Masyarakat

Mimika Diguncang Kasus Pembunuhan, Jackson Beanal: Jangan Tunggu Konflik Membesar, Semua Harus Duduk Bersama!

3
×

Mimika Diguncang Kasus Pembunuhan, Jackson Beanal: Jangan Tunggu Konflik Membesar, Semua Harus Duduk Bersama!

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Kepala Suku Amungme, Jackson Beanal, menyatakan dukungannya terhadap jajaran Polres Mimika dalam mengungkap sejumlah kasus pembunuhan yang terjadi di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Jackson menilai setiap kasus pembunuhan harus diusut hingga tuntas agar masyarakat mendapatkan kepastian hukum dan rasa aman. Menurutnya, proses hukum harus berjalan secara profesional dan tidak boleh tebang pilih.

“Setiap kasus pembunuhan harus diungkap secara terang dan hukum harus berjalan. Kami mendukung Polres Mimika untuk bekerja secara profesional dalam mengungkap berbagai kasus yang terjadi,” kata Jackson.

Baca Juga :

Ia mengatakan, persoalan keamanan di Mimika tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian maupun TNI. Pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga situasi keamanan.

Karena itu, Jackson mengusulkan agar Pemerintah Kabupaten Mimika membentuk tim kerja yang melibatkan perwakilan dari berbagai suku yang ada di Mimika.

Menurutnya, tim tersebut dapat menjadi ruang komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat sekaligus membantu pemerintah membaca persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Mimika perlu membentuk tim kerja yang beranggotakan perwakilan suku-suku. Tim ini bukan untuk mengambil alih tugas pemerintah atau aparat penegak hukum, tetapi menjadi mitra dalam membantu pemerintah memahami dan menyelesaikan persoalan yang berkembang di masyarakat,” ujarnya.

Jackson menilai keterlibatan tokoh-tokoh dari berbagai suku penting karena persoalan yang terjadi di masyarakat memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Pendekatan hukum, kata dia, tetap harus menjadi dasar dalam penanganan perkara, namun komunikasi sosial dan pendekatan adat juga perlu diperkuat.

Ia berharap pemerintah daerah dapat mempertimbangkan usulan tersebut sebagai salah satu langkah untuk mencegah persoalan keamanan berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

“Kami ingin Mimika menjadi daerah yang aman dan damai. Pemerintah, aparat keamanan, tokoh adat dan seluruh masyarakat harus duduk bersama. Jangan menunggu persoalan menjadi besar baru kita mencari solusi,” katanya.

Selain itu, Jackson mengimbau masyarakat agar tidak mengambil tindakan sendiri atau melakukan aksi balas dendam ketika terjadi persoalan pidana.

Menurutnya, setiap kasus harus diserahkan kepada aparat penegak hukum agar proses penyelidikan dan penyidikan dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia juga mengajak masyarakat untuk membantu aparat dengan memberikan informasi yang benar apabila mengetahui adanya tindak pidana atau kejadian yang berkaitan dengan keamanan.

“Kalau ada persoalan hukum, serahkan kepada aparat. Jangan kita membalas dengan kekerasan karena itu hanya akan melahirkan persoalan baru,” tegasnya.

Jackson berharap sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh adat dan masyarakat dapat semakin diperkuat. Dengan komunikasi yang baik, berbagai persoalan sosial maupun keamanan di Mimika diharapkan dapat ditangani lebih cepat sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

Penulis: StendiEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *