organisasiPolitik

Kekuatan Riil dari Tanah Papua: Primus Natikapereyau Dinilai Figur Tepat Nakhodai Golkar Mimika

5
×

Kekuatan Riil dari Tanah Papua: Primus Natikapereyau Dinilai Figur Tepat Nakhodai Golkar Mimika

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Dinamika internal Partai Golkar Kabupaten Mimika mulai menjadi perhatian sejumlah kalangan. Ketua DPD II KNPI Kabupaten Mimika, Rafael Taorekeyau, secara terbuka menyampaikan dukungannya kepada Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau, untuk memimpin Partai Golkar di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Menurut Rafael, Primus merupakan salah satu kader Golkar yang selama ini sudah menunjukkan kedekatan dengan masyarakat. Hal itu, kata dia, terlihat dari cara Primus menjalankan tugasnya sebagai Ketua DPRK Mimika dengan membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi.

“Kita semua sudah melihat dan mengetahui bersama selama ini. Bapak Primus Natikapereyau adalah salah satu anggota DPRK Kabupaten Mimika yang sekarang menjabat sebagai ketua. Beliau betul-betul menjadi penyambung lidah rakyat,” kata Rafael saat ditemui di Timika, Rabu (16/9/2026).

Baca Juga :

Rafael mengatakan, selama memimpin DPRK Mimika, Primus dinilai tidak menutup ruang bagi masyarakat maupun berbagai elemen yang ingin menyampaikan persoalan dan aspirasi.

Salah satu ruang yang disebut Rafael adalah pelaksanaan Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang selama ini menjadi bagian dari fungsi DPRK dalam menerima dan membahas aspirasi masyarakat bersama pihak terkait.

“Bapak Primus selalu membuka ruang kepada rakyat dan seluruh kalangan yang ada di Kabupaten Mimika untuk menyampaikan aspirasinya. Di kantor DPRK beliau selalu buka ruang, baik melalui RDP maupun pertemuan lainnya, supaya aspirasi masyarakat bisa terserap dan disampaikan kepada pemerintah,” ujarnya.

Rafael juga menilai Primus memiliki karakter pribadi yang menurutnya menjadi salah satu kekuatan dalam menjalankan tugas sebagai pimpinan lembaga legislatif.

Ia menggambarkan Primus sebagai sosok yang tenang, tidak banyak berbicara, tetapi lebih mengutamakan tindakan dalam menjalankan tugasnya.

“Menurut saya, beliau sosok yang luar biasa. Karakternya tenang, penyayang, tidak banyak bicara, tetapi eksekusinya nyata untuk kepentingan rakyat,” tutur Rafael.

Selain itu, Rafael menyebut Primus memiliki kepedulian sosial yang tinggi terhadap masyarakat di Kabupaten Mimika.
Atas dasar itu, ia menilai Primus memiliki modal sosial untuk ikut mengambil bagian dalam kepemimpinan Partai Golkar di Mimika.

Tidak hanya soal Primus, Rafael juga menyoroti pentingnya kesempatan bagi putra-putri daerah untuk mengambil peran lebih besar dalam dunia politik dan pemerintahan di Mimika.

Menurutnya, ruang politik di daerah harus bisa melahirkan lebih banyak kader lokal yang memiliki kapasitas dan kemampuan untuk memimpin.

“Sudah saatnya putra daerah bisa memimpin di Kabupaten Mimika, menjadi tuan di negerinya sendiri dan menghadirkan putra daerah lainnya agar bisa masuk dalam ruang politik. Kita harus siapkan aktor-aktor politik yang hebat untuk ke depan,” katanya.

Rafael mengatakan dukungan tersebut merupakan sikap yang ia sampaikan sebagai Ketua DPD II KNPI Kabupaten Mimika.

“Kami KNPI DPD II tentu sangat mendukung Bapak Primus Natikapereyau bisa menjadi Ketua Golkar di Kabupaten Mimika,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat dan berbagai elemen di Mimika untuk bersama-sama menjaga komunikasi serta memberikan ruang kepada putra daerah yang ingin berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Rafael berharap dinamika kepemimpinan Partai Golkar di Mimika dapat mempertimbangkan aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat.

Ia secara khusus meminta DPP Partai Golkar melihat kondisi politik dan aspirasi dari daerah sebelum menentukan arah kepemimpinan partai di tingkat kabupaten.

“Kekuatan sesungguhnya yang dimiliki Bapak Primus adalah rakyat Mimika. Saya berharap DPP Partai Golkar di pusat dapat melihat aspirasi riil dari bawah ini,” ujarnya.

Rafael menambahkan, proses penentuan kepemimpinan Partai Golkar tetap merupakan kewenangan mekanisme internal partai. Namun, menurutnya, suara masyarakat dan kader di daerah juga penting menjadi bahan pertimbangan dalam proses tersebut.

Penulis: Stendi Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *