HUKRIM

TNI Evakuasi Warga Pascaserangan OPM di Kalikuluk Tembagapura, Seorang Anak Meninggal Dunia

11
×

TNI Evakuasi Warga Pascaserangan OPM di Kalikuluk Tembagapura, Seorang Anak Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Duka kembali menyelimuti Papua setelah kelompok separatis bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) diduga melakukan penyerangan terhadap warga sipil di Camp Wini Kalikuluk MP 69, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Dalam insiden tersebut, seorang anak perempuan berusia sekitar 12 hingga 15 tahun meninggal dunia akibat luka tembak. Selain itu, satu warga lainnya mengalami luka tembak pada bagian betis kiri dan saat ini masih menjalani perawatan medis.

Berdasarkan informasi yang diterima dari Pen Koops TNI Habema, aksi penembakan diduga dilakukan kelompok OPM pimpinan Guspi Waker dari arah Camp David yang berada di seberang sungai.

Baca Juga :

Sebelum kejadian, personel Satgas TNI yang bertugas di wilayah MP 69 disebut telah mendeteksi adanya pergerakan mencurigakan. Tidak lama kemudian terdengar dua kali letusan senjata api yang disusul rentetan tembakan ke arah posisi personel Satgas TNI di sekitar Camp Wini Kalikuluk.

Situasi tersebut memicu kepanikan warga sipil. Sejumlah masyarakat memilih meninggalkan camp dan mengungsi ke lokasi yang dianggap lebih aman untuk menyelamatkan keluarga mereka.

Dalam kondisi tersebut, personel TNI bergerak melakukan evakuasi warga, khususnya perempuan dan anak-anak, sambil melakukan pengejaran terhadap kelompok bersenjata yang melarikan diri ke kawasan hutan.

Di tengah proses evakuasi, prajurit TNI menemukan seorang anak perempuan mengalami luka tembak pada bahu kiri di sekitar Camp Wini. Korban kemudian ditandu menuju fasilitas kesehatan terdekat.

Namun, korban dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan menuju pusat layanan kesehatan di Jalan Poros MP 69.

Kapen Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, mengatakan personel TNI di lapangan tetap mengedepankan perlindungan masyarakat sipil dalam setiap operasi pengamanan.

“Tindakan yang dilakukan personel telah sesuai prosedur dan dilakukan secara terukur untuk meminimalkan risiko jatuhnya korban dari masyarakat sipil. Keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu korban luka, Irince Wandikbo, mengaku tembakan berasal dari arah Camp David saat warga tengah berkumpul bersama keluarga di dalam camp.

Hingga kini, Satgas TNI Kewilayahan masih melakukan patroli pengamanan dan pendalaman terkait insiden penembakan tersebut. Pemantauan terhadap aktivitas kelompok OPM pimpinan Guspi Waker juga terus ditingkatkan.

Peristiwa ini kembali menambah daftar panjang kekerasan bersenjata di Papua yang berdampak langsung terhadap masyarakat sipil, termasuk perempuan dan anak-anak.

Di tengah situasi tersebut, masyarakat berharap Papua dapat kembali aman dan damai, sehingga anak-anak dapat tumbuh tanpa bayang-bayang kekerasan dan konflik bersenjata. (Sumber: Pen Koops TNI Habema)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *