DPR

Reses di Dapil VI, Dessy Putrika Soroti Air Bersih, Rumah Layak Huni hingga Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

20
×

Reses di Dapil VI, Dessy Putrika Soroti Air Bersih, Rumah Layak Huni hingga Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRK Mimika, Dessy Putrika, melaksanakan Reses Tahap II Tahun 2026 di Daerah Pemilihan (Dapil) VI yang meliputi Pulau Karaka, Miktim, dan Iwaka SP 7, Selasa (14/7/2026). Dalam kegiatan tersebut, masyarakat menyampaikan berbagai persoalan yang masih menjadi kebutuhan mendasar di wilayah mereka.

Dalam sesi dialog bersama warga, politisi muda Partai Demokrat itu menerima berbagai aspirasi, yang sebagian besar berkaitan dengan penyediaan air bersih, pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), serta renovasi rumah warga yang sudah tidak layak huni namun masih memungkinkan untuk diperbaiki.

Menurut Dessy, persoalan tersebut hampir merata disampaikan masyarakat di seluruh wilayah Dapil VI dan menjadi kebutuhan yang harus mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

Baca Juga :

“Air bersih, fasilitas MCK, dan renovasi rumah layak huni menjadi aspirasi yang paling banyak disampaikan masyarakat. Semua ini akan kami perjuangkan agar dapat masuk dalam program pembangunan pemerintah daerah,” ujarnya.

Selain persoalan infrastruktur dasar, Dessy juga menyoroti pentingnya penguatan ekonomi masyarakat melalui sektor perikanan, pertanian, dan peternakan.

Ia mendorong agar Pemerintah Kabupaten Mimika membangun sistem yang mampu menyerap hasil produksi masyarakat, termasuk menjalin kerja sama dengan PT Freeport Indonesia sehingga hasil nelayan, petani, dan peternak memiliki pasar yang jelas.

“Kalau hasil nelayan, pertanian, dan peternakan dapat diserap secara maksimal, tentu akan meningkatkan pendapatan masyarakat, memperkuat ekonomi keluarga, sekaligus membantu menurunkan angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Mimika,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Dessy juga menyerahkan bantuan kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian dan dukungan terhadap berbagai kegiatan sosial di wilayah reses.

Ia menegaskan bahwa kehadiran anggota DPRK di tengah masyarakat tidak boleh sebatas menjalankan agenda reses, tetapi harus mampu mengawal setiap aspirasi hingga terealisasi menjadi program pembangunan yang nyata.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap aspirasi masyarakat tidak berhenti pada saat reses saja, tetapi benar-benar diperjuangkan hingga dapat diwujudkan melalui kebijakan dan program pemerintah,” pungkas Dessy Putrika.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *