HUKRIM

GEGER SP 3! Dua Siswa STM Ditemukan Tewas dengan Luka di Leher, Polisi Selidiki Kasus Misterius

3
×

GEGER SP 3! Dua Siswa STM Ditemukan Tewas dengan Luka di Leher, Polisi Selidiki Kasus Misterius

Sebarkan artikel ini

Capt: Dua korban ditemukan dalam kondisi tergeletak di kawasan SP 3, Kabupaten Mimika. Foto: Stendy

Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Masyarakat Kabupaten Mimika, Papua Tengah, digegerkan dengan penemuan dua pemuda dalam kondisi tidak bernyawa di kawasan SP 3, Minggu (30/8/2026) dini hari.

Informasi mengenai kejadian tersebut dengan cepat menyebar di sejumlah grup WhatsApp masyarakat Timika. Foto dan video dari lokasi kejadian juga beredar luas di media sosial.

Dua korban yang ditemukan tewas diketahui bernama Nomison Genongga dan Tardius Kogoya. Keduanya merupakan siswa STM Negeri 1 Kuala Kencana, jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR), yang sedang menjalani praktik kerja lapangan (PKL) di sebuah bengkel mobil di kawasan SP 3.

Baca Juga :

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, kedua korban ditemukan dengan sejumlah luka serius, termasuk luka pada bagian leher.

Peristiwa tersebut diduga terjadi sekitar pukul 03.00 WIT. Namun, hingga kini kronologi lengkap mengenai kejadian, termasuk penyebab kematian dan bagaimana kedua korban bisa berada di lokasi, masih menunggu hasil penyelidikan aparat berwenang.

Nomison diketahui tinggal di Jalur 1 Trans Lokal SP 3, sementara Tardius berdomisili di SP 12 Blok 1.

Keduanya merupakan bagian dari empat siswa STM Negeri 1 Kuala Kencana yang tercatat sedang menjalani PKL di bengkel tersebut. Tiga siswa lainnya yang tercatat dalam kegiatan PKL yakni Juan Andreas Piterzon Pesiwarisa dan Brian Regen Retraubun, selain kedua korban.

Kabar meninggalnya kedua siswa tersebut sontak mengundang perhatian masyarakat, terutama keluarga, teman sekolah dan warga di sekitar lokasi.

Penemuan dua korban dengan luka serius menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat Mimika. Publik kini menunggu penjelasan resmi aparat terkait kronologi kejadian serta hasil pemeriksaan di lokasi.

Aparat diharapkan dapat melakukan penyelidikan secara menyeluruh, mengamankan barang bukti serta meminta keterangan dari saksi-saksi untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik kematian kedua siswa tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, informasi mengenai motif, pelaku maupun rangkaian kejadian secara lengkap belum dapat dipastikan.

Nemangkawipos.com masih berupaya memperoleh konfirmasi resmi dari pihak kepolisian terkait kasus tersebut.

Masyarakat diimbau tidak menyebarkan foto atau video korban secara berlebihan maupun informasi yang belum terverifikasi, demi menghormati keluarga korban dan menghindari munculnya informasi yang menyesatkan.

Penulis: StendiEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *