Olahraga

Luis de la Fuente: Spanyol Tak Akan Lakukan Man-Marking terhadap Messi di Final Piala Dunia

22
×

Luis de la Fuente: Spanyol Tak Akan Lakukan Man-Marking terhadap Messi di Final Piala Dunia

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

NEWJERSEY, Nemangkawipos.com – Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, menegaskan timnya tidak akan menerapkan strategi man-marking terhadap kapten Argentina, Lionel Messi, pada final Piala Dunia 2026. Meski demikian, ia mengakui Messi tetap akan mendapat perhatian khusus karena kualitasnya yang luar biasa.

Menjelang laga final melawan Argentina di MetLife Stadium, De la Fuente mengenang pertemuan pertamanya dengan Messi pada 2004, saat ia masih melatih tim muda Sevilla dan Messi baru berusia 16 tahun bersama akademi Barcelona.

“Saya bertemu Lionel Messi ketika melatih Sevilla di liga nasional U-19. Kami menghadapi Barcelona di Copa del Rey. Saat itu semua orang membicarakan seorang anak bernama Messi, jadi kami menugaskan satu pemain untuk menjaganya. Hingga menit ke-70 skor masih 0-0. Ketika pemain yang menjaganya mendapat kartu kuning, saya menariknya keluar. Dalam 15 menit berikutnya, Messi mencetak empat gol,” kenangnya.

Baca Juga :

Meski memiliki pengalaman tersebut, De la Fuente menegaskan Spanyol tidak akan mengulang pendekatan yang sama.

“Apakah kami akan melakukan man-marking terhadapnya? Tidak. Apakah kami akan memberikan perhatian khusus? Ya. Tetapi sama seperti mereka juga harus memperhatikan pemain-pemain kami.”

Saat ditanya mengenai perbandingan Lamine Yamal dengan Messi, De la Fuente menolak membandingkan keduanya.

“Lamine harus menjadi dirinya sendiri. Messi tidak akan pernah bisa diulangi. Dia adalah bakat luar biasa dan menjadi teladan bagi pemain muda melalui sikap, perilaku, dan performanya.”

Menurutnya, final ini akan menjadi pertarungan dua tim terbaik dunia yang dipenuhi pemain-pemain bertalenta.

“Ini akan menjadi pertandingan yang penuh kualitas, kecemerlangan, dan sepak bola yang hebat.”

De la Fuente juga membantah anggapan bahwa Argentina identik dengan permainan keras atau “taktik kotor”.

“Saya sangat menghormati Argentina. Mereka juara Copa América, juara dunia, juara Copa América lagi, dan juara Finalissima. Tidak ada tim yang pernah melakukan itu. Mereka dilatih oleh teman saya, Lionel Scaloni. Saya hanya punya satu kata: kekaguman.”

Ia menegaskan kedua tim akan bertarung menggunakan kemampuan sepak bola masing-masing.

Pelatih berusia 65 tahun itu juga menepis anggapan bahwa final merupakan pertandingan hidup atau mati.

“Yang penting adalah berada di posisi untuk memenangkannya. Mari menikmati momen ini dan bermain dengan gaya kami. Jika saya bisa memainkan final Piala Dunia setiap tahun, bahkan jika harus kalah, saya tetap akan menerimanya.”

Dengan pendekatan yang tenang dan penuh rasa hormat kepada lawan, De la Fuente berharap Spanyol mampu mengakhiri perjalanan impresif mereka dengan mengangkat trofi Piala Dunia 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *