Pemerintahan

Kepala Kampung Nawaripi Apresiasi Sosialisasi Wawasan Kebangsaan DPR RI dan BPIP di SMAN 1 Timika

75
×

Kepala Kampung Nawaripi Apresiasi Sosialisasi Wawasan Kebangsaan DPR RI dan BPIP di SMAN 1 Timika

Sebarkan artikel ini

Caption: Kepala Kampung Nawaripi sekaligus Ketua Apdesi Kabupaten Mimika, Norman Ditubun, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan yang digelar DPR RI bersama BPIP di SMAN 1 Timika. Foto: Stendy.

Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Semangat kebangsaan dan penguatan nilai-nilai Pancasila terus ditanamkan kepada generasi muda Papua. Gerakan Kebijakan Pancasila bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menggelar kegiatan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Timika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Sabtu (25/7/2026).

Kegiatan edukatif tersebut mendapat sambutan hangat dari para pelajar, tenaga pendidik, serta tokoh masyarakat. Salah satunya datang dari Kepala Kampung Nawaripi, Norman Ditubun, yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Mimika.

Norman menyampaikan apresiasi kepada Anggota DPR RI Yan Permenas Mandenas, S.Sos., M.Si., yang dinilainya konsisten memberikan perhatian terhadap penguatan wawasan kebangsaan bagi generasi muda, khususnya di Tanah Papua.

Baca Juga :

“Bapak Yan Permenas Mandenas adalah salah satu putra terbaik Papua yang konsisten berbicara tentang wawasan kebangsaan. Beliau menyampaikan esensi ideologi negara dengan pemahaman yang mendalam dan lahir dari hati nurani. Kehadiran beliau membawa gagasan serta nilai-nilai Pancasila langsung di hadapan anak-anak SMA di Timika merupakan sebuah kehormatan besar bagi kami,” ujar Norman.

Menurutnya, pembinaan ideologi Pancasila kepada kalangan pelajar sangat penting untuk membentuk karakter generasi muda yang memiliki semangat nasionalisme, cinta tanah air, serta mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman suku, budaya, dan agama yang menjadi kekayaan bangsa Indonesia.

Norman berharap kegiatan serupa tidak hanya dilaksanakan sekali, tetapi dapat terus dilakukan secara berkelanjutan hingga menjangkau sekolah-sekolah lain di Kabupaten Mimika maupun wilayah Papua Tengah. Dengan demikian, semakin banyak generasi muda yang memperoleh pemahaman yang benar mengenai nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kegiatan yang dipusatkan di Aula SMAN 1 Timika tersebut dikemas dalam bentuk dialog interaktif antara narasumber dari DPR RI, BPIP, dan para pelajar. Dalam sesi tersebut, peserta diajak memahami pentingnya mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari sikap saling menghormati, menjaga toleransi, menjunjung tinggi persatuan, hingga membangun semangat gotong royong sebagai identitas bangsa.

Selain memberikan pemahaman mengenai dasar negara, para narasumber juga mengajak para siswa untuk menjadi generasi muda yang kritis, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan perkembangan zaman tanpa meninggalkan jati diri sebagai bangsa Indonesia.

Bagi para pelajar di Papua Tengah, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk berdialog langsung dengan wakil rakyat di tingkat nasional mengenai pentingnya menjaga keutuhan bangsa serta memperkuat rasa cinta terhadap Indonesia.

Norman menilai kehadiran tokoh nasional di lingkungan sekolah memberikan motivasi tersendiri bagi para siswa untuk terus belajar, berprestasi, dan berkontribusi dalam pembangunan daerah maupun bangsa.

“Kami berharap nilai-nilai Pancasila tidak hanya dipahami sebagai materi pelajaran, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga lahir generasi Papua yang berkarakter, berwawasan kebangsaan, serta mampu menjadi pelopor persatuan dan pembangunan di masa depan,” katanya.

Melalui kegiatan sosialisasi wawasan kebangsaan ini, DPR RI bersama BPIP diharapkan terus memperkuat pemahaman ideologi Pancasila di kalangan generasi muda sebagai fondasi utama dalam menjaga persatuan, memperkokoh semangat kebhinekaan, dan memperkuat komitmen terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *