DPR

Ketua DPRK Mimika Imbau Warga Hentikan Pembakaran Rumput dan Kebun Saat Cuaca Panas

3
×

Ketua DPRK Mimika Imbau Warga Hentikan Pembakaran Rumput dan Kebun Saat Cuaca Panas

Sebarkan artikel ini

Caption: Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau, saat diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (24/8/2026). Foto: Stendy

Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau, mengimbau masyarakat Kabupaten Mimika untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca panas dan kabut asap yang saat ini menyelimuti sejumlah wilayah.

Primus meminta masyarakat menjaga kesehatan, terutama saat beraktivitas di luar rumah, guna mengantisipasi gangguan kesehatan akibat polusi udara dan kabut asap.

“Kita tahu bersama bahwa saat ini cuaca panas dan kabut asap telah menyelimuti Kabupaten Mimika. Saya mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kesehatan ketika beraktivitas di luar rumah, sehingga dapat mencegah gangguan pada saluran pernapasan atau ISPA,” kata Primus saat diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (24/8/2026).

Baca Juga :

Selain mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan, Primus juga meminta warga yang memiliki kebun untuk sementara menghentikan aktivitas pembakaran rumput maupun lahan selama kondisi cuaca masih panas dan belum turun hujan.

Menurutnya, pembakaran rumput atau lahan dalam kondisi cuaca kering dan panas berpotensi memicu meluasnya kebakaran, terutama apabila api tidak dapat dikendalikan.

“Saya juga mengimbau kepada masyarakat Mimika, khususnya yang berkebun, agar jangan membakar rumput atau kebun selama cuaca masih panas dan belum ada curah hujan. Sebaiknya aktivitas pembakaran dihentikan sementara,” tegasnya.

Primus mengatakan, masyarakat perlu bersama-sama mencegah agar Kabupaten Mimika tidak mengalami kondisi kebakaran hutan dan lahan seperti yang terjadi di sejumlah daerah lainnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kabut asap yang saat ini dirasakan masyarakat Mimika tidak boleh dianggap sepele karena dapat berdampak terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat.

“Kita jangan mudah membakar kebun atau rumput di kebun. Jangan sampai kita ikut menyumbang terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Mimika. Kita harus sama-sama menjaga agar Mimika tetap aman,” ujarnya.

Menurut Primus, menjaga lingkungan dari potensi kebakaran bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kesadaran dan partisipasi seluruh masyarakat.

Ia berharap masyarakat dapat menahan diri untuk tidak melakukan pembakaran terbuka sampai kondisi cuaca kembali normal dan curah hujan mulai turun.

“Kalau ada kebun yang mau dibakar, saya harap dihentikan dulu sementara. Mari kita sama-sama menjaga kesehatan, lingkungan dan kualitas udara di Mimika,” pungkasnya.

Penulis: StendiEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *