Swasta

HUT ke-59, PT Freeport Indonesia Kenang 9 Karyawan yang Gugur dalam Insiden Tambang dan Keamanan

15
×

HUT ke-59, PT Freeport Indonesia Kenang 9 Karyawan yang Gugur dalam Insiden Tambang dan Keamanan

Sebarkan artikel ini

Caption: Manajemen PT Freeport Indonesia (PTFI) saat berdoa bersama dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-59 dengan penuh refleksi dan penghormatan, mengenang sembilan karyawan yang gugur dalam berbagai insiden.

Example 468x60

TEMBAGAPURA, Nemangkawipos.com – PT Freeport Indonesia (PTFI) memperingati hari ulang tahun ke-59 pada 8 April 2026 dengan penuh refleksi dan penghormatan terhadap sembilan karyawan yang gugur dalam berbagai insiden sepanjang satu tahun terakhir.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, jajaran manajemen PTFI mengenang tujuh karyawan yang meninggal dunia akibat insiden luncuran material basah di area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) pada 8 September 2025, serta dua karyawan lainnya yang menjadi korban insiden penembakan pada Februari dan Maret 2026.

Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, menyampaikan duka mendalam atas kehilangan tersebut.

Baca Juga :

“Kami mengenang mereka dengan penuh rasa hormat. Kehilangan anggota keluarga adalah hal yang sangat menyedihkan bagi kami semua. Kami berharap ke depan tidak terjadi lagi insiden serupa, baik longsoran maupun penembakan, serta kejadian lain yang membahayakan keselamatan,” ujarnya.

Sebagai bentuk penghormatan, Tony Wenas juga melakukan peninjauan ke area tambang terbuka Grasberg dan tambang bawah tanah Deep Mill Level Zone (DMLZ), serta meletakkan karangan bunga untuk mengenang para korban.

Ia turut memberikan semangat kepada seluruh karyawan agar tetap menjalankan operasional dengan mengedepankan aspek keselamatan, serta memastikan pengamanan ekstra dari aparat, mengingat PTFI merupakan objek vital nasional.

Memasuki usia ke-59, PTFI mencatat perjalanan panjang sebagai salah satu perusahaan dengan masa operasi terlama di Indonesia.

“59 tahun bukan waktu yang singkat. Hanya sedikit perusahaan, khususnya investasi asing, yang mampu bertahan selama ini di Indonesia,” kata Tony.

Sepanjang tahun 2025, PTFI menyetorkan sekitar Rp70 triliun kepada negara dalam bentuk pajak, royalti, dividen, dan penerimaan lainnya.

Selain itu, perusahaan juga terus menjalankan program investasi sosial bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional. Pada 2025, nilai investasi sosial PTFI mencapai hampir Rp2 triliun, dan direncanakan akan terus bertambah sekitar 100 juta dolar AS atau setara Rp1,5 triliun per tahun hingga akhir masa operasi tambang.

Dari sisi ketenagakerjaan, PTFI saat ini mempekerjakan lebih dari 30 ribu karyawan, dengan sekitar 40 persen di antaranya merupakan orang asli Papua.

Saat ini, operasional PTFI masih dalam tahap pemulihan pasca insiden, dengan tingkat produksi yang baru mencapai sekitar 40–50 persen.

Perusahaan menargetkan produksi dapat kembali mendekati 100 persen pada akhir tahun 2026, dan mencapai kapasitas penuh pada awal kuartal tahun berikutnya.

Tony menegaskan bahwa perusahaan terus memperkuat standar keselamatan dalam proses pemulihan, serta menambah personel keamanan di area tambang Grasberg guna menjamin operasional yang aman dan berkelanjutan.

“Kami berkomitmen menghadirkan produksi yang aman, terjaga, dan berkelanjutan, sehingga manfaatnya dapat terus dirasakan oleh negara dan masyarakat di sekitar wilayah operasi,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *