organisasi

Kasus Malaria Mimika Masih Tinggi, Pemuda Muslim Minta Pelajar dan Anak Muda Jadi Agen Pencegahan

320
×

Kasus Malaria Mimika Masih Tinggi, Pemuda Muslim Minta Pelajar dan Anak Muda Jadi Agen Pencegahan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Pengendalian malaria di Kabupaten Mimika diminta tidak berhenti pada pengobatan pasien yang sudah terdiagnosis. Pencegahan berbasis lingkungan dan edukasi masyarakat dinilai perlu diperkuat dengan melibatkan pelajar, mahasiswa, organisasi kepemudaan hingga warga yang tinggal di rumah kos.

Dorongan tersebut disampaikan Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Pemuda Muslimin Indonesia (PMI) Papua Tengah, Rahadian, Senin (5/10/2026), menyikapi masih tingginya kasus malaria di Mimika.

Berdasarkan pembaruan data per 22 September 2026, tercatat 117.910 kasus positif malaria di Mimika. Angka tersebut menurun dibandingkan 2025 yang mencapai 190.568 kasus positif.

Baca Juga :
Meski mengalami penurunan, Mimika masih tercatat sebagai kabupaten dengan kasus malaria tertinggi di Papua Tengah.

Rahadian mengatakan upaya pengendalian harus berjalan dari sisi pengobatan sekaligus pencegahan.

“Penanganan malaria jangan hanya terfokus pada orang yang sudah mengalami gejala atau sudah positif, langkah pencegahan juga harus dimaksimalkan,” kata Rahadian.

Menurut Rahadian, pelajar dapat dilibatkan sebagai bagian dari edukasi karena mereka memiliki akses langsung ke keluarga dan lingkungan tempat tinggal.

“Kaum pelajar juga harus jadi target edukasi, karena mereka ini kan bisa jadi agen di rumah dan lingkungannya untuk ajak keluarga dan tetangga ciptakan lingkungan rumah yang sehat,” ujarnya.

Ia menilai pengendalian malaria tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah dan tenaga kesehatan. Sekolah, perguruan tinggi, organisasi kepemudaan dan masyarakat perlu dilibatkan dalam agenda pengendalian hingga eliminasi malaria.

“Dinas kesehatan harus libatkan setiap elemen untuk sama-sama tuntaskan kasus malaria di Mimika, ajak anak sekolah, mahasiswa atau organisasi kepemudaan yang ada di Timika. Karena kasus malaria ini juga jadi tanggung jawab bersama,” katanya.

Rahadian turut menyoroti tingginya mobilitas penduduk di Mimika, termasuk warga yang datang untuk bekerja dan tinggal di rumah kos. Menurutnya, kelompok tersebut juga perlu mendapatkan edukasi tentang pencegahan malaria dan menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal.

“Di Timika kan banyak orang yang datang fokusnya cari uang, banyak yang ngekos, mereka ini kan juga harus diajak untuk sama-sama jaga lingkungan. Setiap pemilik kos juga harus diajak untuk edukasi penyewa kosnya,” katanya.

Ia juga mendorong edukasi masyarakat tidak hanya membahas kebersihan, tetapi mencakup perilaku nyamuk sehingga warga memahami langkah antisipasi yang dapat dilakukan.

“Kita ini tinggal di wilayah yang jadi habitatnya nyamuk, jadi kita yang harus pintar-pintar jaga lingkungan. Saya pikir masyarakat juga harus diedukasi soal perilaku nyamuk supaya masyarakat juga bisa antisipasi,” ujarnya.

Selain pencegahan, Rahadian mengingatkan pentingnya kepatuhan pasien dalam menyelesaikan pengobatan sesuai petunjuk tenaga kesehatan.

Menurutnya, mobilitas masyarakat di Mimika yang cukup tinggi, khususnya di kawasan perkotaan, membuat kepatuhan menjalani pengobatan menjadi bagian penting dalam pengendalian malaria.

“Mobilitas masyarakat di Timika bisa dibilang cukup padat, khususnya di tengah kota, makanya kepatuhan minum obat itu jadi salah satu kunci utama yang harus tertanam dalam mindset masyarakat itu sendiri,” katanya.

Rahadian mengajak seluruh masyarakat, khususnya pelajar dan anak muda, bersama-sama menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar.

Ia menilai lingkungan yang sehat juga menjadi bagian penting dalam mendukung produktivitas generasi muda.

“Kami selaku organisasi kepemudaan, mengajak seluruh masyarakat khususnya anak-anak muda dan pelajar yang ada di Mimika untuk mari kita sama-sama jaga lingkungan dan rumah yang bersih. Karena kalau kita sehat, kita juga akan jadi lebih produktif,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *