DPR

Reses di Kampung Tipuka, Frederikus Kemaku Disambut Tarian Seka dan Keluhan soal AMDAL

46
×

Reses di Kampung Tipuka, Frederikus Kemaku Disambut Tarian Seka dan Keluhan soal AMDAL

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Kunjungan kerja anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika dari jalur pengangkatan, Frederikus Kemaku, dalam agenda Reses Tahap II Tahun 2026 di Kampung Tipuka, Distrik Mimika Timur, Minggu (12/7/2026), berlangsung khidmat. Kedatangannya disambut hangat dengan Tarian Seka, tarian tradisional Suku Kamoro yang melambangkan penghormatan mendalam.

​Namun, di balik kehangatan budaya tersebut, masyarakat menitipkan beban harapan yang besar kepada sang wakil rakyat. Isu pemerataan pembangunan hingga problematika lingkungan menjadi topik utama dalam dialog yang berlangsung terbuka.

​Dalam sesi dialog, warga Kampung Tipuka menumpahkan berbagai keresahan yang selama ini menghambat kesejahteraan mereka. Mulai dari kebutuhan dasar seperti rumah layak huni dan air bersih, hingga sarana pendidikan seperti kursi dan meja belajar untuk SD YPPPK Tipuka.

Baca Juga :

Tidak hanya itu, mayoritas warga yang berprofesi sebagai nelayan menagih keberpihakan pemerintah berupa bantuan perahu fiber dan mesin tempel. Frederikus menegaskan, pihaknya akan segera membawa aspirasi ini ke meja OPD terkait.

​”Tugas kami turun ke bawah adalah menyerap aspirasi. Saya tidak mau memberi janji kosong, tetapi saya pastikan seluruh usulan ini akan saya kawal dalam pembahasan anggaran tahun depan,” ujar Frederikus di hadapan warga.
​
Poin paling krusial dalam reses tersebut adalah desakan warga agar DPRK Mimika menjadi jembatan komunikasi dengan PT Freeport Indonesia. Warga menuntut perusahaan tambang raksasa tersebut memberikan perhatian lebih pada pembangunan di kampung-kampung sekitar operasional, serta keterbukaan terkait Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Menanggapi hal tersebut, Frederikus menunjukkan sikap tegas. Ia mengakui bahwa persoalan AMDAL adalah isu sensitif yang menyangkut hajat hidup orang banyak dan ekosistem wilayah pesisir.

“Persoalan AMDAL ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Kami akan dorong pembahasan serius yang melibatkan Pemerintah Daerah dan pihak Freeport agar ada solusi konkret yang berkeadilan bagi warga,” tegasnya.

Merespons keluhan mengenai krisis air bersih yang masih menghantui warga, Frederikus memberikan angin segar. Ia menjelaskan bahwa pihak DPRK Mimika saat ini telah membentuk Panitia Khusus (Pansus) Air Bersih.

Langkah ini diambil sebagai upaya sistematis untuk mengurai benang kusut distribusi air bersih yang tidak merata di Mimika, baik di area perkotaan maupun pelosok kampung.

​Kegiatan reses tersebut ditutup dengan penyerahan bantuan logistik secara simbolis sebagai wujud kepedulian. Kehadiran Frederikus Kemaku di Kampung Tipuka memberikan optimisme baru bagi warga bahwa suara dari pesisir akhirnya sampai ke telinga para pengambil kebijakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *