Masyarakatpemerintah kabupaten Mimika

Simbol Harmoni dari Timur: Parade Paskah Mimika Jadi Momentum Perajut Persatuan Lintas Agama

45
×

Simbol Harmoni dari Timur: Parade Paskah Mimika Jadi Momentum Perajut Persatuan Lintas Agama

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Kabupaten Mimika kembali menegaskan posisinya sebagai miniatur keberagaman Indonesia. Parade Paskah yang digelar pada Selasa (7/4/2026) tidak hanya menjadi perayaan iman umat Kristiani, tetapi juga menjelma sebagai ruang refleksi spiritual sekaligus penguat kohesi sosial di tengah masyarakat yang majemuk.

Dalam momentum tersebut, Bupati Mimika, Johanes Rettob, menyampaikan pesan kebangsaan yang menekankan makna mendalam dari kebangkitan Yesus Kristus sebagai simbol kemenangan atas keputusasaan.

“​Kebangkitan Kristus bukan sekadar peristiwa sejarah, tetapi menjadi kompas hidup. Ini adalah pesan nyata bahwa selalu ada jalan keluar di tengah tantangan seberat apa pun yang dihadapi Mimika,” ujar Bupati yang akrab disapa JR.

Baca Juga :

Lebih dari sekadar parade lintas denominasi gereja, Johanes menyoroti bagaimana Mimika mampu menjaga stabilitas sosial di tengah keberagaman suku, budaya, dan agama.

Ia menilai rangkaian hari besar keagamaan yang berlangsung berdekatan—mulai dari Imlek, Nyepi, Idul Fitri, hingga Paskah—menjadi bukti nyata kuatnya fondasi toleransi di Mimika.

“​Kita telah melewati rangkaian perayaan besar secara berdampingan. Ini menunjukkan bahwa toleransi di Mimika bukan sekadar slogan, melainkan napas kehidupan sehari-hari yang harus kita jaga bersama,” tegasnya.

Di hadapan ribuan peserta parade, Bupati JR memberikan perhatian khusus kepada generasi muda. Ia mengingatkan agar momentum suci ini tidak dicederai oleh tindakan negatif maupun provokasi yang berpotensi memecah belah persatuan.

“​Kita hadir di sini untuk merayakan iman dengan damai. Tunjukkan bahwa masyarakat Mimika hidup dalam kasih. Jangan biarkan provokasi merusak persatuan yang telah kita bangun bersama,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Rettob menekankan pentingnya stabilitas daerah sebagai prasyarat utama pembangunan dan kesejahteraan.

Menurutnya, keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan menjadi komitmen bersama seluruh elemen masyarakat.

“​Jika Mimika aman dan damai, kesejahteraan akan mengikuti. Mari kita menjadi berkat bagi sesama demi Mimika yang lebih baik,” pungkasnya.

Parade Paskah yang berlangsung meriah namun tetap khidmat ini diikuti ribuan warga. Kegiatan tersebut menjadi simbol kuat sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga harmoni serta merawat nilai-nilai toleransi di Tanah Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *