HUKRIM

Kapolda Papua Tengah Ajak Generasi Muda Jadikan Musik Reggae sebagai Pemersatu dan Pembawa Pesan Damai

219
×

Kapolda Papua Tengah Ajak Generasi Muda Jadikan Musik Reggae sebagai Pemersatu dan Pembawa Pesan Damai

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

NABIRE, Nemangkawipos.com – Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini mengajak generasi muda memanfaatkan musik sebagai ruang kreativitas, pemersatu perbedaan, dan sarana menyebarkan pesan perdamaian di tengah masyarakat. Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri Reggae Festival ke-XI (Culture & Art) Tahun 2026 di halaman Kantor Gubernur Papua Tengah, Kabupaten Nabire, Jumat (16/10/2026).

Festival yang turut dihadiri Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa dan para bupati tersebut menjadi ruang bagi anak-anak muda untuk mengekspresikan bakat sekaligus memperkuat persaudaraan melalui seni dan budaya.

Jermias mengatakan musik tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga memiliki kekuatan untuk mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang, komunitas, dan budaya. Menurutnya, musik reggae dapat menjadi media untuk membangun kebersamaan, menumbuhkan sikap saling menghargai, serta mengarahkan energi generasi muda ke kegiatan yang produktif.

Baca Juga :

“Musik memiliki kekuatan untuk menyatukan kita. Melalui musik reggae, anak-anak muda bisa berkumpul, membangun persaudaraan, saling menghargai perbedaan, dan menyalurkan energi positif melalui kreativitas,” ujarnya.

Ia menilai kegiatan seni dan budaya seperti Reggae Festival memiliki peran penting dalam membuka ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan, mengembangkan bakat, dan meningkatkan kepercayaan diri. Papua Tengah, katanya, memiliki banyak anak muda dengan potensi besar yang dapat dikembangkan melalui musik, seni, budaya, olahraga, serta berbagai sektor kreatif lainnya.

“Anak-anak muda Papua Tengah memiliki banyak potensi. Jangan pernah merasa rendah diri atau menganggap diri tidak mampu. Teruslah berkarya, berlatih, mengembangkan kemampuan, dan tunjukkan bahwa generasi muda Papua Tengah bisa bersaing serta meraih prestasi,” katanya.

Kapolda juga berharap komunitas musik reggae di Papua Tengah terus berkembang sebagai wadah pembinaan kreativitas dan pergaulan yang positif. Ia menekankan bahwa komunitas anak muda tidak seharusnya hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga perlu mendorong solidaritas, memperluas jejaring persahabatan, dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.

Selain mendorong pengembangan bakat, Jermias mengingatkan generasi muda agar turut bertanggung jawab menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing. Ia meminta anak-anak muda tidak mudah terprovokasi, menghindari tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain, serta tidak membiarkan perbedaan menjadi alasan untuk memecah persatuan.

“Saya mengajak seluruh anak muda untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Jangan mudah terprovokasi, jangan terlibat dalam tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain, dan jangan mudah terpecah belah oleh perbedaan,” tegasnya.

Menurut Jermias, peran generasi muda sangat penting dalam menjaga suasana damai di Papua Tengah. Semangat kebersamaan yang tumbuh melalui festival dan komunitas seni diharapkan dapat menjadi modal sosial untuk mempererat hubungan antarmasyarakat sekaligus mencegah potensi konflik.

Ia pun mengajak para musisi dan komunitas reggae menjadikan karya seni sebagai sarana menyampaikan nilai persaudaraan, persatuan, dan perdamaian. Dengan kreativitas yang terus berkembang serta keterlibatan aktif dalam menjaga lingkungan, generasi muda diharapkan mampu memberikan pengaruh positif bagi masyarakat.

“Jadikan musik sebagai sarana menyampaikan pesan perdamaian, persatuan, dan persaudaraan. Anak-anak muda harus mampu membawa pengaruh positif bagi lingkungan, menjadi contoh yang baik, serta ikut menjaga Papua Tengah agar tetap aman dan kondusif,” pesannya.

Melalui Reggae Festival ke-XI Tahun 2026, Jermias berharap generasi muda Papua Tengah semakin percaya diri dalam mengembangkan potensi, melahirkan prestasi, dan memperkuat persaudaraan. Musik dan kegiatan budaya diharapkan terus menjadi ruang kreatif yang menyatukan perbedaan sekaligus mendukung terciptanya Papua Tengah yang damai dan kondusif.

Penulis: Stendi Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *