Swasta

IFRC ke-8 di Mimika Uji Ketangguhan 17 Tim Penyelamat, UMKM dan Budaya Lokal Ikut Dipromosikan

8
×

IFRC ke-8 di Mimika Uji Ketangguhan 17 Tim Penyelamat, UMKM dan Budaya Lokal Ikut Dipromosikan

Sebarkan artikel ini

Caption : Suasana pelaksanaan Indonesian Fire dan Rescue Competition (IFRC) ke-8 tahun 2026 di Fireground Kuala Kencana, Kabupaten Mimika. Sebanyak 17 tim penyelamat dari 16 perusahaan sektor pertambangan dan energi mengikuti kompetisi yang menguji kemampuan penanganan keadaan darurat sekaligus mempromosikan UMKM dan budaya lokal. Foto: Dok. PTFI.

Example 468x60

KUALA KENCANA, Nemangkawipos.com – Sebanyak 17 tim penyelamat dari 16 perusahaan sektor pertambangan dan energi berkumpul di Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, untuk mengikuti Indonesian Fire & Rescue Competition (IFRC) ke-8 tahun 2026. Tidak hanya menjadi ajang menguji kemampuan personel dalam menghadapi situasi darurat, kompetisi ini juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk UMKM serta seni dan budaya masyarakat Mimika.

Memasuki hari kedua pelaksanaan, pada 26–27 Oktober 2026, para peserta beradu keterampilan dalam tiga kategori perlombaan yang digelar di Fireground Kuala Kencana, yakni Road Accident Rescue (RAR), Confined Space Rescue (CSR), dan High Angle Rescue (HAR).

Dalam setiap kategori, kemampuan peserta dinilai berdasarkan sejumlah aspek, mulai dari penanganan medis, teknik penyelamatan, komando operasi, koordinasi antarpersonel, hingga ketepatan dan efisiensi dalam menjalankan misi penyelamatan.

Baca Juga :

Ketua Komite Teknik Kompetisi IFRC 2026, Wiyono Minarno, mengatakan kompetisi tersebut tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana mengevaluasi kemampuan tim sekaligus memperbarui teknik penyelamatan agar sesuai dengan perkembangan standar keselamatan.

“Kompetisi ini menjadi sarana untuk mengevaluasi kemampuan tim sekaligus memperbarui teknik penyelamatan agar personel bekerja secara efisien, teliti, dan sesuai standar,” kata Wiyono.

Salah satu simulasi yang menarik perhatian peserta memperagakan proses penyelamatan korban tidak sadarkan diri di dalam ruang terbatas. Dalam skenario tersebut, tim harus terlebih dahulu memeriksa kondisi atmosfer menggunakan detektor gas, memasang ventilasi, kemudian memasuki area dengan menggunakan Self-Contained Breathing Apparatus (SCBA).

Setelah berhasil menjangkau korban, peserta diwajibkan memberikan pertolongan pertama sebelum melakukan evakuasi menggunakan peralatan khusus menuju zona medis.

Simulasi ini menuntut setiap anggota tim memiliki kemampuan teknis, komunikasi yang efektif, koordinasi yang solid, serta kepatuhan terhadap prosedur keselamatan kerja.

Selain menguji keterampilan di lapangan, IFRC 2026 juga menjadi ruang berbagi pengetahuan mengenai perkembangan teknologi penyelamatan. Sejumlah inovasi yang diperkenalkan meliputi pemanfaatan virtual reality untuk pelatihan, kamera pencitraan termal, serta perangkat penyangga yang dirancang lebih praktis dan aman.

Di luar arena kompetisi, PT Freeport Indonesia (PTFI) selaku tuan rumah turut menghadirkan pameran yang melibatkan UMKM binaan, paguyuban, serta Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Mimika.

Sebanyak 16 stan disiapkan untuk menampilkan beragam produk kerajinan, kuliner, dan ekonomi kreatif lokal. Salah satu produk yang diperkenalkan kepada pengunjung adalah Kopi Amungme Gold.

Ketua Panitia IFRC 2026, Periyadi, mengatakan kehadiran pameran tersebut merupakan bagian dari upaya PTFI agar penyelenggaraan kompetisi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, terutama pelaku usaha lokal.

“Melalui pameran ini, kami ingin membuka ruang yang lebih luas bagi UMKM lokal untuk memperkenalkan produknya sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat,” katanya.

Tidak hanya produk UMKM, pameran tersebut juga memperkenalkan seni dan budaya Kamoro, salah satu masyarakat adat yang berasal dari wilayah dataran rendah Mimika. Sejumlah paguyuban dan lembaga binaan PTFI turut ambil bagian dengan menampilkan produk serta kegiatan unggulan masing-masing.

PTFI juga menghadirkan stan interaktif yang memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk mengenal lebih dekat aktivitas pertambangan bawah tanah, mencoba simulator alat berat, hingga berfoto menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) dengan tampilan pakaian kerja pertambangan.

Sebagai informasi, Indonesian Fire & Rescue Competition (IFRC) merupakan kompetisi dua tahunan yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Tanggap Darurat di Bidang Pertambangan dan Energi Indonesia (Pertapindo) di bawah koordinasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Kompetisi ini menjadi wadah evaluasi, pembelajaran, serta pertukaran praktik terbaik bagi tim penyelamat di sektor pertambangan dan energi. Melalui kegiatan tersebut, kemampuan teknis, profesionalisme, dan kesiapsiagaan personel diharapkan terus meningkat dalam menghadapi berbagai kondisi darurat.

Melalui penyelenggaraan IFRC 2026 di Mimika, PTFI menegaskan komitmennya untuk mendukung penguatan budaya keselamatan sekaligus menghadirkan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat Papua.

Komitmen tersebut sejalan dengan semangat perusahaan, yakni “Tumbuh Bersama Papua, Berkarya untuk Indonesia”.

Penulis: Stendi Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *