BENCANA ALAMDPRHUKRIMMasyarakat

Ketua Fraksi Demokrat DPRK Mimika Minta Pemerintah Segera Bantu Gereja Pomako yang Terbakar

4
×

Ketua Fraksi Demokrat DPRK Mimika Minta Pemerintah Segera Bantu Gereja Pomako yang Terbakar

Sebarkan artikel ini

Caption: Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRK Mimika, Dessy Putrika, saat meninjau langsung lokasi kebakaran Gereja Katolik Stasi St. Fransiskus Xaverius Pomako di Kabupaten Mimika, Kamis (28/5/2026). Foto : Stendy

Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Gereja Katolik Stasi St. Fransiskus Xaverius Pomako di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, ludes terbakar pada Rabu (27/5/2026) malam. Peristiwa tersebut menyisakan duka mendalam bagi umat Katolik di wilayah LS Pomako.

Merespons kejadian itu, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRK Mimika, Dessy Putrika, langsung turun meninjau lokasi kebakaran pada Kamis pagi (28/5/2026) setelah menerima informasi dari masyarakat pada malam sebelumnya.

“Semalam saya dapat telepon dari masyarakat sekitar jam tujuh malam terkait kebakaran gereja di LS Pomako. Pagi ini saya langsung turun ke lokasi untuk melihat kondisi gereja secara langsung,” ujar Dessy kepada Nemangkawipos.com usai meninjau lokasi kebakaran.

Baca Juga :

Menurut Dessy, kondisi gereja sangat memprihatinkan karena seluruh bangunan beserta aset di dalamnya habis terbakar dan tidak ada yang berhasil diselamatkan.

“Tadi saya sudah bertemu dengan umat dan dewan gereja yang sedang berkumpul di lokasi. Setelah melihat langsung, kondisi gereja sangat memprihatinkan karena semua aset gereja habis terbakar. Bahkan patung Bunda Maria juga tidak sempat diselamatkan,” katanya.

Berdasarkan informasi yang diperolehnya dari umat dan pengurus gereja, kebakaran diduga dipicu oleh lilin yang lupa dipadamkan setelah pelaksanaan misa sore sekitar pukul 15.00 WIT.

“Informasinya sore tadi ada misa di gereja sekitar jam tiga sore, dan kemungkinan besar lilin di dalam gereja lupa dimatikan sehingga diduga menjadi sumber api,” ungkapnya.

Sebagai anggota DPRK dari daerah pemilihan (dapil) enam, Dessy berharap pemerintah daerah segera hadir dan memberikan perhatian serius terhadap kondisi gereja yang terbakar tersebut.

Ia menyebut pembangunan gereja selama ini dilakukan secara swadaya oleh masyarakat sehingga akan sangat sulit jika harus kembali dibangun hanya mengandalkan kemampuan umat.

“Berdasarkan informasi masyarakat, gereja ini awalnya dibangun secara swadaya. Kalau harus menunggu masyarakat kumpul uang sedikit demi sedikit lagi untuk bangun kembali dalam waktu dekat, rasanya sangat sulit,” ujarnya.

Dessy juga mengaku prihatin karena hingga dirinya meninggalkan lokasi kebakaran, belum ada kehadiran pemerintah daerah untuk melihat langsung kondisi masyarakat dan umat gereja yang sedang berduka.

“Sampai saya pulang dari lokasi tadi, informasinya pemerintah belum hadir melihat kondisi duka masyarakat dan umat Stasi Fransiskus Pomako. Padahal gereja ini juga sering dipakai untuk kegiatan posyandu dan pelayanan kesehatan ibu hamil serta bayi,” katanya.

Ia menambahkan bahwa dirinya telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan mengajukan permohonan bantuan, namun hingga kini belum mendapat respons.

“Saya sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan juga sudah buat pengajuan bantuan, tetapi sampai sekarang belum ada respons. Mungkin karena situasi masih libur,” tutup Dessy.

Penulis: StendyEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *