BENCANA ALAMHUKRIM

Diduga Akibat Lilin yang Terus Menyala, Gereja Katolik di Pomako Mimika Ludes Dilahap Api

3
×

Diduga Akibat Lilin yang Terus Menyala, Gereja Katolik di Pomako Mimika Ludes Dilahap Api

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com  – Gereja Katolik Stasi St. Fransiskus Xaverius Pomako di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, ludes terbakar pada Selasa (27/5/2026) malam. Kebakaran diduga dipicu lilin ibadah yang lupa dipadamkan usai kegiatan doa bersama.

Selain menghanguskan bangunan gereja yang mayoritas berbahan kayu, insiden tersebut juga sempat diwarnai aksi pelemparan terhadap armada pemadam kebakaran oleh sejumlah warga yang kecewa karena petugas dianggap terlambat tiba di lokasi.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Pomako, Ipda Frits G. Nanlohi, menjelaskan bahwa sebelum kebakaran terjadi, jemaat melaksanakan ibadah sekitar pukul 18.00 WIT dengan menyalakan lilin di dalam gereja.

Baca Juga :

“Diduga setelah ibadah selesai, jemaat langsung pulang dan mengunci gereja tanpa menyadari masih ada lilin yang belum dipadamkan. Ketika lilin habis, api kemudian menyambar dinding gereja yang terbuat dari kayu,” ujar Frits.

Kobaran api dengan cepat membesar karena hampir seluruh konstruksi bangunan menggunakan material kayu sehingga api sulit dikendalikan.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Mimika, Agustina, mengatakan pihaknya mengerahkan tiga unit mobil pemadam kebakaran berkapasitas 3.000 liter untuk menangani peristiwa tersebut.

Namun dalam perjalanan menuju lokasi, salah satu armada mengalami kerusakan setelah dilempari warga di kawasan depan Pertamina Pomako.

“Ada pelemparan oleh warga karena mereka menilai petugas terlambat datang. Padahal posisi pos Damkar berada di pusat kota Timika, sementara lokasi kebakaran berada di Pomako yang jaraknya cukup jauh,” jelasnya.

Akibat situasi yang memanas, armada sempat ditarik kembali ke pos demi menghindari risiko terhadap keselamatan petugas.

Meski demikian, aparat kepolisian bersama petugas pemadam akhirnya berhasil mengendalikan situasi dan memadamkan sisa kobaran api.

Pasca kejadian tersebut, Pemerintah Kabupaten Mimika berencana memperluas jangkauan layanan pemadam kebakaran dengan membangun pos baru di wilayah pesisir.

“ Tahun ini kami rencanakan pembangunan pos Damkar di sekitar Mapurujaya supaya jika terjadi kebakaran di wilayah pesisir seperti Pomako, penanganannya bisa lebih cepat,” kata Agustina.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun kerugian material diperkirakan cukup besar karena bangunan gereja terbakar hingga rata dengan tanah.

Penulis: StendyEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *