Example floating
Example floating
pemerintah kabupaten Mimika

Tawur Agung Kesanga Perdana Digelar di Pusat Kota, Bupati: Simbol Harmoni Mimika

22
×

Tawur Agung Kesanga Perdana Digelar di Pusat Kota, Bupati: Simbol Harmoni Mimika

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Mimika menggelar Tawur Agung Kesanga dalam rangka Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dengan tema Vasudaiva Kutumbakam yang berarti “Satu Bumi, Satu Keluarga”, Rabu (18/3/2026).

Kegiatan yang dirangkaikan dengan pawai ogoh-ogoh ini menjadi yang pertama kali dilaksanakan di pusat kota, tepatnya di Lapangan Eks Pasar Swadaya, Jalan Yos Sudarso, Timika.

Pawai ogoh-ogoh secara resmi dilepas oleh Bupati Mimika Johannes Rettob bersama Wakil Bupati Emanuel Kemong, didampingi Ketua PHDI Mimika I Nyoman Dwitana serta diikuti masyarakat dan tamu undangan.

Baca Juga :

Sebelumnya, Bupati Johannes Rettob mendorong agar kegiatan keagamaan umat Hindu tidak hanya dilaksanakan di wilayah pura kawasan SP1–SP4, tetapi juga di pusat kota, sehingga dapat disaksikan dan didukung oleh seluruh umat beragama.

Dalam sambutannya, Bupati mengatakan Tawur Agung Kesanga merupakan simbol penyucian alam semesta dari unsur negatif guna menciptakan keseimbangan dan keharmonisan kehidupan.

“Nilai-nilai ini sangat penting untuk kita jaga agar Mimika tetap menjadi daerah yang damai, rukun, dan penuh toleransi,” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada umat Hindu dan panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut dengan penuh dedikasi.

Menurutnya, Tawur Agung Kesanga tidak hanya sebagai ritual keagamaan, tetapi juga memiliki makna mendalam dalam menjaga hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, serta alam semesta.

Bupati menambahkan, Hari Raya Nyepi merupakan momentum sakral bagi umat Hindu melalui pelaksanaan Catur Brata Penyepian, yakni introspeksi diri, menahan diri dari aktivitas duniawi, serta mendekatkan diri kepada Tuhan.

“Nilai ini tidak hanya relevan bagi umat Hindu, tetapi juga menjadi pelajaran bagi kita semua dalam kehidupan bermasyarakat,” jelasnya.

Ia menegaskan, keberagaman di Kabupaten Mimika merupakan kekuatan besar yang harus terus dirawat. Kerukunan antar umat beragama menjadi fondasi penting dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.

“Pemerintah Kabupaten Mimika berkomitmen mendukung seluruh kegiatan keagamaan sebagai bagian dari penguatan nilai spiritual dan sosial masyarakat,” tegasnya.

Bupati juga mengajak seluruh masyarakat Mimika untuk terus menjaga persatuan, meningkatkan toleransi, serta bersama-sama membangun daerah yang aman, maju, dan sejahtera.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *