menjadi kering sehingga mudah terbakar. Tanaman juga terkena panas, sehingga berbagai jenis tanaman seperti ubi dan keladi semuanya layu, seperti tersiram air panas,” katanya.

Nopi berharap kondisi tersebut segera berakhir sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas dan memenuhi kebutuhan pangan dari hasil kebun mereka.

Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan, terutama di tengah kondisi cuaca yang kering. Warga diharapkan berhati-hati terhadap sumber api yang dapat memicu kebakaran dan segera melaporkan apabila menemukan titik api.

Bagi masyarakat Puncak, alam bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga sumber kehidupan. Karena itu, menjaga lingkungan di tengah kemarau menjadi tanggung jawab bersama sambil terus berharap kondisi alam segera kembali normal.

Penulis: StendiEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *