HUKRIM

Bripda Jhon Galu Situmorang Terluka Ditembak di Tolikara, Satgas Damai Cartenz Kembangkan Penyelidikan

3
×

Bripda Jhon Galu Situmorang Terluka Ditembak di Tolikara, Satgas Damai Cartenz Kembangkan Penyelidikan

Sebarkan artikel ini

Caption: Bripda Jhon Galu Situmorang, personel Polsek Ilu, Polres Puncak Jaya, saat mendapatkan penanganan medis setelah mengalami luka tembak dalam insiden di sekitar Jembatan Kuari, Kampung Umage, Distrik Umage, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan. Foto: Dok. Operasi Damai Cartenz

Example 468x60

TOLIKARA, Nemangkawipos.com – Seorang personel Polsek Ilu, Polres Puncak Jaya, Bripda Jhon Galu Situmorang, mengalami luka tembak saat rombongan personel kepolisian melintas di sekitar Jembatan Kuari, Kampung Umage, Distrik Umage, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, Kamis (20/8/2026).

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., membenarkan peristiwa tersebut saat memberikan keterangan pada Jumat (21/8/2026).

Menurut Yusuf, penembakan terjadi ketika anggota Polsek Ilu sedang melakukan observasi di jalan poros dari Puncak Jaya menuju Tolikara.

Baca Juga :

“Tiba-tiba diserang dengan kontak tembak dari ketinggian. Tembakan mengenai atap kendaraan dinas, di antaranya lampu rotator yang pecah, dan salah satu proyektil peluru mengenai anggota atas nama Bripda Jhon Galu Situmorang pada pangkal paha kiri,” kata Yusuf.

Usai kejadian, personel kepolisian langsung memprioritaskan penyelamatan korban. Bripda Jhon Galu Situmorang kemudian dibawa ke RSUD Karubaga untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun, karena keterbatasan fasilitas kesehatan, korban selanjutnya dievakuasi ke rumah sakit di Kabupaten Jayawijaya. Kondisi korban kemudian dilaporkan menurun sehingga pada Jumat siang kembali dievakuasi ke Jayapura untuk mendapatkan perawatan di RS Bhayangkara.

“Prioritas kami adalah memastikan korban mendapatkan penanganan medis secara optimal,” kata Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H.

Terkait pihak yang diduga bertanggung jawab atas penembakan tersebut, Satgas Operasi Damai Cartenz masih melakukan identifikasi dan penyelidikan.

Yusuf mengatakan, berdasarkan hasil identifikasi awal dan penyelidikan yang dilakukan, aparat menduga penembakan tersebut dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata yang disebut dipimpin Ternus Enumbi.

“Berdasarkan hasil identifikasi dan penyelidikan kami, pelaku patut diduga kelompok kriminal bersenjata pimpinan Ternus Enumbi,” ujarnya.

Selain mengevakuasi korban, personel juga melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian dan mengembangkan penyelidikan ke wilayah sekitar tempat kejadian perkara.

Menurut Yusuf, kondisi geografis di sekitar lokasi menjadi salah satu tantangan dalam proses penanganan karena terdapat tebing, kawasan berketinggian, serta hutan yang cukup lebat.

Yusuf mengatakan, dari kondisi kendaraan dinas yang digunakan rombongan personel, aparat menduga serangan tersebut menyasar anggota keamanan.

“Sasarannya aparat keamanan, karena korban menggunakan kendaraan dinas, jadi mudah diketahui, dengan kondisi banyak lubang tembakan terutama di bagian atap,” jelasnya.

Ia juga menyebut wilayah Tolikara dalam satu bulan terakhir masih memiliki tingkat kerawanan. Sebelumnya, pada bulan lalu, terjadi insiden yang mengakibatkan pekerja jalan menjadi korban.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., mengatakan penyelidikan terus dilakukan untuk memperoleh gambaran secara utuh mengenai peristiwa tersebut.

“Setiap informasi yang diperoleh akan kami verifikasi dan kembangkan untuk memastikan siapa yang bertanggung jawab atas kejadian ini. Penanganannya dilakukan berdasarkan fakta, keterangan dan alat bukti yang diperoleh dalam proses penyelidikan,” jelas Adarma.

Selain mengembangkan penyelidikan, aparat juga mencermati informasi mengenai potensi aksi lanjutan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Tolikara dan sekitarnya. Langkah antisipasi dilakukan dengan tetap memperhatikan keselamatan masyarakat maupun personel keamanan.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Warga yang mengetahui informasi berkaitan dengan kejadian tersebut dapat menyampaikannya kepada aparat keamanan melalui jalur yang tersedia.

Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 menegaskan bahwa penanganan perkara dilakukan secara profesional, terukur, dan berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku, dengan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat dan personel.

Penulis: StendiEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *