HUKRIM

Video Dugaan Pengeroyokan Viral di Mimika, Polisi Selidiki Kasus Penganiayaan

52
×

Video Dugaan Pengeroyokan Viral di Mimika, Polisi Selidiki Kasus Penganiayaan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Sebuah video yang diduga memperlihatkan aksi pengeroyokan terhadap seorang pria di depan Hotel 66, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, viral dan beredar luas di berbagai grup WhatsApp.

Video berdurasi sekitar 17 detik itu memperlihatkan seorang pria menjadi korban dugaan pengeroyokan oleh sejumlah orang hingga mengalami luka. Rekaman tersebut memicu perhatian masyarakat dan berbagai tanggapan di media sosial.

Sebelumnya, video yang beredar hanya memperlihatkan kondisi korban setelah mengalami luka. Namun belakangan muncul rekaman lain yang diduga memperlihatkan detik-detik terjadinya aksi kekerasan tersebut.

Baca Juga :

Hingga kini, identitas para terduga pelaku maupun motif kejadian masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.

Kapolres Mimika, AKBP Alredo Rumbiak, didampingi Kabag Ops Kompol Henri Korwa, membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan terhadap seorang pria berinisial D yang terjadi di Jalan Cenderawasih, tepat di depan salah satu hotel dan pusat perbelanjaan di Distrik Mimika Baru.

Menurut Kapolres, peristiwa tersebut sempat memicu aksi pemalangan jalan oleh pihak keluarga korban sebagai bentuk protes karena tidak menerima penganiayaan yang dialami korban.

“Aksi pemalangan ini dipicu oleh adanya laporan yang kami terima terkait dugaan penganiayaan oleh orang tidak dikenal (OTK),” ujar AKBP Alredo Rumbiak.

Setelah menerima laporan, personel kepolisian langsung menuju lokasi kejadian dan mengevakuasi korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

“Ini merupakan aksi spontanitas dari pihak keluarga. Namun setelah kami membangun komunikasi dan berkomitmen bersama untuk menyerahkan penanganan kasus ini sepenuhnya kepada kepolisian, blokade jalan akhirnya dibuka pada pukul 00.15 WIT,” jelas Kapolres.

Korban diketahui masih menjalani perawatan intensif akibat luka yang diduga disebabkan oleh benda tajam pada bagian dahi dan kaki.

Polres Mimika saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas para pelaku serta motif di balik dugaan penganiayaan tersebut.

Kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi, serta menyerahkan sepenuhnya proses penegakan hukum kepada aparat yang berwenang.

Sementara itu, masyarakat berharap para pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku apabila terbukti melakukan tindak pidana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *