Example floating
Example floating
HUKRIM

Aparat Gabungan TNI–Polri Tindak Anggota KKB Pimpinan Aibon Kogoya di Nabire

13
×

Aparat Gabungan TNI–Polri Tindak Anggota KKB Pimpinan Aibon Kogoya di Nabire

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

NABIRE, Nemangkawipos.com – Aparat gabungan TNI–Polri dari Satgas Rajawali Mambri dan Satgas Operasi Damai Cartenz melakukan tindakan tegas dan terukur terhadap satu anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) di wilayah Bukit Signal, sekitar Kali Pepaya, Kabupaten Nabire, Senin (16/3/2026).

Dalam operasi tersebut, satu anggota KKB bernama Hurbianus Mirip dilaporkan meninggal dunia. Ia diketahui merupakan bagian dari kelompok Kodap III D Dulla pimpinan Aibon Kogoya dan telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak 2025.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, menyampaikan bahwa Hurbianus diduga terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan bersenjata di wilayah Papua Tengah, khususnya Nabire dan Paniai.

Baca Juga :

“Hurbianus Mirip merupakan anggota KKB yang telah masuk DPO sejak 2025 karena diduga terlibat dalam berbagai aksi kekerasan bersenjata,” ujarnya.

Ia menjelaskan, yang bersangkutan diduga terlibat dalam pembunuhan dua personel Brimob pada 13 Agustus 2025 yang disertai perampasan dua pucuk senjata api jenis AK-101. Selain itu, kelompok tersebut juga diduga melakukan penembakan terhadap masyarakat dan aparat di wilayah Kali Semen pada 17 Oktober 2025.

Kelompok ini juga tercatat melakukan aksi pemalangan di ruas Jalan Trans Nabire–Paniai KM 58 pada 20 Oktober 2025 serta terlibat kontak tembak dengan aparat keamanan di kawasan Bukit Doa pada 27 November 2025.

Tidak hanya itu, kelompok tersebut juga diduga melakukan penyerangan terhadap pos pengamanan TNI di area PT Kristalin pada 21 Februari 2026 yang menyebabkan satu personel TNI dan satu warga sipil meninggal dunia serta perampasan tiga pucuk senjata api.

Selain aksi bersenjata, kelompok tersebut juga diduga terlibat dalam penganiayaan terhadap seorang anggota kepolisian, Bripda Kanza A. Mampioper, di Pasar Enarotali, Kabupaten Paniai.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani, menegaskan aparat akan terus menjaga stabilitas keamanan di Papua Tengah.

“Satgas akan terus menjaga keamanan masyarakat serta memastikan situasi tetap kondusif dari berbagai aksi kekerasan kelompok bersenjata,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

“Kami mengajak masyarakat untuk menjaga situasi kamtibmas dan segera melaporkan jika mengetahui aktivitas mencurigakan,” ujarnya.

Aparat memastikan akan terus memantau perkembangan situasi keamanan di wilayah Papua Tengah guna menjaga stabilitas dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *