DPR

Air Bersih di Manasari Hanya Mengalir Saat Peresmian, DPRK Mimika Temukan Fakta Memprihatinkan

3
×

Air Bersih di Manasari Hanya Mengalir Saat Peresmian, DPRK Mimika Temukan Fakta Memprihatinkan

Sebarkan artikel ini

Capt : Ketua Pansus Air Bersih DPRK Mimika, Rizal Pata'dan bersama Wakil Ketua I DPRK Mimika Asri Akkas dan anggota pansus saat meninjau fasilitas air bersih di Kampung Manasari, Distrik Mimika Timur Jauh, yang dikeluhkan warga karena tidak berfungsi usai diresmikan, Minggu (24/5/2026). Foto: Stendy

Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com — Istilah “habis manis sepah dibuang” tampaknya menggambarkan kondisi proyek penyediaan air bersih di Kampung Manasari, Distrik Mimika Timur Jauh, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Fasilitas yang sempat diresmikan secara meriah itu ternyata tidak pernah berfungsi normal dan kini hanya menjadi pajangan.

Fakta tersebut ditemukan langsung oleh Panitia Khusus (Pansus) Air Bersih Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kampung Manasari, Minggu (24/5/2026).

Dalam dialog terbuka bersama tim pansus, warga meluapkan kekecewaan mereka terhadap proyek yang diharapkan mampu menjawab kebutuhan air bersih masyarakat.

Baca Juga :

“Air mengalir hanya saat peresmian saja. Kami sempat senang karena berpikir kebutuhan air bersih akhirnya terpenuhi. Tapi setelah peresmian selesai, sampai sekarang air tidak pernah mengalir lagi,” ungkap salah seorang warga di hadapan tim pansus.

Akibat fasilitas yang tidak berfungsi tersebut, warga terpaksa kembali mengandalkan air hujan untuk kebutuhan konsumsi dan sanitasi sehari-hari.

Rombongan Pansus Air Bersih DPRK Mimika dipimpin Ketua Pansus Rizal Pata’dan, didampingi Wakil Ketua Pansus Agustinus Murib, Sekretaris Pansus Federina Matirani, serta anggota pansus Herman Tangke Pare, Elias Rande Ratu, Daud Bunga, Benyamin Sasrira, Anton Pali, dan Bilianus Zoani. Kunjungan tersebut turut didampingi Wakil Ketua I DPRK Mimika, Asri Akkas.

Dalam peninjauan itu, warga juga mengeluhkan minimnya perawatan terhadap fasilitas yang telah dibangun. Tidak adanya petugas pengelola membuat sejumlah sarana mengalami kerusakan, termasuk beberapa kran air yang ditemukan dalam kondisi rusak dan tidak dapat digunakan.

Ketua Pansus Air Bersih DPRK Mimika, Rizal Pata’dan, mengaku prihatin dengan kondisi yang ditemukan di lapangan. Menurutnya, pembangunan fasilitas publik seharusnya benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat, bukan hanya berfungsi saat seremoni peresmian.

“Kita bangga seolah-olah telah melayani masyarakat dengan baik, tetapi kenyataannya sama sekali tidak dirasakan masyarakat. Fasilitas tidak dirawat dengan baik, bahkan kran-kran yang dipasang pun sudah rusak. Alat-alat canggih dipasang di sana, tetapi tidak ada gunanya,” ujarnya.

Rizal menegaskan bahwa persoalan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang tidak boleh diabaikan. Karena itu, pemerintah daerah melalui dinas teknis terkait diminta segera mengambil langkah konkret.

“Kami akan memanggil dinas teknis dalam waktu dekat agar bersama-sama mencari jalan keluarnya. Ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena air bersih merupakan kebutuhan mendasar masyarakat yang harus segera dipenuhi,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRK Mimika, Asri Akkas, juga menyayangkan kondisi fasilitas air bersih yang tidak berfungsi meski telah diresmikan.

Menurutnya, setiap program pembangunan harus dipastikan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan tidak berhenti hanya pada tahap seremoni.

“Kami sangat prihatin mendengar langsung keluhan masyarakat. Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting. Tidak boleh ada pembangunan yang hanya selesai pada saat peresmian, tetapi manfaatnya tidak dirasakan oleh masyarakat,” katanya.

Asri menegaskan bahwa kunjungan Pansus Air Bersih DPRK Mimika ke Kampung Manasari bukan sekadar peninjauan lapangan, melainkan untuk memastikan persoalan masyarakat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah.

“Masyarakat sudah menaruh harapan besar ketika fasilitas ini diresmikan. Mereka yakin persoalan air bersih akan teratasi. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Karena itu kami akan mendorong pemerintah melalui dinas teknis terkait untuk segera turun tangan memperbaiki sistem yang ada agar fasilitas ini bisa berfungsi dan dinikmati masyarakat,” tegasnya.

DPRK Mimika melalui Pansus Air Bersih berkomitmen mengawal hasil temuan tersebut hingga ada langkah nyata dari pemerintah daerah. Pansus berharap persoalan air bersih di Kampung Manasari segera diselesaikan sehingga masyarakat di Distrik Mimika Timur Jauh dapat memperoleh akses air bersih yang layak.

Penulis: StendyEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *