DPRMasyarakat

Gereja Kingmi Yerusalem Baru KM 11 Mulai Dibangun, Simson Gwijangge: Gereja Ini Punya Sejarah Khusus

2
×

Gereja Kingmi Yerusalem Baru KM 11 Mulai Dibangun, Simson Gwijangge: Gereja Ini Punya Sejarah Khusus

Sebarkan artikel ini

Capt: Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRK Mimika, Simson Gwijangge, bersama panitia, tokoh masyarakat dan jemaat saat menghadiri ibadah serta peletakan batu pertama pembangunan Gedung Gereja Kingmi Pos PI Yerusalem Baru di Jalan Poros Mapurujaya KM 11, Jalur 01, Sabtu (11/9/2026). Foto: Stendy

Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Jemaat Gereja Kemah Injil (Kingmi) Tanah Papua Pos PI Yerusalem Baru, Klasis Mimika, mulai membangun gedung gereja baru di Jalan Poros Mapurujaya Kilometer 11, Jalur 01, Kabupaten Mimika.

Pembangunan tersebut diawali dengan ibadah dan peletakan batu pertama pada Sabtu (11/9/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Membangun Rumah Tuhan di Atas Batu Kokoh” yang diambil dari Matius 7:24, dengan subtema “Mendengarkan dan Melakukan Firman Tuhan adalah Pondasi Pembangunan yang Sejati.”

Ibadah dan peletakan batu pertama tersebut dihadiri Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRK Mimika, Simson Gwijangge, Pdt. Yamplo Wandiko, Gembala Sidang Jemaat Yerusalem Baru Aman Lokbere, tokoh adat Sem Nerigi, tokoh masyarakat Yulius Wandikbo, tokoh pemuda Nus Lokbere, Ketua Panitia Patimura Loksari Lokmere serta masyarakat dan jemaat Yerusalem Baru.

Baca Juga :

Peletakan batu pertama juga diwarnai dengan ritual adat bakar batu yang menjadi bagian dari kebersamaan masyarakat dan jemaat dalam mengawali pembangunan gedung gereja tersebut.

Ketua Panitia Pembangunan, Patimura Loksari Lokmere, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu sehingga pembangunan gereja tersebut bisa memasuki tahap awal.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah mengulurkan tangan untuk membantu kami panitia sehingga hari ini kita sudah sampai pada tahapan peletakan batu pertama. Terima kasih kepada tokoh adat, masyarakat, tokoh pemuda dan perempuan yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini,” ujarnya.

Menurut Patimura, pembangunan gedung gereja bukan hanya berbicara soal membangun sebuah bangunan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun iman jemaat.

“Ini langkah awal yang kami jalankan dengan campur tangan Tuhan. Kami membangun tempat ibadah, rumah ibadah, tetapi selain itu kami juga membangun iman dalam jemaat lewat pembangunan gedung gereja ini,” katanya.

Ia menjelaskan, dukungan untuk pembangunan tersebut berasal dari berbagai pihak, termasuk pemerintah kampung, Pemerintah Kabupaten Mimika, Pemerintah Kabupaten Nduga dan Pemerintah Kabupaten Puncak. Dukungan juga datang dari Kepala Kampung Alama dan Jila serta masyarakat yang ikut bergotong royong mendukung proses pembangunan.

Sementara itu, Simson Gwijangge mengatakan Gereja Kingmi Pos PI Yerusalem Baru memiliki sejarah khusus dalam perjalanan masyarakat suku Nduga yang datang dan berkembang di Kabupaten Mimika.

“Gereja ini merupakan gereja tertua saat perjalanan suku Nduga masuk di Mimika. Jadi sebelum ada gereja-gereja lain, gereja ini sudah lebih dulu ada. Kami tidak tinggalkan, tetapi kami akan berupaya semaksimal dan semampu kami,” kata Simson.

Ia mengatakan pembangunan gedung gereja tersebut direncanakan berlangsung secara bertahap. Untuk tahap awal, pembangunan diarahkan pada pekerjaan fondasi dan akan dilanjutkan pada tahapan berikutnya sesuai kemampuan anggaran dan prosedur pemerintah.

“Rencana waktu pembangunan ini jangkau waktu dua bulan ke depan. Ini tahapan dan regulasi dari pemerintah seperti ini sudah jadi, kita ikuti prosedur yang ada. Di pemerintah itu ada master plan, baru kemudian masuk di anggaran,” jelasnya.

Karena itu, Simson mengajak jemaat dan masyarakat untuk bersama-sama mendukung proses pembangunan tersebut.

Ia mengatakan DPRK Mimika memiliki tugas mengawal aspirasi masyarakat yang disampaikan kepada lembaga legislatif untuk kemudian diteruskan kepada OPD terkait.

“Dalam kepemimpinan Bapak Bupati kita semuanya terakomodir dan masif. Tugas kami di dewan untuk mengawal semua aspirasi yang disampaikan kepada kami dan kami teruskan ke OPD terkait,” ujarnya.

Simson juga memberikan apresiasi kepada masyarakat dan jemaat yang ikut mengambil bagian dalam pembangunan secara swadaya.

“Ini sangat luar biasa atas partisipasi semua masyarakat dan jemaat. Saya juga sampaikan terima kasih kepada pemerintah kampung yang telah swadaya untuk kegiatan ini. Luar biasa, dan juga kepada Pemerintah Kabupaten Mimika dan Kabupaten Nduga,” katanya.

Menurut Simson, proses pembangunan yang menggunakan dukungan anggaran pemerintah harus tetap mengikuti tahapan dan prosedur yang berlaku.

“Ini tahapan dan prosedur yang harus kita ikuti, pelan tapi pasti. Yang punya uang itu pemerintah, tugas kami DPR mengawal,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar masyarakat dari Dapil 4, Dapil 5 dan Dapil 6 yang telah ikut mengambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Simson berharap OPD terkait dapat terus memperhatikan pembangunan gedung gereja tersebut sehingga masyarakat dan jemaat tetap mendapatkan dukungan dari alokasi anggaran pemerintah.

“Untuk tahun ini baru fondasi. Tahun depan kita dorong untuk pembangunan tahapan bangunan selanjutnya. Sekali lagi terima kasih kepada bapak ibu yang sudah membantu saya dan panitia dalam kegiatan ini,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Simson juga mengajak seluruh jemaat untuk tetap mengandalkan Tuhan dalam setiap proses pembangunan.

“Saya mengucapkan syukur kepada Tuhan karena Tuhan itu baik sehingga perencanaan pembangunan gedung gereja ini, proses awalnya sudah berjalan,” ujarnya.

Ia menilai keberadaan gereja tersebut mempunyai sejarah yang tidak bisa dipisahkan dari perjalanan masyarakat Nduga di Mimika.

“Saya mau sampaikan bahwa dari gereja inilah baru kita tersebar di pelosok Mimika. Jadi saya lihat bahwa ini rencana Tuhan dan gereja ini tetap saya kawal. Ini gereja, tapi pusat kita dibesarkan dengan iman lewat gereja ini,” katanya.

Menurut Simson, gereja tersebut menjadi bagian penting dalam sejarah perjalanan masyarakat yang datang dan berkembang di Mimika.

“Gereja kami punya sejarah yang khusus. Kami berangkat dari sini, harus kembali ke sini dan harus kasih hidup. Yang ini baru kita bangun, yang lain lagi mati. Kita berdoa agar Tuhan terus memberikan kita kekuatan dalam proses ini, karena tanpa campur tangan Tuhan kita tidak bisa apa-apa,” tuturnya.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peletakan batu pertama, makan bersama dan foto bersama. Suasana tersebut memperlihatkan kebersamaan antara jemaat, tokoh masyarakat, panitia dan pemerintah dalam mengawali pembangunan gedung gereja.

Kehadiran Simson Gwijangge dalam kegiatan tersebut juga menjadi bentuk komitmennya sebagai legislator dari Dapil 6 DPRK Mimika untuk terus berada di tengah masyarakat dan mengawal aspirasi yang disampaikan warga hingga masuk dalam proses pembangunan pemerintah.

Dengan dimulainya pembangunan ini, jemaat Yerusalem Baru berharap pembangunan gedung gereja dapat berjalan lancar secara bertahap hingga selesai dan nantinya dapat digunakan sebagai tempat ibadah sekaligus menjadi pusat pembinaan iman bagi jemaat.

Penulis: StendiEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *