pemerintah kabupaten Mimika

Plh Kadinkes Mimika Sambut Antusias Pengusaha Lokal, Tegaskan Semua Aspirasi Ikuti Mekanisme

197
×

Plh Kadinkes Mimika Sambut Antusias Pengusaha Lokal, Tegaskan Semua Aspirasi Ikuti Mekanisme

Sebarkan artikel ini

CAPT : Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Marselino Mameyau, saat diwawancarai terkait pelayanan dan program kesehatan di Kabupaten Mimika. Foto: Stendy

Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Marselino Mameyau, menyambut baik antusiasme pengusaha lokal, termasuk pengusaha asli Papua, yang datang menyampaikan aspirasi dan keinginan untuk berkontribusi dalam pembangunan sektor kesehatan.

Namun, Marselino menegaskan, seluruh usulan, kerja sama maupun peluang keterlibatan pengusaha tetap harus melalui mekanisme, proses evaluasi dan seleksi serta mengikuti aturan yang berlaku.

Hal itu disampaikan Marselino dalam wawancara pada Kamis, 8 Oktober 2026, setelah mulai menjalankan tugas sebagai Plh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika sejak 5 Oktober 2026.

Baca Juga :

Menurutnya, sejak hari pertama bertugas, dirinya menerima sejumlah kunjungan masyarakat dan pengusaha lokal yang ingin mengetahui ruang partisipasi dalam berbagai program Dinas Kesehatan.

“Saya sambut baik. Saya bilang kepada mereka, sabar dulu, saya lihat dulu dan saya pastikan dulu. Semua orang berharap ada perubahan, tetapi semua tetap harus melalui mekanisme yang ada. Kalau proses review sudah selesai, baru bisa saya sampaikan dengan jelas,” ujar Marselino.

Ia menegaskan, keterbukaan terhadap pengusaha lokal tidak berarti memberikan ruang tanpa prosedur. Setiap aspirasi akan tetap ditampung, tetapi keputusan harus mempertimbangkan kebutuhan program, ketersediaan kegiatan, administrasi serta proses seleksi sesuai ketentuan.

“Saya siap tampung semua aspirasi masyarakat. Delapan jam di kantor ini saya tidak ke mana-mana. Saya tidak bisa menghindar dari masyarakat; nanti kita akan terus bertemu. Yang penting, semua masuk melalui mekanisme dan aturan yang berlaku,” tegasnya.

Marselino mengatakan, prioritas awal setelah dilantik adalah membenahi birokrasi internal dan menata kembali sistem manajemen Dinas Kesehatan.

Pembenahan tersebut dilakukan untuk memperjelas pembagian tugas, memastikan setiap bidang berjalan sesuai fungsi, mencegah tumpang tindih kegiatan dan memperkuat pelayanan kepada masyarakat.

“Yang pertama saya lakukan adalah membenahi kantor dulu. Sistem manajemen harus saya rapikan dan saya kembalikan pada jalurnya. Saya ingin mengembalikan roh Dinas Kesehatan terlebih dahulu, setelah itu baru kita bergerak lebih kuat keluar untuk menjawab isu-isu kesehatan masyarakat,” katanya.

Ia memperkirakan proses penataan internal tersebut membutuhkan waktu sekitar dua minggu. Dalam masa itu, koordinasi antarbagiannya akan diperjelas sehingga setiap program dapat berjalan berdasarkan tugas, fungsi dan perencanaan yang terukur.

Selain pembenahan birokrasi, Marselino menyebut sejumlah persoalan kesehatan yang menjadi perhatian awal, di antaranya malaria, dampak kabut asap, stunting dan tuberkulosis (TB).

Malaria menjadi salah satu target utama karena beban kasus di Mimika masih tinggi. Sementara dampak kabut asap yang masih dirasakan masyarakat juga menjadi perhatian, termasuk kemungkinan penguatan pembagian masker. Program penanganan stunting dan TB juga dinilai tetap membutuhkan perhatian agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat berjalan lebih maksimal.

Menurut Marselino, masih terdapat ruang yang cukup besar untuk melakukan perbaikan dalam pelayanan kesehatan. Karena itu, pembenahan sistem internal menjadi fondasi penting sebelum memperkuat langkah pelayanan dan penanganan berbagai persoalan kesehatan di lapangan.

Marselino juga memastikan ruang komunikasi dengan masyarakat, pengusaha, tokoh masyarakat maupun pihak lainnya tetap terbuka. Ia mengajak masyarakat yang memiliki kebutuhan maupun usulan terkait pelayanan kesehatan untuk datang dan menyampaikan langsung aspirasinya. Namun, seluruh aspirasi tersebut tetap akan diproses dalam kerangka tata kelola pemerintahan yang tertib dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Silakan datang, kita bicara. Saya akan dengar dan saya tampung. Tetapi saya juga harus memastikan semuanya berjalan sesuai aturan. Saya ingin perubahan itu benar-benar terasa, bukan hanya cepat tetapi juga benar secara administrasi dan bisa dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.

Dengan pembenahan internal dan keterbukaan terhadap aspirasi masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika diharapkan mampu memperkuat pelayanan kesehatan sekaligus membangun pola kerja yang lebih tertib, transparan dan akuntabel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *