pemerintah kabupaten Mimika

Pemerintah Kabupaten Mimika Perluas Akses Layanan Kesehatan hingga Pelosok Pedalaman dan Pesisir

46
×

Pemerintah Kabupaten Mimika Perluas Akses Layanan Kesehatan hingga Pelosok Pedalaman dan Pesisir

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com — Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Kesehatan menegaskan komitmennya untuk meratakan pembangunan dan pelayanan kesehatan hingga ke seluruh pelosok wilayah. Upaya ini mencakup kawasan perkotaan, kelurahan, wilayah pesisir, hingga daerah pedalaman yang sulit dijangkau.

​Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Godfried Maturbongs, menyatakan bahwa pembangunan fasilitas kesehatan tidak boleh terpusat hanya di perkotaan. Pihaknya memastikan masyarakat di wilayah terpencil berhak mendapatkan akses layanan kesehatan yang layak dan berkelanjutan.

​Saat ini, sejumlah proyek pembangunan fasilitas kesehatan tengah menjalani proses review bersama konsultan perencanaan sebelum memasuki tahap konstruksi. Langkah ini diambil untuk menyesuaikan nilai pekerjaan, perencanaan, serta harga material dengan kondisi terkini akibat kenaikan harga barang sejak perencanaan awal pada rentang tahun 2020 hingga 2025.

Baca Juga :

​”Pembangunan ini harus tetap berjalan. Namun, sebelum masuk ke tahap konstruksi, seluruh perencanaan perlu direview agar sesuai dengan kondisi dan harga saat ini,” ujar Godfried, Kamis (23/7).

​Untuk memastikan transparansi dan mencegah potensi kerugian negara, Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika turut menggandeng pihak Kejaksaan untuk memberikan pendampingan administratif dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan konstruksi.

Guna mengatasi tantangan geografis berupa luasnya wilayah dan beratnya medan menuju puskesmas pedalaman, Dinas Kesehatan mengalokasikan sekitar Rp7 miliar dari Dana Otonomi Khusus (Otsus) untuk penyediaan layanan transportasi udara dan perairan.

​Transportasi udara ini menggunakan skema kontrak untuk memobilisasi tenaga kesehatan, mendistribusikan logistik puskesmas, serta melayani evakuasi darurat medical emergency. Setiap puskesmas pedalaman akan mendapatkan alokasi slot penerbangan sesuai dengan kebutuhan spesifik wilayahnya.

Selain infrastruktur fisik dan transportasi, Dinas Kesehatan juga fokus meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan, khususnya dalam penanganan penyakit Tuberkulosis (TBC).

Hingga tahun 2026, Kabupaten Mimika menargetkan capaian penemuan kasus TBC dapat menyentuh angka 90 persen melalui aktifnya tenaga kesehatan melakukan skrining hingga ke tengah masyarakat.

Godfried mengimbau masyarakat untuk mengubah paradigma terhadap penderita TBC. Penyakit ini dinilai bukan lagi aib yang harus disembunyikan, melainkan penyakit menular yang harus ditangani melalui pemeriksaan medis, pengobatan rutin, serta skrining kontak erat bagi keluarga serumah guna memutus mata rantai penularan.

“Pelayanan kesehatan harus hadir di mana pun masyarakat berada, baik di kota, pesisir, maupun pedalaman. Jarak dan kondisi geografis tidak boleh menjadi penghalang,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *