Pemerintahan

Pemda Deiyai Gelar Pra Musrenbang Forum OPD, Bupati: Prioritaskan Daba, Dobiyo, dan Miyaa

72
×

Pemda Deiyai Gelar Pra Musrenbang Forum OPD, Bupati: Prioritaskan Daba, Dobiyo, dan Miyaa

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

DEIYAI, Nemangkawipos.com – Pemerintah Kabupaten Deiyai menggelar Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Pra Musrenbang) Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Deiyai, Waghête, Rabu (8/4/2026) siang.

Dalam sambutannya, Bupati Deiyai, Melkianus Mote, menegaskan bahwa penyusunan RKPD 2027 harus disesuaikan dengan kondisi fiskal daerah, seiring kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.

Baca Juga :

“Saya tahu semua dinas ingin melakukan banyak hal untuk masyarakat. Namun, kita harus realistis dengan kondisi anggaran yang ada,” tegas Mote.

Ia mengingatkan seluruh OPD agar meningkatkan kualitas perencanaan dengan mengedepankan pendekatan berbasis data dan kebutuhan riil masyarakat.

“Kita ajukan program harus benar-benar berdasarkan data, bukan sekadar keinginan OPD tanpa melihat kebutuhan di lapangan,” ujarnya.

Bupati Mote menegaskan, fokus pembangunan Kabupaten Deiyai ke depan harus menyasar tiga kelompok utama, yakni daba (masyarakat miskin), dobiyo (anak yatim piatu), dan miyaa (janda dan duda).

“Fokus pembangunan harus jelas dan menyentuh langsung kelompok yang paling membutuhkan. Ini wajib menjadi prioritas,” katanya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antar-OPD agar tidak terjadi tumpang tindih program. Ia mencontohkan program bantuan bibit ternak babi yang sudah menjadi kewenangan Dinas Pertanian, sehingga OPD lain tidak perlu mengusulkan program serupa.

“Kita harus saling melengkapi, bukan saling tumpang tindih. OPD lain bisa fokus pada program berbeda yang lebih dibutuhkan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Mote menegaskan bahwa pembangunan daerah juga harus berfokus pada sektor pendidikan dan kesehatan sebagai fondasi utama.

Menurutnya, setiap kampung akan didorong untuk memiliki fasilitas pendidikan dasar seperti TK/PAUD serta layanan kesehatan melalui Posyandu.

“Anak-anak harus pintar dan sehat. Dua hal ini harus berjalan seiring. Kita sedang membangun fondasi generasi masa depan,” ujarnya.

Di akhir arahannya, Bupati Mote mengajak seluruh peserta forum untuk aktif memberikan masukan demi penyempurnaan rancangan awal RKPD 2027. Ia juga menegaskan tidak akan mentolerir program yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Kalau ada program yang tidak jelas dan tidak bisa dipertanggungjawabkan, saya akan minta Bappeda untuk menghapusnya,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *