DPR

Reses di Mimika Baru, Alfian Akbar Balyanan Serap Aspirasi Warga Soal Galian C, Air Bersih hingga Pemberdayaan UMKM

51
×

Reses di Mimika Baru, Alfian Akbar Balyanan Serap Aspirasi Warga Soal Galian C, Air Bersih hingga Pemberdayaan UMKM

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Ketua Komisi I DPRK Mimika, Alfian Akbar Balyanan, melaksanakan Reses Tahap II di Distrik Mimika Baru dengan menyerap berbagai aspirasi masyarakat yang berkaitan dengan infrastruktur, layanan dasar, lingkungan, hingga pemberdayaan ekonomi warga. Kegiatan reses berlangsung di Kelurahan Timika Indah pada Selasa (14/7/2026) dan dilanjutkan di Kelurahan Dingo Narama pada Rabu (15/7/2026).

Dalam dialog bersama masyarakat, berbagai persoalan disampaikan agar menjadi perhatian pemerintah daerah dan segera ditindaklanjuti.

Di Kelurahan Timika Indah, salah satu isu yang paling banyak dikeluhkan warga adalah aktivitas galian C di kawasan poros SP 5. Masyarakat menilai aktivitas tersebut berdampak terhadap lingkungan permukiman, mulai dari kerusakan kabel menuju rumah warga hingga menurunnya kualitas air sumur bor.

Baca Juga :

Menanggapi hal tersebut, Alfian menegaskan pentingnya penataan aktivitas galian C agar tetap memperhatikan keselamatan masyarakat serta kelestarian lingkungan.

“Ke depan kita perlu mendorong penertiban aktivitas galian C. Kita harus memastikan seluruh prosesnya berjalan sesuai ketentuan, termasuk aspek Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), sehingga aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa mengorbankan kenyamanan dan keselamatan masyarakat,” ujar Alfian.

Selain itu, warga juga mengeluhkan kondisi jembatan di lingkungan mereka yang masih menggunakan konstruksi kayu dan kini telah mengalami kerusakan. Saat musim hujan, jembatan tersebut sering tergenang sehingga menghambat aktivitas masyarakat, termasuk akses anak-anak menuju sekolah.

Menanggapi aspirasi tersebut, Alfian mengatakan pihaknya akan melakukan peninjauan lapangan sebelum berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

“Kami akan memantau langsung kondisi jembatan tersebut agar penanganannya dapat didorong sesuai kebutuhan di lapangan,” katanya.

Terkait persoalan air bersih, Alfian menjelaskan bahwa DPRK Mimika saat ini melalui Panitia Khusus (Pansus) Air Bersih tengah membahas berbagai persoalan penyediaan air bersih di Kabupaten Mimika. Hasil rekomendasi pansus nantinya akan menjadi dasar dalam mendorong penyelesaian yang lebih komprehensif.

Sementara itu, pada hari kedua reses di Kelurahan Dingo Narama, masyarakat menyampaikan berbagai persoalan lingkungan dan infrastruktur permukiman. Warga mengeluhkan saluran drainase yang tidak berfungsi optimal sehingga menimbulkan genangan air dan meningkatkan risiko berkembangnya nyamuk penyebab malaria.

Selain itu, masyarakat juga mengusulkan perbaikan jalan lingkungan, penanganan tiang listrik beserta kabel yang dinilai membahayakan karena menjuntai dan sebagian mengalami kerusakan, serta dukungan permodalan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya di RT 8.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Alfian menegaskan seluruh masukan masyarakat akan menjadi bahan perjuangan DPRK Mimika dalam pembahasan bersama pemerintah daerah.

“Semua aspirasi yang disampaikan masyarakat akan kami kawal dan kami komunikasikan kepada pemerintah daerah agar menjadi bagian dari prioritas pembangunan yang benar-benar menjawab kebutuhan warga,” tegasnya.

Ia berharap sinergi antara DPRK Mimika, Pemerintah Kabupaten Mimika, dan masyarakat terus diperkuat sehingga berbagai persoalan yang dihadapi warga dapat diselesaikan secara bertahap dan berkelanjutan.

“Melalui kolaborasi yang baik antara DPRK, pemerintah daerah, dan masyarakat, kami berharap pelayanan publik semakin meningkat dan kesejahteraan masyarakat Mimika dapat terus terwujud,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *