pemerintah kabupaten Mimika

Salurkan 124 Paket Bantuan Otsus di Agimuga, Warga Hadapi Kemarau dan Krisis Akses Transportasi

239
×

Salurkan 124 Paket Bantuan Otsus di Agimuga, Warga Hadapi Kemarau dan Krisis Akses Transportasi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Di tengah kemarau berkepanjangan dan sulitnya akses transportasi, masyarakat di Distrik Agimuga, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, menerima bantuan kebutuhan pokok dari Pemerintah Kabupaten Mimika. Melalui Dinas Sosial, sebanyak 124 paket bantuan permakanan yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus) Tahun Anggaran 2026 disalurkan kepada masyarakat Orang Asli Papua (OAP) di Kampung Fakafuku dan Kampung Mafasimamo, Minggu (25/10/2026).

Penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat, khususnya warga yang tinggal di wilayah pedalaman dengan keterbatasan akses dan kondisi geografis yang cukup menantang.

Dari total 124 paket yang disalurkan, masing-masing kampung menerima 62 paket bantuan. Penyerahan dipimpin langsung Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mimika, Hasan Kemong, bersama Kepala Distrik Agimuga, Arianus Katagame.

Baca Juga :

Bantuan diserahkan kepada Kepala Kampung Fakafuku, Beni Motatea, serta Sekretaris Kampung Mafasimamo, Marius Mafasimamo, sebagai perwakilan pemerintah kampung, dengan disaksikan masyarakat penerima manfaat.

Dalam kesempatan tersebut, Hasan Kemong menjelaskan bahwa program bantuan permakanan merupakan salah satu bentuk pemanfaatan Dana Otsus yang diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat asli Papua.

Pemerintah, kata dia, ingin memastikan anggaran yang dialokasikan benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan, termasuk warga yang bermukim jauh dari pusat perkotaan.

Ia menyebut masyarakat di wilayah pegunungan dan pedalaman menjadi salah satu sasaran penting program tersebut karena menghadapi berbagai keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Bantuan ini bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2026 melalui Dana Otonomi Khusus yang dikelola Dinas Sosial Kabupaten Mimika. Kami ingin memastikan anggaran ini dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan, baik yang berada di wilayah pegunungan maupun pedalaman,” jelas Hasan.

Setiap paket bantuan berisi sejumlah kebutuhan pokok rumah tangga, yakni beras, gula, minyak goreng, susu Dancow, dan telur. Berbagai bahan pangan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus mengurangi beban ekonomi masyarakat penerima bantuan.

Untuk wilayah Distrik Agimuga, pemerintah telah mengalokasikan lebih dari 500 paket permakanan bagi masyarakat di delapan kampung. Program tersebut merupakan bagian dari pelayanan sosial Pemerintah Kabupaten Mimika yang menjangkau seluruh 18 distrik.

Bagi masyarakat Agimuga, bantuan tersebut memiliki arti penting karena disalurkan ketika warga sedang menghadapi kondisi alam yang cukup sulit. Musim kemarau yang berlangsung sekitar enam hingga tujuh bulan terakhir telah memengaruhi berbagai aktivitas masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan pangan dan memperoleh air bersih.

Kepala Distrik Agimuga, Arianus Katagame, mengungkapkan bahwa kekeringan menyebabkan masyarakat kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari. Kondisi tersebut juga berdampak terhadap pengolahan sagu yang selama ini menjadi salah satu sumber pangan utama masyarakat setempat.

Tidak hanya itu, lahan pertanian yang mengalami kekeringan turut memengaruhi pertumbuhan tanaman pangan milik warga. Akibatnya, masyarakat harus menghadapi keterbatasan sumber makanan di tengah kondisi lingkungan yang belum mendukung aktivitas pertanian.

Atas kondisi tersebut, Arianus menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Mimika, khususnya Dinas Sosial, atas bantuan kebutuhan pokok yang dinilai sangat membantu masyarakat menghadapi situasi tersebut. Menurutnya, kehadiran bantuan tersebut menjadi dukungan nyata bagi warga yang sedang mengalami kesulitan akibat kondisi alam.

Selain menghadapi persoalan kemarau, masyarakat Distrik Agimuga juga masih dihadapkan pada keterbatasan sarana transportasi. Kondisi geografis wilayah yang bergantung pada jalur sungai menjadi tantangan tersendiri dalam mendistribusikan kebutuhan pokok maupun menjalankan pelayanan pemerintah.

Arianus menjelaskan, dari delapan kampung di Distrik Agimuga, bantuan kali ini diserahkan langsung kepada dua kampung, yakni Fakafuku dan Mafasimamo. Sementara enam kampung lainnya akan menerima bantuan melalui kepala kampung masing-masing dengan mekanisme pengambilan di Timika.

Pengaturan tersebut dilakukan karena akses menuju wilayah Kiliarma mengalami hambatan akibat kondisi sungai yang mengering. Selain itu, kabut tebal di kawasan perairan juga kerap mengganggu perjalanan menggunakan transportasi air.

Hambatan lainnya adalah keberadaan kayu-kayu yang tertimbun di sepanjang aliran sungai. Kondisi tersebut semakin menyulitkan perjalanan dan menghambat kelancaran distribusi barang menuju kampung-kampung di wilayah Agimuga.

Melihat berbagai persoalan aksesibilitas tersebut, Pemerintah Distrik Agimuga berharap Pemerintah Kabupaten Mimika memberikan perhatian lebih lanjut terhadap pembangunan infrastruktur transportasi di wilayah itu.

Arianus mengusulkan agar dilakukan pembukaan dan penataan kembali jalur sungai yang selama ini menjadi akses utama masyarakat. Selain itu, pembangunan pelabuhan di Kampung Mafasimamo atau Kampung Fakafuku dinilai penting untuk mendukung kelancaran transportasi dan distribusi logistik.

Dengan tersedianya fasilitas pelabuhan, barang dan kebutuhan pokok dapat diturunkan di lokasi yang lebih mudah dijangkau, kemudian didistribusikan ke kampung-kampung melalui jalur darat apabila akses jalan tersedia.

“Kami berharap Bapak Bupati, Wakil Bupati, dan seluruh pejabat terkait dapat memberikan perhatian terhadap pembukaan akses sungai. Kami juga mengusulkan pembangunan pelabuhan di Mafasimamo atau Fakafuku agar distribusi bahan kebutuhan masyarakat bisa lebih mudah dan efektif,” ungkap Arianus.

Ia berharap usulan tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah daerah, mengingat keterbatasan infrastruktur transportasi selama ini menjadi salah satu kendala dalam pelayanan kepada masyarakat di Distrik Agimuga.

Melalui program bantuan permakanan dan dukungan pembangunan infrastruktur, masyarakat berharap pelayanan pemerintah semakin menjangkau wilayah pedalaman. Dengan demikian, pemenuhan kebutuhan dasar, kelancaran distribusi logistik, serta pemerataan pembangunan dapat dirasakan hingga ke kampung-kampung yang jauh dari pusat Kabupaten Mimika.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *