pemerintah kabupaten Mimika

Plh Kadinkes Mimika Fokus Tekan Malaria, Target Eliminasi 2030 Dimulai dari Pembenahan Internal

178
×

Plh Kadinkes Mimika Fokus Tekan Malaria, Target Eliminasi 2030 Dimulai dari Pembenahan Internal

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika mulai memperkuat langkah pengendalian malaria dengan mendorong pencegahan dilakukan sebelum masyarakat jatuh sakit. Edukasi berkelanjutan, pemeriksaan dini, pengobatan yang tepat serta keterlibatan masyarakat menjadi bagian dari strategi menuju eliminasi malaria Mimika pada 2030.

Hal tersebut disampaikan Plh. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Marselino Mameyau, dalam wawancara pada 8 Oktober 2026. Marselino mulai menjalankan tugas sebagai Plh. Kadinkes sejak 5 Oktober 2026. Menurutnya, tingginya beban malaria menjadikan penyakit tersebut sebagai salah satu target utama Dinas Kesehatan dalam waktu dekat.

“Mimika tinggi, penyumbang terbanyak. Jadi salah satu target malaria.”

Baca Juga :

Marselino mengatakan penanganan malaria tidak boleh hanya bergerak setelah warga dinyatakan positif. Masyarakat harus mendapatkan informasi kesehatan yang mudah dipahami mengenai cara mencegah gigitan nyamuk, menjaga kebersihan lingkungan, mengenali gejala malaria, segera melakukan pemeriksaan ketika mengalami keluhan hingga mengikuti pengobatan sampai tuntas.

Menurutnya, edukasi tidak boleh hanya dilakukan ketika jumlah kasus meningkat. Informasi mengenai malaria harus disampaikan secara terus-menerus agar pencegahan menjadi kebiasaan bersama di tengah masyarakat.

Marselino mendorong penguatan komunikasi risiko dan edukasi publik sebelum masyarakat mengalami sakit. Pesan tentang malaria, kata dia, perlu disampaikan secara berulang melalui fasilitas pelayanan kesehatan, kader, sekolah, komunitas, tempat kerja, media massa maupun berbagai ruang publik.

Dengan cara tersebut, masyarakat tidak hanya mengetahui bahwa malaria masih menjadi persoalan kesehatan di Mimika, tetapi juga memahami tindakan konkret yang dapat dilakukan setiap hari untuk melindungi diri dan keluarga.

Selain malaria, Marselino menyebut kabut asap, stunting dan tuberkulosis (TBC) sebagai sejumlah persoalan kesehatan yang juga menjadi perhatian dalam waktu dekat. Namun, khusus malaria, Mimika membutuhkan penanganan yang lebih terarah karena tingginya beban penyakit serta perlunya upaya bersama yang dilakukan secara berkelanjutan.

Di awal masa tugasnya sebagai Plh. Kadinkes Mimika, Marselino juga memprioritaskan pembenahan internal Dinas Kesehatan.

Ia mengatakan sistem manajemen perlu dikembalikan pada jalurnya agar setiap bidang di dalam Dinas Kesehatan dapat bekerja lebih terkoordinasi dan berbagai program kesehatan berjalan efektif.

Pembenahan internal tersebut menjadi langkah awal sebelum memperluas gerakan pelayanan dan intervensi kesehatan ke lapangan.

“Saya harus perbaiki dulu. Saya kembalikan roh Dinas Kesehatan dulu. Setelah itu baru saya bergerak keluar.”

Marselino menegaskan target eliminasi malaria Mimika pada 2030 tidak dapat dibebankan hanya kepada satu pejabat maupun satu institusi.

Menurutnya, pemerintah membutuhkan dukungan tenaga kesehatan, kader, tokoh masyarakat, dunia usaha, sekolah, media, masyarakat serta seluruh mitra terkait agar pesan pencegahan benar-benar diterapkan di rumah, lingkungan, tempat kerja maupun fasilitas pelayanan kesehatan.

“Mari satukan langkah dan buktikan bahwa Mimika bisa bebas malaria. Keberhasilan itu bukan karena saya, tetapi karena kita bekerja bersama dan dibantu oleh masyarakat Mimika.”

Ia menjelaskan, semangat kolaborasi tersebut diarahkan pada beberapa langkah utama, yakni memastikan masyarakat memperoleh informasi kesehatan secara terus-menerus, menekan risiko penularan sebelum menimbulkan kesakitan, menemukan kasus lebih cepat, memastikan pengobatan diselesaikan dengan benar serta menciptakan lingkungan yang semakin aman dari penularan malaria.

Dengan langkah yang konsisten dan terukur, Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika berharap upaya pengendalian malaria dapat semakin kuat dan mempercepat perjalanan menuju eliminasi malaria pada 2030.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *